Sep 19, 2026
Nasional

Ulama Ingatkan Bahaya Maksiat yang Menjadikan Manusia Lupa Diri

Dalam menjalani dinamika kehidupan sehari-hari, godaan untuk berbuat salah dan melanggar aturan agama sering kali datang silih berganti. Namun, banyak oran

Ulama Ingatkan Bahaya Maksiat yang Menjadikan Manusia Lupa Diri

Dalam menjalani dinamika kehidupan sehari-hari, godaan untuk berbuat salah dan melanggar aturan agama sering kali datang silih berganti. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa perbuatan maksiat bukan sekadar pelanggaran hukum moral biasa. Di balik kenikmatan sesaat yang ditawarkan, ada dampak spiritual mendalam yang perlahan tapi pasti merusak kesadaran manusia, menjauhkannya dari Allah SWT, hingga membuatnya lupa akan hakikat dirinya sendiri.

Para pemuka agama kerap mengingatkan bahwa kemaksiatan bekerja layaknya racun yang melumpuhkan kepekaan batin. Ketika seseorang terbiasa berbuat dosa tanpa diiringi penyesalan dan pertaubatan, hatinya akan tertutup oleh noda hitam spiritual. Kondisi inilah yang menjadi awal mula kehancuran nurani, di mana seseorang merasa nyaman dalam kelalaian dan kehilangan arah tujuan hidup yang sejati.

Siklus Bahaya: Dari Melupakan Tuhan Menuju Lupa Diri

Peringatan tegas mengenai fenomena ini telah diabadikan dalam berbagai literatur keagamaan, termasuk dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 19. Ayat tersebut mengingatkan umat manusia agar tidak meniru orang-orang yang melupakan Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Orang-orang dalam kategori ini digolongkan sebagai kaum yang fasik—mereka yang keluar dari ketaatan.

"Dosa yang dilakukan secara terus-menerus akan mematikan kepekaan kalbu. Saat seseorang berpaling dari Allah, hukuman terberatnya bukan hanya hilangnya nikmat lahiriah, melainkan dicabutnya kesadaran untuk merawat keselamatan jiwanya sendiri di akhirat kelak," ujar Ustaz Ahmad Fauzan dalam sebuah kajian tematik di Jakarta.

Ketika seseorang telah dibuat lupa terhadap dirinya sendiri, ia tidak lagi peduli pada hal-hal yang membawa maslahat atau bahaya bagi masa depannya. Fokus hidupnya menyempit hanya pada pemenuhan hawa nafsu jangka pendek, sementara keselamatan spiritual dan bekal akhirat sepenuhnya terabaikan.

Dampak Nyata Kemaksiatan dalam Kehidupan Manusia

Secara psikologis dan spiritual, terjebak dalam lingkaran maksiat membawa sejumlah konsekuensi buruk yang nyata terasa dalam keseharian. Beberapa dampak utama tersebut antara lain:

  • Kegalauan Hati yang Berkepanjangan: Hati orang yang gemar bermaksiat akan selalu dirundung rasa cemas, hampa, dan tidak tenang meski dikelilingi kemewahan materi.
  • Sulit Menerima Nasihat Kebaikan: Hati yang tertutup noda dosa menjadi keras dan resisten terhadap peringatan moral maupun kebenaran.
  • Kehilangan Keberkahan Waktu dan Usia: Hari-hari yang dilalui terasa sia-sia tanpa adanya karya atau amal ibadah yang bermakna.
  • Terjebak dalam Sifat Fasik: Munculnya sikap berani menentang perintah agama secara terang-terangan tanpa ada rasa malu atau bersalah.

Pentingnya Muhasabah dan Pintu Taubat

Kendati bahaya maksiat begitu nyata, harapan untuk memperbaiki diri selalu terbuka lebar. Islam mengajarkan bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang lurus. Langkah awal untuk memutus rantai kemaksiatan adalah dengan melakukan muhasabah atau introspeksi diri secara jujur.

Memperbanyak istighfar, mencari lingkungan pergaulan yang positif, serta memperdalam ilmu agama menjadi benteng utama agar seseorang tidak tergelincir ke jurang kefasikan. Menjaga kesadaran akan kehadiran Tuhan adalah kunci agar manusia senantiasa mengenali hakikat dirinya dan meraih ketenangan hidup yang sejati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User