Aug 25, 2026
entertainment

Dea Annisa Menikah di Cibubur, Maharnya Menyimpan Makna Tanggal Lahir

Minggu pagi itu, udara Cibubur terasa berbeda. Di sebuah ruangan yang ditata sederhana namun penuh kehangatan, Dea Annisa duduk tenang dalam balutan busana pengantin. Sesekali ia menarik napas panjang...

Dea Annisa Menikah di Cibubur, Maharnya Menyimpan Makna Tanggal Lahir

Minggu pagi itu, udara Cibubur terasa berbeda. Di sebuah ruangan yang ditata sederhana namun penuh kehangatan, Dea Annisa duduk tenang dalam balutan busana pengantin. Sesekali ia menarik napas panjang, seolah merangkum kembali seluruh perjalanan hidupnya: dari bocah kecil yang wajahnya akrab di layar kaca, hingga menjadi perempuan dewasa yang bersiap mengucap janji seumur hidup di samping lelaki pilihannya, Mazaki Ahmad.

Tanggal 9 Agustus menjadi saksi bisu ketika akad digelar. Tidak ada kemegahan yang berlebihan; yang hadir justru keintiman yang menyentuh. Keluarga dan kerabat terdekat memenuhi ruangan, menyaksikan momen yang telah lama dinanti. Saat ijab kabul diucapkan, suasana mendadak hening, lalu pecah oleh doa serta rasa haru ketika prosesi sakral itu berlangsung lancar dalam satu helaan napas.

Dari Dea Imut Menuju Babak Baru

Bagi banyak orang, nama Dea Annisa sulit dilepaskan dari sosok Dea Imut, artis cilik yang dulu mencuri perhatian lewat akting polosnya. Waktu terus berlalu, dan bocah kecil itu tumbuh di depan mata publik yang membesarkannya. Kini, ia memasuki babak baru yang jauh lebih personal dan mengisahkan dirinya bukan lagi sebagai bintang cilik, melainkan sebagai seorang istri.

Di balik layar kehidupannya sebagai publik figur, Dea dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia jarang mengumbar kisah asmara, memilih menyimpan rapat hubungannya dengan Mazaki hingga tiba waktunya mengabarkan kabar bahagia itu. Bagi Dea, cinta bukanlah tontonan untuk dikonsumsi banyak orang, melainkan perjalanan dua hati yang saling menemukan dan saling menjaga dalam diam.

"Hari ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal dari perjalanan yang sesungguhnya," tutur Dea dengan mata berkaca-kaca, tak mampu menyembunyikan kebahagiaan yang memenuhi dadanya.

Mahar yang Menyimpan Kisah

Ada satu detail yang membuat pernikahan ini terasa semakin istimewa: mahar yang diberikan Mazaki Ahmad. Alih-alih memilih angka sembarangan, mempelai pria menyiapkan mahar dengan nominal yang selaras dengan angka kelahiran sang istri. Sebuah gestur kecil yang sarat makna, seolah berkata bahwa hari lahir Dea adalah hari yang patut dirayakan dan dikenang selamanya.

Bagi sebagian orang, mahar barangkali hanyalah deretan angka tanpa jiwa. Namun bagi pasangan ini, angka tersebut adalah cerita. Ia mengisahkan tentang bagaimana seorang lelaki menghargai perempuan yang dicintainya, bahkan hingga ke detail terkecil sekalipun. Para tamu yang hadir pun dibuat tersenyum haru ketika mengetahui makna yang tersimpan di balik nominal mahar itu.

Air Mata dan Doa di Hari Bahagia

Momen mengharukan tak terelakkan ketika Dea meminta restu kepada orang-orang terkasihnya. Suasana yang semula dipenuhi bisik dan tawa perlahan menjadi sunyi. Air mata jatuh tanpa malu-malu: dari pipi sang pengantin, dari mata keluarga yang melepas putri tercinta memasuki kehidupan baru, juga dari para tamu yang ikut larut dalam haru yang mengalir di seisi ruangan.

Pernikahan yang digelar dalam suasana intim itu justru terasa lebih dekat di hati. Tanpa hingar-bingar dan gemerlap berlebihan, setiap tatapan, setiap genggaman tangan, serta setiap doa yang terucap terasa lebih tulus. Cibubur pada hari itu bukan sekadar lokasi sebuah acara, melainkan rumah bagi sebuah awal yang hangat dan penuh pengharapan.

Lembaran Baru yang Dinanti

Kini, Dea Annisa resmi menyandang status baru sebagai istri Mazaki Ahmad. Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan jalan yang akan dilalui berdua masih panjang membentang. Namun dengan cinta yang telah dirawat dalam kesederhanaan serta restu yang mengiringi setiap langkah, keduanya berjalan maju dengan penuh keyakinan dan mimpi yang sama.

Kisah Dea pada hari itu menjadi pengingat sederhana bagi banyak orang: bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dengan kemewahan, melainkan sering kali hadir lewat hal-hal kecil yang bermakna. Seperti angka kelahiran yang dijadikan mahar penuh cinta, dan janji suci yang diucapkan dengan tulus pada sebuah Minggu pagi yang tenang di Cibubur, tempat dua hati akhirnya dipersatukan selamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User