Aug 25, 2026
entertainment

Criminal, Kisah Penjahat yang Menemukan Hati Lewat Memori Orang Lain

Di sudut ruangan berukuran tiga kali empat meter itu, Jericho duduk dengan tangan terborgol. Udara di dalamnya dingin seperti selnya di penjara, tapi pria itu tidak menggigil. Ia bahkan tidak mengedip...

Criminal, Kisah Penjahat yang Menemukan Hati Lewat Memori Orang Lain

Di sudut ruangan berukuran tiga kali empat meter itu, Jericho duduk dengan tangan terborgol. Udara di dalamnya dingin seperti selnya di penjara, tapi pria itu tidak menggigil. Ia bahkan tidak mengedip. Sejak kecil, kecelakaan yang merusak otaknya membuat Jericho tak pernah merasakan apa pun — takut, sedih, atau cinta adalah kata-kata asing baginya. Ia hanya mengenal kekerasan, dan kekerasan pula yang membawanya pada kehancuran.

Namun malam itu, sesuatu yang mustahil terjadi pada pria yang dijuluki penjahat paling berbahaya itu. Sebuah prosedur rahasia menanamkan ingatan orang lain ke kepalanya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Jericho merasakan sesuatu yang tidak pernah ia kenali: kelembutan, rindu, dan cinta yang bukan miliknya.

Itulah premis dari film Criminal, yang akan menemani penonton dalam tayangan Bioskop Trans TV pada Rabu, 19 Agustus 2026. Film garapan sutradara Ariel Vromen ini menghadirkan sederet nama besar, dari Kevin Costner, Tommy Lee Jones, hingga Gary Oldman dan Ryan Reynolds.

Ketika Memori Asing Masuk ke Kepala Seorang Penjahat

Kisah bermula dari tewasnya Bill Pope, agen CIA yang sedang mengemban misi krusial: menemukan seorang peretas misterius yang dijuluki Dutchman. Pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa mengaktifkan sistem rudal nuklir milik pemerintah. Sayang, sebelum sempat mengungkap keberadaan Dutchman, Pope tewas di tangan musuh. Informasi itu ikut terkubur bersamanya.

Di tengah kepanikan, Dr. Franks — ilmuwan jenius di balik proyek transfer memori rahasia CIA — mengambil keputusan nekat. Ia membutuhkan otak yang bisa menampung ingatan Pope. Dan secara kebetulan, tidak ada otak yang lebih kosong sekaligus kuat daripada otak Jericho Stewart, narapidana hukuman mati yang otaknya rusak sehingga hanya menyisakan insting.

Dengan berat hati, Franks menjalankan prosedur itu. Momen paling mengharukan justru datang dari hal-hal kecil: Jericho yang tiba-tiba teringat cara tersenyum, atau menangis di malam hari karena merindukan sosok yang bahkan tidak pernah ia temui. Ia mulai melihat dunia lewat mata Bill Pope, dan untuk pertama kalinya, dunia itu terasa indah.

Perjuangan Melawan Diri Sendiri

Perjalanan Jericho bukan sekadar aksi mengejar musuh. Di balik itu semua, ada perjuangan paling berat yang pernah ia hadapi: melawan dirinya sendiri. Setiap kali insting liarnya muncul, ingatan Pope hadir seperti bisikan lembut yang menahannya. Ia berubah menjadi dua orang dalam satu tubuh — penjahat yang haus kekerasan dan agen yang ingin melindungi orang-orang yang ia cintai.

Air mata pertama kali mengalir dari mata Jericho ketika ia bertemu Jill, istri Bill Pope, dan putrinya yang masih kecil. Ia tidak bisa menjelaskan perasaan itu — campuran antara rasa bersalah, cinta, dan kehilangan yang bukan pengalamannya sendiri. Namun di sanalah penonton menyaksikan sisi manusiawi seorang pria yang selama ini dianggap tidak punya perasaan. Lewat ingatan Pope, Jericho belajar bahwa hidup bukan sekadar bertahan, melainkan tentang mencintai sesuatu hingga rela berkorban.

Di Balik Layar: Para Pemeran yang Berjuang

Salah satu kekuatan film ini adalah transformasi Kevin Costner sebagai Jericho. Aktor pemenang Oscar itu berhasil memerankan sosok yang dingin dan brutal, lalu perlahan meleleh menjadi manusia yang rapuh. Tommy Lee Jones tampil meyakinkan sebagai Dr. Franks, ilmuwan yang bergulat dengan rasa bersalah atas ciptaannya. Gary Oldman melengkapi ketegangan sebagai pejabat CIA yang pragmatis, sementara Ryan Reynolds menghidupkan Bill Pope dalam penampilan singkat yang berkesan, dan Gal Gadot tampil menyentuh sebagai Jill yang kehilangan suaminya.

Kisah di balik layar pun tak kalah menarik. Kevin Costner mengaku harus mendalami karakter dengan cara yang tidak biasa — berlatih memahami emosi seseorang yang tidak mengenal emosi. Hasilnya, penonton diajak merasakan kebingungan, ketakutan, dan akhirnya kehangatan yang tumbuh perlahan di dada Jericho. Ini bukan sekadar film laga; ini kisah tentang bangkit dari kegelapan dan menemukan kemanusiaan yang selama ini terkubur.

Renungan tentang Arti Menjadi Manusia

Pada akhirnya, Criminal meninggalkan satu pertanyaan sederhana namun dalam: apa yang membuat seseorang menjadi manusia? Apakah ingatan, atau pilihan yang diambil hari ini? Jericho yang dulu tidak mengenal cinta, kini bersedia mengorbankan nyawanya demi orang-orang yang ia lindungi — bahkan saat ia tidak yakin apakah perasaan itu benar-benar miliknya.

Momen-momen mengharukan itu mengalir di sepanjang film, ditutup dengan adegan yang membuat penonton sulit menahan air mata. Bagi yang ingin menyaksikan perjalanan emosional ini, saksikan Criminal dalam tayangan Bioskop Trans TV malam ini, Rabu 19 Agustus 2026. Sebuah kisah tentang penjahat yang menemukan hatinya — dan mungkin, tentang kita yang kadang lupa bahwa setiap orang punya sisi baik untuk dibangkitkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User