Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali diselimuti kepulan asap pekat. Amukan si jago merah dilaporkan kembali melanda sejumlah titik vegetasi savana dan lereng bukit di kawasan wisata ikonik Jawa Timur tersebut. Petugas gabungan berpacu dengan waktu guna menjinakkan api yang terus merambat cepat akibat hembusan angin kencang serta vegetasi kering.
Hingga Jumat petang, kepulan asap masih terlihat membubung di beberapa lereng curam yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, dan para relawan bergerak cepat melancarkan operasi pemadaman terpadu, baik melalui jalur darat maupun udara.
Kronologi Titik Api dan Perkembangan Pemadaman
Berdasarkan laporan di lapangan, kemunculan titik api mulai terpantau sejak dini hari dan menyebar secara sporadis. Berikut adalah rangkaian kronologi penanganan kebakaran di kawasan Bromo:
- Pukul 06.00 WIB: Petugas patroli TNBTS mendeteksi kepulan asap pertama di area tebing savana dan langsung menerjunkan tim awal untuk asesmen situasi.
- Pukul 09.30 WIB: Angin kencang memicu kobaran api meluas ke lereng-lereng perbukitan, sehingga BPBD memutuskan membentuk posko darurat pemadaman.
- Pukul 13.00 WIB: Operasi water bombing resmi diaktifkan untuk menggempur titik api pada area jurang terjal yang tidak memungkinkan dimasuki personel darat.
- Pukul 16.30 WIB: Tim darat berhasil mengisolasi rembetan api di area batas vegetasi datar, sementara helikopter pendingin menyelesaikan beberapa sorti penyiraman air.
"Fokus utama kami hari ini adalah memutus jalur api agar tidak mendekati area permukiman warga dan jalur utama wisata. Pemadaman lewat darat terkendala tebing yang sangat curam, sehingga bantuan water bombing sangat krusial," terang perwakilan tim pengendali kebakaran hutan dan lahan di lokasi kejadian.
Strategi Gabungan Darat dan Udara
Kombinasi cuaca terik serta tiupan angin khas pegunungan membuat semak belukar yang mengering sangat mudah tersulut. Untuk mengatasi medan yang ekstrem, petugas menerapkan dua skema pemadaman sekaligus:
- Pemadaman Manual Jalur Darat: Ratusan personel gabungan diterjunkan membawa gepyok (alat pemukul api tradisional), cangkul, serta tangki air punggung untuk membuat sekat bakar penahan api.
- Operasi Water Bombing: Helikopter bom air dikerahkan untuk menjatuhkan ribuan liter air tepat di pusat titik api pada tebing-tebing berkemiringan ekstrem.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Otoritas pengelola taman nasional mengimbau masyarakat dan para pelaku wisata untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pengunjung dilarang keras menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau membawa benda-benda yang memicu percikan api di sekitar kawasan savana.
Hingga kini, petugas masih terus bersiaga melakukan proses pendinginan (mopping up) guna mengantisipasi bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali saat malam hari.
Comments (0)