Sep 18, 2026
Nasional

Danantara Proyeksikan Laba Telkom Naik 30 Persen Lewat Efisiensi

Halo pembaca Beritaseputar.com! Ada kabar besar dari panggung korporasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanah air. Badan Pengelola BUMN bersama Badan P

Danantara Proyeksikan Laba Telkom Naik 30 Persen Lewat Efisiensi

Halo pembaca Beritaseputar.com! Ada kabar besar dari panggung korporasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanah air. Badan Pengelola BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mendorong transformasi besar-besaran di tubuh raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah strategis yang menjadi sorotan utama adalah pemangkasan dan perapihan (*streamlining*) anak-anak perusahaan Telkom. Kebijakan ini diyakini mampu mendongkrak perolehan laba bersih perusahaan hingga mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 30 persen.

Selama ini, TelkomGroup dikenal memiliki gurita bisnis yang amat luas, membawahi puluhan anak usaha mulai dari infrastruktur telekomunikasi, layanan digital, pusat data (*data center*), hingga penyedia solusi TI. Namun, struktur yang terlalu gemuk kerap memicu tumpang tindih (*overlapping*) peran bisnis dan membengkaknya beban operasional. Melalui arahan Danantara, proses konsolidasi bisnis akan dipercepat agar Telkom bisa lebih lincah dan fokus mengejar margin profit yang lebih sehat.

Analisis Restrukturisasi: Mengapa Efisiensi Anak Usaha Begitu Krusial?

Secara analitis, langkah rasionalisasi anak perusahaan yang digagas oleh BP BUMN dan Danantara merupakan respons adaptif terhadap perubahan lanskap industri telekomunikasi global. Industri ini tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari konektivitas seluler konvensional, melainkan beralih ke ekosistem digital terintegrasi. Dengan melakukan *streamlining*, Telkom berpotensi memangkas biaya operasional (*operational expenditure*) hingga 15–20 persen secara konsolidasian.

Berikut adalah perbandingan skema operasional dan dampak finansial PT Telkom sebelum dan sesudah program restrukturisasi yang didorong oleh Danantara:

Indikator Finansial & Operasional Sebelum Streamlining Setelah Streamlining (Proyeksi Danantara)
Struktur Anak Usaha Terfragmentasi & Tumpang Tindih Terkonsolidasi sesuai Kluster Inti
Beban Operasional (Opex) Tinggi akibat biaya birokrasi & administrasi ganda Efisien, fokus pada alokasi modal produktif
Pertumbuhan Laba Bersih Pertumbuhan organik moderat Potensi melonjak hingga 30%
Fokus Bisnis Tersebar di berbagai sektor non-inti Fokus pada B2B Digital, FMC, & Data Center

Menurut pandangan para ahli pasar modal, keberhasilan *streamlining* akan memberikan napas baru bagi kinerja keuangan emiten berkode saham TLKM tersebut di bursa efek.

"Konsolidasi dan streamlining anak usaha Telkom merupakan langkah berani namun sangat rasional. Beban operasional yang terbagi di terlalu banyak entitas anak selama ini menggerus efisiensi margin perusahaan. Jika efisiensi ini sukses dieksekusi, target kenaikan laba bersih hingga 30 persen sangat realistis untuk dicapai," ungkap Rico Setiawan, Analis Telekomunikasi Senior dari Pasar Modal Utama.

Kronologi dan Langkah Strategis Efisiensi TelkomGroup

Proses transformasi dan streamlining ini direncanakan berlangsung secara bertahap melalui beberapa tahapan penting yang telah dirancang oleh manajemen bersama Danantara. Urutan langkah strategis tersebut meliputi:

  1. Pemetaan dan Audit Portofolio: Melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh anak dan cucu perusahaan TelkomGroup untuk memetakan unit yang mencetak profit positif dan entitas yang membebani neraca keuangan.
  2. Penggabungan Entitas Sejenis (Merger Internal): Mengintegrasikan anak perusahaan yang memiliki fokus bisnis serupa, seperti layanan TI dan solusi *cloud*, guna menghindari kompetisi internal dan pemborosan anggaran.
  3. Divestasi dan Penutupan Unit Non-Inti: Melepas aset atau menutup entitas anak yang sudah tidak sejalan dengan visi bisnis utama (*core business*) korporasi.
  4. Fokus Investasi pada Bisnis Berprospek Tinggi: Mengalokasikan dana efisiensi untuk memperkuat infrastruktur *Fixed Mobile Convergence* (FMC), pusat data skala besar (*hyperscale data center*), serta penetrasi jaringan 5G.

Langkah pembenahan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan struktur keuangan Telkom secara internal, namun juga memberikan nilai tambah (*value creation*) yang signifikan bagi para pemegang saham retail maupun institusional. Pembaca Beritaseputar.com, bagaimana menurut Anda dampak transformasi BUMN ini terhadap pergerakan saham Telkom ke depan? Kita cermati bersama perkembangannya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User