Sep 19, 2026
Jawa Barat

BANDUNG — Temuan BPK Rp 2,7 Miliar Hentikan Kegiatan CFD Buahbatu

Halo pembaca Beritaseputar.com! Keputusan Pemerintah Kota Bandung untuk menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Buahbatu memicu

BANDUNG — Temuan BPK Rp 2,7 Miliar Hentikan Kegiatan CFD Buahbatu

Halo pembaca Beritaseputar.com! Keputusan Pemerintah Kota Bandung untuk menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Buahbatu memicu gelombang kekecewaan dari berbagai lapisan masyarakat. Langkah drastis ini diambil setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian keuangan daerah yang nilainya sangat fantastis, yakni mencapai Rp 2,7 miliar. Penghentian ruang publik ini mendadak menjadi sorotan tajam, terutama dari kelompok masyarakat yang mengandalkan ajang mingguan tersebut.

Salah satu pihak yang paling vokal menyayangkan penutupan ini adalah Komunitas Buah Batu Corps (BBC). Organisasi kemasyarakatan tersebut menilai bahwa penghentian CFD merupakan tindakan gegabah yang merugikan warga serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut mereka, masalah temuan administrasi dan indikasi kebocoran anggaran seharusnya diselesaikan melalui perbaikan tata kelola, bukan dengan menutup total kegiatan yang memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal.

Dampak Penghentian CFD dan Kekecewaan Komunitas Lokal

Kawasan Jalan Buahbatu selama ini tidak sekadar menjadi ajang berolahraga pagi bagi warga Kota Kembang. Setiap pekan, ribuan orang berkumpul untuk berinteraksi sosial sekaligus mendorong roda ekonomi kerakyatan. Keputusan mendadak akibat laporan BPK ini dinilai mematikan mata pencaharian ratusan pedagang kecil yang menggantungkan omzet mingguan mereka di area CFD.

"Kami sangat menyesalkan jika kegiatan rakyat di Jalan Buahbatu ini harus ditiadakan hanya karena temuan BPK. Harusnya yang dibenahi adalah sistem manajemen dan oknum pengelolanya, bukan malah mematikan ruang publik dan rezeki pedagang kecil," tegas perwakilan Komunitas Buah Batu Corps (BBC).

Komunitas menilai Pemkot Bandung kurang bijak dalam merespons hasil audit tersebut. Penghentian CFD tanpa menyajikan solusi alternatif bagi pelaku UMKM dianggap sebagai langkah pembuktian lemahnya manajemen pengawasan dari dinas terkait.

Kronologi dan Analisis Temuan Audit BPK Senilai Rp 2,7 Miliar

Munculnya angka temuan BPK sebesar Rp 2,7 miliar mengindikasikan adanya kelemahan serius dalam tata kelola pendapatan daerah dari penyelenggaraan CFD. Berdasarkan evaluasi laporan keuangan, temuan tersebut mencakup masalah pengelolaan retribusi parkir, sewa tempat pedagang, hingga kerja sama sponsor yang tidak disetorkan secara transparan ke kas daerah.

Berikut adalah urutan kejadian yang memicu penghentian kegiatan CFD di kawasan Jalan Buahbatu Bandung:

  1. Penyelenggaraan Rutin CFD: Kegiatan CFD Buahbatu berjalan setiap akhir pekan dan menjadi pusat keramaian baru masyarakat serta pelaku usaha mikro.
  2. Pemeriksaan LKPD oleh BPK: BPK melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bandung dan menemukan ketidaksesuaian laporan retribusi.
  3. Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP): BPK mencatat potensi kerugian atau ketidaktransparanan tata kelola keuangan mencapai Rp 2,7 miliar dalam periode pengelolaan CFD.
  4. Penghentian Kegiatan: Pemkot Bandung memutuskan menghentikan kegiatan CFD di Buahbatu untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan regulasi.

Untuk memahami gambaran dampak penutupan ini secara lebih terstruktur, berikut adalah tabel perbandingan kondisi sebelum dan sesudah berlakunya keputusan penghentian CFD:

Indikator Evaluasi Kondisi Sebelum Penghentian Kondisi Setelah Penghentian
Status Tata Kelola Keuangan Indikasi potensi kerugian BPK Rp 2,7 Miliar Proses audit ulang dan pembenahan regulasi Pemkot
Aktivitas Ekonomi UMKM Ratusan pedagang berjualan secara aktif tiap pekan Pedagang kehilangan akses lapak dan pendapatan mingguan
Fungsi Ruang Publik Bebas polusi, area olahraga dan rekreasi warga Kembali ke fungsi jalan raya untuk kendaraan bermotor
Respons Komunitas Warga Mendukung penuh keberlangsungan acara Menyesalkan penutupan dan menuntut transparansi

Mendorong Digitalisasi dan Transparansi Tata Kelola CFD

Menanggapi polemik ini, sejumlah pengamat kebijakan publik menyarankan agar Pemkot Bandung segera memodernisasi sistem pemungutan retribusi di area publik. Penggunaan metode pemungutan manual terbukti rentan terhadap praktik kebocoran anggaran yang berujung pada temuan BPK. "Digitalisasi pembayaran retribusi untuk pedagang dan perparkiran di kawasan CFD adalah kunci utama agar potensi kebocoran seperti kasus Rp 2,7 miliar ini tidak terulang kembali," ungkap seorang ahli manajemen publik.

Masyarakat kini menantikan ketegasan Pemerintah Kota Bandung untuk segera menyelesaikan masalah administrasi tersebut. Komunitas BBC bersama warga berharap kawasan CFD Jalan Buahbatu dapat segera dibuka kembali dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan pedagang kecil.

CFD Jalan Buahbatu dihentikan imbas temuan BPK dengan potensi kerugian negara hingga Rp 2,7 Miliar. Komunitas warga menyesalkan penutupan ruang publik ini. Baca artikel selengkapnya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User