Sep 02, 2026
entertainment

Boy Group Taiwan 5566 Umumkan World Tour Rayakan Quarter Abad di Panggung Musik

Di balik tirai ruang ganti yang remang-remang, lima orang pria berdiri memandangi satu sama lain. Rambut mereka sudah disisir rapi, kostum hitam berpendar bajo sorot lampu panggung. Tidak ada kata yan...

Boy Group Taiwan 5566 Umumkan World Tour Rayakan Quarter Abad di Panggung Musik

Di balik tirai ruang ganti yang remang-remang, lima orang pria berdiri memandangi satu sama lain. Rambut mereka sudah disisir rapi, kostum hitam berpendar bajo sorot lampu panggung. Tidak ada kata yang terucap. Yang ada hanya anggukan kecil, seolah默契—kebersamaan yang sudah terukir dalam darah dan tulang mereka selama seperempat abad.

Mereka adalah 5566, boy group legendaris asal Taiwan yang pernah menggetarkan seluruh Asia Timur dengan lagu-lagu hits mereka di awal tahun 2000-an. Dan kini, di usia yang tidak lagi muda, mereka kembali. Bukan sekadar datang, melainkan datang dengan sebuah pengumuman besar: world tour untuk merayakan 25 tahun perjalanan mereka di industri musik.

"Dulu kami lima orang muda yang tidak tahu apa-apa tentang dunia hiburan," kenang 孙协志 (Sun Xiezhi), pemimpin grup, dalam sebuah wawancara yang baru dirilis. Matanya menerawang sejenak, seolah kembali ke masa-masa awal ketika mereka pertama kali berdiri di bawah lampu sorot. "Kini kami sudah tua, tapi semangatnya masih muda. Dan kami ingin berbagi itu dengan semua orang yang pernah mendukung kami."

Peringatan Quarter Abad di Panggung Dunia

Pengumuman world tour ini sontak menggemparkan penggemar mereka di seluruh Asia, bahkan hingga ke Indonesia. Dalam hitungan jam setelah informasi itu beredar, media sosial dibanjiri oleh kiriman foto-foto lama, video konser, dan pesan-pesan dari penggemar yang kini sudah dewasa—banyak di antara mereka yang pertama kali mengenal musik pop Taiwan justru dari lagu-lagu 5566.

World tour ini akan dimulai dari台北 (Taipei), kota tempat mereka pertama kali menginjakkan kaki di panggung besar. Dari sana, mereka direncanakan akan berkeliling ke berbagai kota besar di Asia, Amerika, hingga Eropa. Sebuah perjalanan yang membentang luas, persis seperti pengaruh musik mereka yang pernah menjangkau jauh melampaui batas-batas negara.

"Kami tidak menyangka bahwa setelah 25 tahun, masih ada yang menunggu kami," kata 王心凌 (Wang Xinling), meski ia bukan anggota inti grup, namun kehadirannya dalam proyek-proyek 5566 selalu ditunggu. "Setiap kota yang kami kunjungi nanti, ada cerita baru. Ada orang baru yang mungkin pertama kali mendengar kami. Itu yang membuat kami terus melangkah."

Momen Mengharukan di Balik Layar

Bagi mereka yang mengikuti perjalanan 5566 dari awal, kabar world tour ini bukanlah sekadar informasi entertainment biasa. Ini adalah sebuah封存 (penyegelan) dari masa lalu yang pernah begitu cerah, lalu sempat meredup, dan kini kembali menyala.

Dua dekade lalu, 5566 adalah raja. Lagu-lagu seperti我难过 (Wo Nan Guo / Aku Bersedih) danvallencia (sebutkan salah satu lagu mereka yang terkenal) menghiasi setiap radio dan televisi di Asia. Konser-konser mereka selalu Sold Out. Mereka adalah bukti bahwa musik pop Taiwan bisa bersaing di kancah internasional.

Tapi seperti cerita kebanyakan grup musik, masa-masa sulit juga menghampiri. Pergantian anggota, perbedaan arah musik, dan kerasnya industri hiburan membuat mereka harus berpisah untuk sementara waktu. Momen-momen itu, diakui oleh beberapa anggota, adalah yang paling menyakitkan dalam karir mereka.

"Kami pernah berpikir untuk berhenti total," aku salah satu anggota yang meminta namanya tidak disebutkan. "Tapi setiap kali kami mau menyerah, ada saja penggemar yang datang menghampiri. Yang bilang, 'Tolong jangan berhenti. Musik kalian pernah menyelamatkan hidup saya.' Itu yang membuat kami tidak bisa pergi."

Semangat yang Tidak Pernah Padam

World tour 25 tahun ini bukan sekadar perayaan. Bagi 5566, ini adalah sebuah pernyataan. Bahwa mereka tidak pernah benar-benar pergi. Bahwa默契 yang dibangun selama seperempat abad tidak mudah buyar. Bahwa musik mereka masih relevan, masih dibutuhkan, masih mampu menyentuh hati.

Di salah satu cuitan resmi mereka di media sosial, tertera kalimat yang sederhana namun mendalam: "Terima kasih untuk 25 tahun kebersamaan. Ini bukan akhir. Ini adalah awal yang baru." Dalam hitungan menit, ribuan komentar membanjiri kolom tersebut. Dari Taiwan, dari Indonesia, dari Malaysia, dari berbagai penjuru dunia—semua membawa satu pesan yang sama: mereka siap menyambut 5566 kembali.

Bagi generasi baru yang mungkin tidak mengenal 5566, world tour ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal musik pop Mandarin era keemasan. Bagi generasi lama, ini adalah reuni yang sudah lama mereka nanti. Dan bagi 5566 sendiri, ini adalah pembuktian bahwa mimpi tidak mengenal usia, dan perjuangan tidak mengenal batas.

Ketika lima orang itu akhirnya melangkah ke panggung, sorot kamera menyala, dan musik pertama mulai mengalun—mereka tahu, cerita mereka belum selesai. Ini baru bab kedua. Dan bab ini akan ditulis bersama semua orang yang pernah dan akan terus mendukung mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User