Sep 02, 2026
entertainment

Bangkit dari Cancel, Gal Gadot Kembali Bersinar

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, Gal Gadot duduk sendiri. Tangannya menggenggam naskah film terbarunya, The Runner. Di luar jendela, hujan mengguyur kota Los Angeles, tapi matanya justru berb...

Bangkit dari Cancel, Gal Gadot Kembali Bersinar

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, Gal Gadot duduk sendiri. Tangannya menggenggam naskah film terbarunya, The Runner. Di luar jendela, hujan mengguyur kota Los Angeles, tapi matanya justru berbinar. Bukan karena air mata, melainkan karena keyakinan yang kembali tumbuh setelah sekian lama padam. Perjalanan ini, katanya, adalah tentang bangkit dari keterpurukan yang paling dalam.

Saat Dunia Berbalik

Setahun lalu, nama Gal Gadot menjadi buah bibis yang pahit. Film Snow White (2025) yang dibintanginya menuai kritik keras dan kegagalan di box office. Namun yang lebih menyakitkan adalah gelombang cancel culture yang menghantamnya. Media sosial berubah menjadi medan perang, komentar pedas bertebaran, dan tawaran peran seolah menguap. “Saya merasa seperti kehilangan pijakan,” ujar Gadot dalam sebuah wawancara eksklusif. “Saya bertanya pada diri sendiri, apakah ini akhir dari segalanya?” Momen itu, menurutnya, adalah titik terendah dalam karier dan hidupnya. Ia menghabiskan berhari-hari di kamar, merenung, menangis, dan hampir menyerah.

Mimpi yang Tak Padam

Tapi di balik layar, ada secercah harapan yang tak pernah benar-benar mati. Gadot mengisahkan bahwa saat ia hampir meletakkan karier, sebuah naskah tiba-tiba muncul di mejanya. Judulnya The Runner. Sebuah cerita tentang seorang atlet yang jatuh dan bangkit kembali. “Saya membaca naskah itu dalam satu malam,” kenangnya dengan suara bergetar. “Karakter utama itu seperti cermin bagi saya. Ia berjuang melawan rasa sakit, keraguan, dan dunia yang menolaknya. Saya tahu saya harus mengambil peran ini.” Keputusan itu menjadi titik balik. Ia mulai berlatih fisik, mendalami psikologi tokoh, dan perlahan-lahan menemukan kembali gairah yang sempat hilang. “Setiap adegan adalah terapi,” tambahnya. “Saya menangis di depan kamera, tapi itu air mata pemulihan.”

Kembali ke Pelukan Layar

Kini, The Runner siap dirilis. Film ini bukan sekadar proyek komersial, melainkan sebuah pernyataan pribadi. Gadot mengaku bahwa proses syuting adalah momen mengharukan yang penuh perjuangan. Ia harus membangun kembali kepercayaan diri yang hancur. “Ada satu adegan di mana karakter saya jatuh di lintasan lari,” ceritanya. “Sutradara meminta saya untuk benar-benar merasakan sakitnya. Saya ingat, saat itu saya berpikir tentang semua hinaan yang saya terima. Saya bangkit, dan air mata mengalir. Bukan karena peran, tapi karena saya sadar: Saya masih bisa berdiri.” Momen itu, kata Gadot, adalah momen paling jujur dalam hidupnya. Di balik layar, kru film pun ikut terharu. Mereka menyaksikan seorang bintang yang jatuh, lalu bangkit dengan kepala tegak.

Kisah Gal Gadot adalah pengingat bahwa bahkan di tengah badai, ada peluang untuk memulai lagi. “Saya tidak akan pernah melupakan tahun lalu,” ujarnya sambil tersenyum. “Tapi saya lebih memilih untuk fokus pada hari ini. Saya di sini, dengan film yang saya cintai, dan saya siap berlari lagi.” Dari ruangan kecil yang sunyi, ia kini kembali ke panggung dunia. Sebuah perjalanan yang sederhana, namun penuh inspirasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User