Oct 13, 2026
entertainment

CBE 2026, Pesta Kopi dan Kuliner di PIK 2

Di sebuah sudut ruang pameran yang masih sepi, seorang barista muda berdiri di balik mesin espresso. Tangannya cekatan memangku cangkir, menuang susu dengan hati-hati hingga membentuk pola daun di per...

CBE 2026, Pesta Kopi dan Kuliner di PIK 2

Di sebuah sudut ruang pameran yang masih sepi, seorang barista muda berdiri di balik mesin espresso. Tangannya cekatan memangku cangkir, menuang susu dengan hati-hati hingga membentuk pola daun di permukaan kopi. Ia tersenyum tipis, seolah sedang menyapa tamu pertama yang belum juga datang. Pemandangan seperti ini mungkin akan terlihat berkali-kali di Cafe & Brasserie Expo (CBE) 2026, sebuah perhelatan yang dinanti para pelaku industri kopi dan kuliner Tanah Air.

Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Bagi banyak pelaku usaha kecil, ajang semacam ini bukan sekadar tempat memamerkan produk, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Dari kedai kopi pinggir jalan hingga restoran keluarga, semuanya punya cerita yang sama: bertahan, tumbuh, dan bangkit setelah masa-masa sulit.

Ruang Bertemunya Para Peracik Mimpi

Setiap cangkir kopi yang disajikan di CBE 2026 membawa perjalanan panjang. Ada petani di dataran tinggi yang menanam biji kopi dengan tangan berkapal, ada roaster yang begadang menjaga suhu sangrai, dan ada pemilik kafe yang menginvestasikan seluruh tabungannya untuk membuka usaha. Mereka datang ke PIK 2 bukan hanya untuk berjualan, tetapi untuk saling menguatkan.

"Saya ingin orang tahu bahwa kopi dari kampung saya tidak kalah dari kopi luar negeri," ujar seorang petani muda yang namanya enggan disebut, matanya berkaca-kaca saat bercerita tentang kebun kecilnya di lereng gunung.

Momen-momen mengharukan seperti ini yang membuat CBE berbeda dari pameran dagang biasa. Di sela-sela aroma biji kopi dan suara mesin penggiling, ada air mata yang menetes saat seorang peserta menceritakan usahanya yang hampir gulung tikar. Ada pula tawa lepas ketika rekan sesama pengusaha menawarkan bantuan tanpa pamrih.

Di Balik Layar Industri yang Tak Pernah Tidur

Industri kafe dan brasserie di Indonesia memang sedang bergeliat. Namun di balik gemerlapnya, ada kerja keras yang jarang terlihat. Para pelaku usaha ini berjuang dengan modal terbatas, menghadapi persaingan ketat, dan kadang harus merelakan waktu bersama keluarga demi menjaga dapur tetap menyala.

CBE 2026 menjadi wadah bagi mereka untuk belajar, berjejaring, dan menemukan inspirasi baru. Mulai dari peralatan modern, teknik penyajian, hingga strategi pemasaran, semua tersaji dalam satu atap. Bagi banyak pengunjung, ini bukan sekadar jalan-jalan akhir pekan, melainkan kesempatan menyentuh langsung kisah di balik setiap sajian.

Seorang pemilik brasserie kecil mengisahkan bagaimana ia memulai usahanya dari dapur rumah berukuran 3x4 meter. Kini, ia berani berdiri sejajar dengan merek-merek besar. "Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di sini. Setiap hari adalah perjuangan, tapi saya tidak pernah menyesal," tuturnya dengan suara bergetar.

Harapan yang Tumbuh di Setiap Tegukan

Pameran ini juga menjadi cermin bahwa industri kuliner Indonesia memiliki masa depan cerah. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang terjun ke dunia kopi dan kuliner, ekosistem ini terus tumbuh. CBE 2026 bukan hanya tentang transaksi, tetapi tentang membangun komunitas yang saling mendukung.

Di penghujung hari, saat lampu pameran mulai redup, para peserta masih sibuk merapikan booth. Ada yang menghitung sisa stok, ada yang bertukar kartu nama, dan ada yang sekadar duduk melepas lelah sambil menyeruput kopi terakhir. Di antara mereka, tersimpan mimpi-mimpi yang sederhana namun menyentuh: ingin usahanya bertahan, ingin karyawannya sejahtera, ingin kopi Indonesia dikenal lebih luas.

CBE 2026 di NICE PIK 2 bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah ruang di mana kisah-kisah manusia bertemu, saling menguatkan, dan tumbuh bersama. Bagi siapa pun yang datang, mungkin akan pulang membawa lebih dari sekadar cangkir kopi—mereka membawa inspirasi bahwa di balik setiap usaha kecil, ada keberanian besar yang layak dirayakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User