Sep 18, 2026
Nasional

Bulog Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung Pakan Peternak

Kabar melegakan datang bagi para peternak unggas di berbagai daerah di tanah air. Perum Bulog resmi mengumumkan komitmennya untuk menyalurkan tambahan paso

Bulog Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung Pakan Peternak

Kabar melegakan datang bagi para peternak unggas di berbagai daerah di tanah air. Perum Bulog resmi mengumumkan komitmennya untuk menyalurkan tambahan pasokan jagung pakan sebanyak 150 ribu ton lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah strategis ini disiapkan guna menjaga kestabilan harga pakan ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional hingga pengujung Desember 2026.

Tingginya fluktuasi harga pakan selama ini kerap menjadi momok yang membebani peternak mandiri, terutama peternak ayam petelur (layer) dan pedaging (broiler). Dengan adanya guyuran pasokan jagung bersubsidi ini, biaya produksi diharapkan bisa ditekan secara signifikan sehingga harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen akhir tetap terjangkau.

Kronologi Kebijakan Penyaluran Tambahan Jagung SPHP

Keputusan penambahan alokasi ini tidak terlepas dari evaluasi berkala mengenai dinamika ketersediaan pakan ternak nasional. Berikut adalah rangkaian tahapan pelaksanaan program stabilisasi tersebut:

  1. Evaluasi Kebutuhan Riil di Lapangan: Pemerintah bersama asosiasi peternak memetakan sentra-sentra peternakan yang paling rentan mengalami defisit bahan baku jagung pakan.
  2. Penerbitan Penugasan Resmi: Bulog menerima mandat untuk mengalokasikan stok cadangan jagung pemerintah sebanyak 150.000 ton khusus untuk intervensi harga.
  3. Verifikasi Data Peternak Penerima: Bekerja sama dengan dinas pertanian dan peternakan daerah untuk memastikan penerima manfaat merupakan peternak rakyat berskala kecil hingga menengah.
  4. Distribusi Bertahap hingga Desember 2026: Pasokan disalurkan secara berkala sesuai dengan jadwal kebutuhan masa panen dan siklus produksi ternak di tiap wilayah.
"Penyaluran jagung SPHP ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi peternak rakyat dari gejolak harga bahan baku pakan, sekaligus memastikan pasokan telur dan daging bagi masyarakat tetap aman dan stabil," ungkap pernyataan resmi manajemen Perum Bulog.

Fokus Distribusi dan Mekanisme Penyaluran

Agar intervensi pasar ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh spekulan, Bulog menerapkan mekanisme pengawasan yang terintegrasi. Penyaluran jagung pakan difokuskan pada koperasi peternak serta kelompok peternak binaan yang telah terdaftar resmi di basis data kementerian terkait.

Beberapa poin penting dalam mekanisme penyaluran jagung SPHP ini meliputi:

  • Prioritas Sentra Peternakan: Wilayah produsen telur dan daging unggas utama seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung menjadi target utama percepatan distribusi.
  • Kepatuhan Harga Acuan: Jagung dijual dengan harga yang telah dipatok sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah, berada di bawah harga pasar komersial saat terjadi lonjakan.
  • Monitoring Kualitas Komoditas: Bulog menjamin jagung pakan yang didistribusikan memenuhi standar kadar air dan kualitas nutrisi yang layak untuk ransum pakan unggas.

Dampak Positif terhadap Ekosistem Perunggasan Nasional

Komponen pakan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya pokok produksi peternakan unggas, di mana jagung menjadi bahan baku energi utama. Ketika pasokan jagung terjamin dengan harga wajar, peternak memiliki kepastian berusaha yang jauh lebih baik.

Melalui ketersediaan tambahan 150 ribu ton jagung pakan ini, rantai pasok dari hulu ke hilir diharapkan semakin kokoh. Masyarakat luas pun diuntungkan karena stabilitas harga telur ayam ras dan daging ayam broiler di pasar tradisional maupun ritel modern dapat terjaga tanpa memicu lonjakan inflasi pangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User