Oct 10, 2026
Nasional

BYD Atto 1 Generasi Kedua Tumbuh Besar dan Beralih ke Roda Belakang

BYD Atto 1, mobil listrik terlaris BYD di Indonesia, sedang bersiap tampil dengan wajah yang sama sekali berbeda. Generasi keduanya, yang di China dijuluki

BYD Atto 1 Generasi Kedua Tumbuh Besar dan Beralih ke Roda Belakang

BYD Atto 1, mobil listrik terlaris BYD di Indonesia, sedang bersiap tampil dengan wajah yang sama sekali berbeda. Generasi keduanya, yang di China dijuluki Great Seagull atau Burung Camar Besar, tidak lagi bermain di kelas city car mungil. Dokumen regulasi yang didaftarkan BYD ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China memperlihatkan sosok yang tumbuh jauh lebih besar, lebih bertenaga, dan beralih ke penggerak roda belakang.

Perubahan ini bukan sekadar penyegaran kosmetik. Bagi konsumen Indonesia yang selama ini mengenal Atto 1 sebagai mobil kota ringkas, generasi baru ini benar-benar menggeser kelasnya. Ukuran bodinya kini menyeberang ke wilayah hatchback keluarga, lengkap dengan kapasitas lima penumpang yang lebih lega.

Menyeberang ke Kelas Hatchback

Berdasarkan data MIIT, Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.650 mm. Sebagai perbandingan, generasi pertama hanya berpanjang 3.780 mm. Artinya, bodi mobil ini memanjang hingga 425 mm dalam satu generasi.

Angka tersebut sekaligus menempatkan Atto 1 baru di lantai yang sama dengan rival-rivalnya. Chery Q (QQ3) misalnya, membawa dimensi 4.195 x 1.811 x 1.569 mm dengan wheelbase 2.700 mm. Sementara Geely EX2 atau Xingyuan juga bermain di kisaran serupa. Persaingan di segmen hatchback listrik ringkas kini praktis mempertemukan tiga nama besar China dalam satu ruang yang sama sempit.

ModelPanjang (mm)Wheelbase (mm)Motor
BYD Atto 1 Gen 13.7802.50055 kW, FWD
BYD Atto 1 Gen 24.2052.65095 kW, RWD
Chery Q / QQ34.1952.700121 hp, RWD
Geely EX2kompak-penggerak belakang

Tenaga Melonjak, Jarak Tempuh Bertambah

Di balik kap mesin yang kini lebih panjang, BYD menanam motor listrik tunggal berdaya 95 kW atau sekitar 127 HP yang diproduksi Zhengzhou BYD Auto. Bandingkan dengan generasi sebelumnya yang cuma menghasilkan 55 kW. Lonjakannya jelas terasa, apalagi motor kini dipindahkan ke poros belakang, sehingga sensasi mengemudi diprediksi lebih menyenangkan.

Untuk sumber daya, BYD tetap setia pada baterai lithium iron phosphate (LFP) buatan FinDreams dengan dua pilihan kapasitas: 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar CLTC, jarak tempuhnya masing-masing mencapai 320 km dan 420 km. Bila dikonversikan perkiraan ke WLTP, angkanya berada di kisaran 259 km dan 340 km. "Perubahan ukuran ini sebelumnya telah terungkap melalui dokumen regulasi yang didaftarkan BYD ke MIIT China," demikian laporan yang dikutip dari CarNewsChina.

Media otomotif China menjuluki model anyar ini "Great Seagull", julukan yang merujuk pada peningkatan dimensi cukup signifikan dibanding BYD Seagull generasi pertama.

Kabin Lebih Rapi, Teknologi Lebih Maju

Perubahan tidak berhenti di luar. Kabin generasi kedua mengusung desain lebih minimalis dengan dasbor atas yang dibuat datar. Panel instrumen terpisah di depan pengemudi dihapus total, dan seluruh informasi berkendara dipusatkan pada layar sentuh floating display di tengah dasbor. Tuas transmisi juga bergeser ke kolom kemudi, sementara konsol tengah kini berdesain floating dengan dua cup holder dan pengisi daya nirkabel.

Yang menarik, BYD tetap mempertahankan tombol fisik horizontal di bawah ventilasi AC. Sebuah keputusan yang mungkin disambut lega oleh pengemudi yang tidak ingin semua fungsi bergantung pada layar.

Bahkan, teknologi bantuan berkendara ikut naik kelas. Seagull generasi kedua menawarkan opsi sensor LiDAR di bagian atap, terhubung dengan sistem DiPilot 300 atau yang dikenal sebagai God's Eye B. Ini jelas sebuah langkah berani untuk mobil listrik berukuran kompak.

Menunggu Kabar dari Indonesia

Di pasar China, Seagull generasi pertama dijual mulai 69.900 yuan hingga 85.900 yuan atau sekitar Rp152,7 juta hingga Rp187,6 juta. Harga resmi generasi kedua maupun spesifikasi untuk pasar Indonesia masih menunggu pengumuman resmi BYD. Yang pasti, dengan bodi lebih besar, tenaga melompat, dan teknologi LiDAR, Atto 1 baru siap membuat segmen hatchback listrik makin ketat. Persaingan melawan Chery Q dan Geely EX2 kini benar-benar dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User