Aug 25, 2026
entertainment

Denny Sumargo Buka Suara soal Tudingan Berpihak di Tengah Kisah Sarwendah dan Ruben

Di sebuah studio yang hangat, Denny Sumargo duduk dengan wajah tenang. Namun, di balik ketenangannya, ada gelombang emosi yang ia rasakan. Beberapa hari terakhir, namanya ramai diperbincangkan di medi...

Denny Sumargo Buka Suara soal Tudingan Berpihak di Tengah Kisah Sarwendah dan Ruben

Di sebuah studio yang hangat, Denny Sumargo duduk dengan wajah tenang. Namun, di balik ketenangannya, ada gelombang emosi yang ia rasakan. Beberapa hari terakhir, namanya ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan karena prestasi atau konten barunya, melainkan karena ia dianggap berpihak dalam kisah rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu. Tudingan itu datang bertubi-tubi, menusuk seperti duri yang tak terlihat.

Denny, yang akrab disapa Densu, baru saja menghadirkan dua sisi berbeda dalam kanalnya. Pertama, Sarwendah dengan segala cerita dan air matanya. Kedua, pengacara Ruben Onsu yang datang membawa perspektif lain. Ia sengaja melakukan itu, bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk memberikan ruang yang adil bagi semua pihak. Namun, apa daya, sebagian netizen justru menilai langkahnya sebagai bentuk keberpihakan.

“Saya hanya ingin mendengar semua sisi,” ujar Denny dengan nada pelan, matanya menerawang. “Ketika saya menghadirkan Sarwendah, saya tidak sedang membelanya. Ketika pengacara Ruben datang, saya juga tidak sedang memihak Ruben. Saya hanya ingin kisah ini utuh, seperti sebuah puzzle yang harus disusun dengan sabar.”

Momen Mengharukan di Balik Layar

Di balik layar, ada momen-momen yang tak terekam kamera. Denny mengisahkan bahwa sebelum rekaman dimulai, ia sempat berbincang santai dengan Sarwendah. Wanita itu tampak lelah, namun berusaha tegar. Ada jeda panjang ketika Sarwendah menceritakan tentang anak-anaknya. Denny mengaku, ia hampir kehilangan kata-kata ketika melihat ibu empat anak itu menahan tangis.

“Saya melihat seorang ibu yang berjuang, bukan seorang selebriti yang sedang mencari panggung,” kata Denny. “Dia berbicara tentang masa depan anak-anaknya dengan suara bergetar. Saya hanya bisa diam, karena saya tahu, di titik itu, saya tidak perlu menjadi hakim. Saya hanya perlu menjadi pendengar.”

Begitu pula ketika pengacara Ruben Onsu hadir. Denny menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia ingin memastikan bahwa setiap kata yang diucapkan memiliki ruang yang sama. “Saya tidak ingin ada yang merasa dizalimi. Saya ingin semua suara terdengar, meski harus berhadapan dengan badai komentar,” tambahnya.

Perjalanan Emosional yang Menyentuh

Bagi Denny, ini bukan sekadar konten. Ini adalah perjalanan emosional yang menyentuh hatinya. Ia mengaku, setelah rekaman selesai, ia merenung panjang. “Saya pulang dan memikirkan apa yang terjadi. Bagaimana dua orang yang pernah saling mencintai bisa berada di posisi yang rumit seperti ini. Ini bukan tentang siapa yang benar atau salah. Ini tentang dua manusia yang sedang berjuang dengan cara mereka masing-masing.”

Denny juga menyadari bahwa publik sering kali ingin melihat hitam dan putih. Padahal, kehidupan nyata selalu penuh abu-abu. “Kisah ini sederhana, tapi rumit. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa di balik pemberitaan, ada perasaan yang terluka. Ada anak-anak yang mungkin akan membaca semua ini suatu hari nanti. Saya tidak ingin mereka melihat orang tua mereka sebagai musuh.”

“Saya tidak sedang memihak. Saya sedang memanusiakan manusia.” — Denny Sumargo

Bangkit dari Tudingan

Meski diterpa hujatan, Denny memilih untuk bangkit. Ia tidak ingin larut dalam komentar negatif. Baginya, yang terpenting adalah niat baik yang ia tanamkan. “Saya sudah cukup lama berkecimpung di dunia ini. Saya tahu bahwa tidak semua orang akan setuju dengan cara saya. Tapi, jika ada satu orang yang merasa terhibur atau mendapatkan pelajaran dari konten ini, itu sudah lebih dari cukup.”

Ia juga mengajak warganet untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan orang lain. “Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di balik pintu rumah mereka. Jadi, mari kita berhenti menghakimi dan mulai mendengar. Karena setiap orang punya kisah yang layak dihormati.”

Di akhir perbincangan, Denny tersenyum tipis. Ada kelegaan di wajahnya. Ia sudah melepaskan beban yang sempat mengganggu pikirannya. “Saya hanya ingin berbagi inspirasi, bukan perdebatan. Dan saya percaya, waktu akan membuktikan bahwa niat baik selalu menemukan jalannya.”

Kisah ini, bagi Denny, adalah pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, empati adalah hal yang paling sederhana namun paling sulit dilakukan. Namun, ia memilih untuk tetap melakukannya, satu langkah kecil pada satu waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User