Sep 18, 2026
Nasional

Xi Jinping Dorong Negara BRICS Jaga Rantai Pasok Global

Ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, mulai memicu kekhawatiran serius t

Xi Jinping Dorong Negara BRICS Jaga Rantai Pasok Global

Ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, mulai memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi dunia. Menanggapi ancaman disrupsi logistik dan energi tersebut, Presiden China Xi Jinping secara tegas menyerukan kepada seluruh negara anggota serta mitra aliansi BRICS yang baru diperluas untuk memperkuat soliditas dan bersama-sama menjaga keamanan rantai pasok industri global.

Seruan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya risiko gangguan jalur distribusi internasional yang berpotensi memicu lonjakan harga komoditas dan inflasi global. Xi menekankan bahwa kelompok BRICS memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi untuk memastikan arus perdagangan antarnegara tetap berjalan lancar tanpa hambatan sepihak.

Ketegangan Geopolitik Membayangi Jalur Perdagangan Vital

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai urat nadi distribusi minyak mentah dunia, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak global melintasi perairan sempit tersebut setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini dinilai langsung memberikan efek domino terhadap biaya pengapalan, asuransi maritim, hingga ketersediaan bahan baku industri manufaktur di berbagai belahan dunia.

"Negara-negara anggota dan mitra BRICS harus berdiri di garis terdepan dalam menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global, menolak proteksionisme, serta memastikan kerja sama ekonomi yang inklusif di tengah dinamika keamanan yang bergejolak," tegas Presiden Xi Jinping dalam pidato arahannya.

Kronologi dan Langkah Strategis Pengamanan Pasokan

Untuk mengantisipasi memburuknya krisis di jalur perdagangan internasional, BRICS diarahkan untuk segera mengeksekusi beberapa langkah taktis secara terstruktur:

  1. Pemetaan Jalur Alternatif: Mengidentifikasi rute logistik darat dan maritim sekunder yang lebih aman dari potensi konflik bersenjata guna meminimalisasi ketergantungan pada satu titik perlintasan rawan.
  2. Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal: Mendorong percepatan penyelesaian transaksi dagang menggunakan mata uang lokal (local currency settlement) antarnegara anggota guna mengurangi volatilitas nilai tukar akibat gejolak geopolitik.
  3. Penyelarasan Cadangan Energi Strategis: Mengoordinasikan manajemen stok energi dan pangan darurat di antara negara produsen dan konsumen utama di dalam blok BRICS.

Implikasi Luas bagi Negara Berkembang

Ekspansi keanggotaan BRICS yang kini mencakup kekuatan ekonomi baru di kawasan Timur Tengah dan Afrika dinilai menjadi momentum tepat untuk merumuskan arsitektur ketahanan pasokan mandiri. Negara-negara berkembang, termasuk mitra strategis di Asia Tenggara, sangat berkepentingan terhadap stabilitas ini demi menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik.

Berikut adalah poin-poin kunci fokus kerja sama yang didorong oleh Beijing bersama mitra BRICS:

  • Mencegah fragmentasi perdagangan internasional akibat sanksi sepihak dan ketegangan militer.
  • Membangun infrastruktur pelabuhan dan jaringan kereta lintas negara yang terintegrasi.
  • Menjamin ketersediaan pasokan pupuk, pangan olahan, dan komponen teknologi manufaktur bagi negara-negara Global South.

Melalui konsolidasi ini, BRICS berupaya membuktikan perannya bukan sekadar forum diplomasi politik, melainkan pilar penyeimbang ekonomi global yang mampu memberikan solusi nyata saat jalur perdagangan dunia menghadapi ancaman krisis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User