Sep 18, 2026
Hukum

Band Kotak Hentikan Konser di Kota Tua Akibat Pelemparan Gas

Keseruan panggung musik di kawasan ikonik Kota Tua, Jakarta Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Grup band rock legendaris tanah air, Kotak, terpaksa

Band Kotak Hentikan Konser di Kota Tua Akibat Pelemparan Gas

Keseruan panggung musik di kawasan ikonik Kota Tua, Jakarta Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Grup band rock legendaris tanah air, Kotak, terpaksa mengambil keputusan berat dengan menghentikan aksi panggung mereka lebih awal setelah terjadi insiden pelemparan tabung gas misterius ke arah kerumunan penonton dan area panggung.

Vokalis Kotak, Tantri Syalindri, bersama rekan-rekannya, Chua (bass) dan Cella (gitar), mulanya tampil memukau di hadapan ribuan Kerabat Kotak yang memadati area pelataran sejarah tersebut. Namun, atmosfer kegembiraan berubah mencekam saat zat kimia yang diduga gas air mata atau pepper spray dilepaskan oleh oknum tidak bertanggung jawab di tengah kerumunan yang sedang padat.

Kronologi Insiden di Panggung Kota Tua

Berdasarkan keterangan saksi mata dan penuturan tim di lokasi kejadian, rangkaian peristiwa berjalan sangat cepat hingga memaksa pertunjukan dihentikan demi keselamatan bersama:

  1. Pukul 20.15 WIB: Kotak naik ke atas panggung dengan energi penuh, membawakan deretan lagu hit pembuka yang disambut koor massal dari ribuan penonton.
  2. Pukul 20.45 WIB: Di tengah lagu bertempo cepat, muncul kepulan asap dan bau menyengat dari arah barisan penonton bagian depan-tengah. Penonton mulai terbatuk-batuk hebat dan saling dorong untuk menjauh.
  3. Pukul 20.50 WIB: Efek gas mulai mencapai area panggung. Tantri dan personel lainnya mengalami perih di mata serta sesak napas ringan saat bernyanyi.
  4. Pukul 20.55 WIB: Melihat situasi yang tidak kondusif dan banyak penonton anak-anak serta remaja pingsan, Tantri secara tegas memberi isyarat kepada tim audio untuk mematikan musik dan menghentikan pertunjukan.
  5. Pukul 21.15 WIB: Petualangan konser resmi dibubarkan, dan tim medis langsung bergerak cepat mengevakuasi korban yang terpapar efek gas ke posko darurat.

Prioritaskan Keselamatan, Tantri Buka Suara

Melalui pernyataan resminya pascapertunjukan, Tantri Syalindri menegaskan bahwa keselamatan penonton jauh lebih berharga daripada melanjutkan daftar lagu yang tersisa. Aksi pelemparan zat berbahaya di tengah kerumunan massal dinilai sangat fatal dan merugikan banyak pihak.

"Kami tidak punya pilihan lain selain menghentikan konser. Musik adalah ruang untuk bersenang-senang, bukan untuk membahayakan nyawa orang lain. Begitu melihat mata penonton memerah, sesak napas, dan suasana mulai ricuh, kami sepakat keselamatan kalian adalah yang utama," ujar Tantri dalam klarifikasinya.

Pihak kepolisian dan panitia penyelenggara setempat kini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini. Petugas memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi Kota Tua guna mengidentifikasi pelaku yang membawa dan menyemprotkan zat terlarang tersebut ke dalam area konser terbuka.

Catatan Penting Keamanan Acara Terbuka

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi promotor dan petugas keamanan acara publik, terutama konser ruang terbuka (outdoor) yang gratis dan dihadiri puluhan ribu orang tanpa pembatas ketat. Standar pemeriksaan barang bawaan di pintu masuk perlu dievaluasi total agar barang-barang berbahaya seperti kembang api, flare, senjata tajam, hingga gas kimia tidak bisa lolos ke area penonton.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User