Bayangkan terbangun di sebuah ruangan dingin dengan ingatan yang bukan milikmu. Di layar Bioskop Trans TV malam ini, Selasa 19 Agustus 2026, penonton diajak menyaksikan perjalanan seorang pria bernama Jerico Stewart — narapidana yang dijatuhi hukuman mati — yang tiba-tiba harus hidup dengan ingatan milik seorang agen CIA yang sudah tiada. Film berjudul Criminal ini bukan sekadar tontonan aksi, melainkan kisah tentang bagaimana seorang pria yang tak pernah mengenal rasa peduli, perlahan belajar merasakan cinta dan tanggung jawab.
Kisah di Balik Ingatan yang Disuntikkan
Dalam film garapan sutradara Ariel Vromen ini, penonton diajak masuk ke dalam dunia intelijen yang gelap. Agen CIA bernama Bill Pope tewas di tengah tugas penting: ia satu-satunya orang yang mengetahui lokasi seorang peretas serta alat pemicu serangan yang bisa menelan banyak korban jiwa. Karena tidak ada jalan lain, Dr. Franks, seorang ilmuwan jenius, mengambil keputusan kontroversial. Ia menyuntikkan ingatan dan keterampilan Pope ke dalam otak Jerico — penjahat kelas berat yang justru dikenal karena ketidakpeduliannya terhadap sesama manusia.
Keputusan itu tentu saja menuai risiko besar. Jerico bukanlah agen yang patuh. Ia pria kasar yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan tinju dan amarah. Namun seiring berjalannya cerita, sesuatu yang tak terduga mulai terjadi. Ingatan Pope pelan-pelan mengubah caranya memandang dunia. Ia merasakan kehangatan yang asing, merindukan seorang wanita yang tak pernah ia temui, dan merasakan dorongan kuat untuk melindungi seorang anak kecil yang bahkan bukan darah dagingnya.
Di tengah perburuan itulah ketegangan merajalela. Jerico harus berpacu dengan waktu untuk menemukan sang peretas yang menguasai sistem pemicu serangan, sementara pihak intelijen mengawasi setiap gerakannya dengan penuh kecurigaan. Namun yang membuat film ini berbeda adalah caranya menyeimbangkan adegan kejar-kejaran dengan momen-momen hening yang justru paling berkesan.
Perjalanan Emosional Jerico Stewart
Di sinilah sisi manusiawi film ini bermula. Jerico yang selama ini hidup dalam kekosongan emosi, perlahan bergulat dengan perasaan-perasaan baru yang menyeruak. Setiap kilas balik ingatan Pope terasa seperti tamparan: ia melihat senyum istri Pope, mendengar tawa anak perempuannya, dan merasakan cemasnya seorang suami yang meninggalkan keluarganya demi tugas negara. Momen-momen inilah yang membuat penonton ikut terenyuh, sebab di balik sosoknya yang garang, tersimpan perjuangan batin yang rumit.
Ada adegan yang mungkin terasa sederhana, tetapi justru paling menyentuh: ketika Jerico, yang tak pernah tahu arti keluarga, mulai menunjukkan kelembutan pada anak perempuan Pope. Dari sanalah ia belajar bahwa hidup bukan hanya soal bertahan, tetapi juga soal melindungi orang lain. Perjalanan ini mengubahnya secara perlahan, dari pria yang dibenci banyak orang menjadi sosok yang rela berkorban demi orang asing yang kini terasa seperti keluarganya sendiri.
Deretan Bintang yang Menghidupkan Cerita
Criminal menghadirkan jajaran aktor papan atas yang membuat setiap adegan terasa hidup. Kevin Costner tampil total sebagai Jerico Stewart, membawakan karakter yang kompleks dengan bahasa tubuh dan tatapan mata yang tajam. Ia berhasil membuat penonton percaya bahwa transformasi seorang penjahat menjadi manusia yang lebih baik benar-benar mungkin terjadi.
Di sisi lain, Tommy Lee Jones memerankan Dr. Franks, ilmuwan yang berada di balik prosedur kontroversial tersebut. Kehadirannya memberi bobot tersendiri, mewakili dilema moral dalam dunia yang penuh keputusan abu-abu. Film ini juga dimeriahkan oleh Ryan Reynolds sebagai Bill Pope, Gal Gadot sebagai Jill Pope, serta Gary Oldman yang memerankan pejabat intelijen dengan penuh karisma. Kombinasi para pemain ini menjadikan Criminal tontonan yang lengkap: aksi, ketegangan, dan drama dalam satu kemasan.
Pesan yang Ingin Disampaikan
Lebih dari sekadar film aksi, Criminal mengisahkan pertanyaan besar tentang siapa diri kita sebenarnya. Apakah ingatan menentukan jati diri? Apakah seseorang bisa berubah meski masa lalunya kelam? Melalui Jerico, penonton diajak merenungkan bahwa setiap orang menyimpan potensi untuk bangkit dan menjadi lebih baik, selama ada sesuatu yang pantas diperjuangkan.
Kisah ini juga mengingatkan kita pada hal yang sederhana: keluarga dan orang-orang yang kita cintai adalah alasan terkuat untuk terus bertahan. Jerico tidak pernah memiliki itu sebelumnya. Namun setelah ia merasakannya lewat ingatan orang lain, ia menemukan alasan untuk berjuang — sesuatu yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan perjalanan emosional ini, jangan lewatkan penayangan Criminal di Bioskop Trans TV malam ini, Selasa 19 Agustus 2026. Siapkan diri untuk larut dalam kisah seorang pria yang menemukan kemanusiaannya di tengah kekacauan. Sebab kadang, film terbaik bukanlah yang paling bising, melainkan yang paling mampu menyentuh hati.
Comments (0)