Aug 26, 2026
Nasional

Umat Islam Peringati Maulid Nabi, Membaca Al-Qur'an Jadi Tradisi Utama

Suasana syahdu dan meriah menyelimuti berbagai penjuru Indonesia seiring datangnya bulan Rabiul Awal. Spanduk hijau bermotif kaligrafi berkibar di depan ma

Umat Islam Peringati Maulid Nabi, Membaca Al-Qur'an Jadi Tradisi Utama

Suasana syahdu dan meriah menyelimuti berbagai penjuru Indonesia seiring datangnya bulan Rabiul Awal. Spanduk hijau bermotif kaligrafi berkibar di depan masjid, pengeras suara mengalunkan irama shalawat, sementara anak-anak dan remaja sibuk berlatih membaca Al-Qur'an guna mengikuti lomba tilawah yang menjadi rangkaian tetap peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Peringatan hari lahir Nabi Muhammad saw telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan jutaan umat Islam di Tanah Air. Masjid, musala, balai desa, hingga pelataran rumah warga berubah fungsi menjadi panggung syukur. Tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada tahun 571 Masehi atau Tahun Gajah di Kota Makkah, Arab Saudi.

Sejarah Panjang Tradisi Maulidan

Memperingati kelahiran Sang Nabi sesungguhnya bukan fenomena modern. Praktik ini telah tumbuh sejak berabad-abad silam ketika para ulama menyelenggarakan majelis-majelis ilmu untuk menceritakan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. Di Indonesia, tradisi tersebut berakar kuat sejak proses islamisasi Nusantara yang masuk melalui jalur perdagangan dan dakwah para wali.

"Maulidan pada hakikatnya adalah sarana meneladani akhlak Rasulullah saw. Peringatan tanpa pemahaman makna hanya akan menjadi seremoni belaka," ungkap seorang penceramah dalam tausiyah maulidan yang digelar di sebuah masjid di Jakarta.

Kehadiran peringatan maulid juga menjadi momentum mempererat silaturahmi. Warga bergotong royong menyiapkan konsumsi, menghias tempat acara, hingga menata panggung hiburan religius yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lanjut usia.

Membaca Al-Qur'an, Inti Perayaan Maulidan

Salah satu rangkaian yang tak pernah hilang dari peringatan maulid adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Majelis tilawah biasanya membuka acara, disusul tadarus bersama, hingga lomba hafalan Al-Qur'an antaranak usia sekolah. Kegiatan ini diyakini membawa keberkahan sekaligus menjadi wujud cinta umat kepada kitab yang diturunkan melalui Rasulullah saw.

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya," demikian sabda Nabi Muhammad saw sebagaimana diriwayatkan HR Tirmidzi.

Tidak berhenti pada pembacaan, sejumlah panitia turut menyelenggarakan seminar tajwid dan tahsin agar jamaah dapat memperbaiki cara membaca Al-Qur'an. Pendekatan ini membuat peringatan maulid tidak berhenti pada aspek seremonial, melainkan memberi bekal ilmu yang bertahan seumur hidup bagi para pesertanya.

Warna-Warni Tradisi Maulidan di Nusantara

Kekayaan budaya Indonesia melahirkan corak perayaan maulid yang beragam di tiap daerah. Setiap wilayah memiliki ciri khas yang diwariskan lintas generasi:

  • Aceh mengenal rapa'i pasè atau dikeudang, pertunjukan rebana yang mengiringi pembacaan kisah kelahiran Nabi.
  • Yogyakarta dan Surakarta merayakan Sekaten, pasar rakyat besar yang berlangsung lebih dari sepekan di sekitar keraton.
  • Kalimantan Selatan memiliki tradisi Syarikan Habsyi, pembacaan maulid barzanji secara massal.
  • Cikoang, Sulawesi Selatan menggelar peringatan maulid besar yang telah berumur ratusan tahun.
DaerahTradisi Khas
AcehRapa'i pasè (dikeudang)
JawaSekaten dan barzanji
Kalimantan SelatanSyarikan Habsyi
Sulawesi SelatanMaulid Cikoang

Nilai Spiritual di Balik Perayaan

Di balik gemerlap perayaan tersimpan pesan mendalam: membangkitkan semangat meneladani Rasulullah saw. Para ulama menegaskan bahwa esensi maulid terletak pada peningkatan kecintaan kepada Nabi, yang bukti nyatanya adalah mengamalkan sunnah serta memperbanyak membaca Al-Qur'an dan bershalawat.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya."

Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi titik tolak kebangkitan generasi Qurani. Semakin luas majelis tilawah dibuka, semakin besar pula harapan lahirnya generasi yang mengenal, mencintai, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

[SOCIAL_TWEET]: Suasana maulidan meriah! 🕌 Dari lomba tilawah hingga Sekaten, begini warna-warni peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Indonesia. #MaulidNabi #AlQuran [SOCIAL_TG]: 📖 MAULID NABI & TRADISI AL-QUR'AN — 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Simak sejarah, ragam tradisi daerah, dan nilai spiritual di balik perayaannya hanya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User