Ada-ada saja tingkah pengendara saat terjaring razia kepolisian lalu lintas. Seorang pria paruh baya di Argentina mendadak viral setelah tertangkap basah mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Alih-alih mengakui perbuatannya, pengemudi tersebut justru melontarkan alasan menggelitik dengan mengklaim bahwa kadar alkohol tinggi di tubuhnya berasal dari obat kumur.
Peristiwa ini terjadi di ruas jalan tol Buenos Aires-La Plata, tepatnya di kawasan Dock Sud. Pria berusia 53 tahun berinisial Martín Marinucci, warga distrik San Martín, dihentikan petugas patroli saat mengendarai mobil jenis Volkswagen Gol Trend miliknya pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Kronologi Pemeriksaan di Jalur Bebas Hambatan
Pemeriksaan rutin yang awalnya berlangsung biasa mendadak menjadi sorotan setelah alat breathalyzer menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Berikut urutan kejadian di lapangan:
- Pemberhentian Kendaraan: Petugas patroli jalan raya menghentikan laju kendaraan Volkswagen Gol Trend di pos pemeriksaan Dock Sud untuk pemeriksaan dokumen berkala dan uji kelayakan berkendara.
- Uji Kadar Alkohol: Pengemudi diminta melakukan tes tiup alkohol. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar alkohol mencapai 1,09 gram per liter darah, angka yang jauh melampaui batas aman berkendara.
- Alasan Spontan Pengemudi: Mengetahui hasil tes positif, pria tersebut langsung mengelak dengan nada membela diri di hadapan petugas wanita yang memeriksanya.
- Penyitaan dan Penahanan: Petugas langsung menahan pengemudi serta mengamankan kendaraannya sesuai dengan prosedur penegakan hukum keselamatan lalu lintas.
"Itu Listerine, Mbak. Hasilnya positif mungkin karena saya baru saja pakai obat kumur," ujar pengemudi tersebut dengan ekspresi meyakinkan saat dimintai konfirmasi oleh petugas di lokasi razia.
Penegakan Aturan Nol Toleransi Alkohol
Pemerintah Provinsi Buenos Aires menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi pengemudi yang nekat berkendara di bawah pengaruh alkohol. Wilayah ini secara ketat menerapkan undang-undang Alcohol Cero al Volante (Nol Alkohol di Balik Kemudi).
Regulasi tersebut secara tegas melarang pengemudi memiliki kandungan alkohol berapapun di dalam darah saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Berdasarkan aturan tersebut, angka 1,09 g/l merupakan pelanggaran berat yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
- Batas Toleransi: 0,00 gram alkohol per liter darah (Nol Toleransi).
- Kadar Terdeteksi: 1,09 gram per liter darah pada pelaku.
- Sanksi yang Menanti: Denda administratif berat, pencabutan sementara Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga penyitaan unit kendaraan.
Mengingatkan Publik pada Insiden Legendaris Carlos Bilardo
Alasan unik pengemudi tersebut sontak memicu perbincangan hangat di kalangan warganet Argentina. Banyak pihak mengaitkan dalih obat kumur ini dengan peristiwa legendaris mantan pelatih tim nasional Argentina, Carlos Salvador Bilardo.
Saat masih menukangi klub Estudiantes de La Plata dalam laga kontra River Plate di Stadion Monumental, Bilardo sempat dicurigai meminum sampanye di pinggir lapangan. Ketika diinterogasi oleh jaksa wanita yang bertugas di stadion, sang juru taktik membantah tuduhan tersebut dengan kalimat ikonis: "Es Gatorade, señorita" (Ini minuman Gatorade, Mbak).
Meski mengundang tawa, pihak berwenang menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya adalah prioritas utama. Mengemudi dalam kondisi mabuk tetap menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di Argentina, sehingga pengawasan ketat di jalan tol antarkota akan terus ditingkatkan tanpa pandang bulu.
Comments (0)