Sep 18, 2026
Hukum

Tiga ASN Jayawijaya Ditembak, KemenHAM Desak Pelaku Ditindak Tegas

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyuarakan kecaman keras atas insiden penembakan yang menimpa tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertan

Tiga ASN Jayawijaya Ditembak, KemenHAM Desak Pelaku Ditindak Tegas

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyuarakan kecaman keras atas insiden penembakan yang menimpa tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa kekerasan bersenjata yang menyasar para abdi negara ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia sekaligus ancaman nyata bagi keberlangsungan pelayanan publik di wilayah pelosok.

KemenHAM menegaskan bahwa aksi kekerasan semacam ini tidak boleh ditoleransi dengan alasan apa pun. Lembaga tersebut meminta aparat penegak hukum segera bergerak cepat untuk mengusut tuntas tragedi berdarah tersebut hingga ke akar-akarnya, serta menyeret para pelaku ke meja hijau agar menerima sanksi yang setimpal sesuai hukum yang berlaku.

Desakan Pengusutan Tuntas Tanpa Pandang Bulu

Pihak KemenHAM menilai penembakan terhadap ASN yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan dan pengabdian masyarakat merupakan tindakan yang mencederai rasa keadilan. Penegakan hukum yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama untuk memulihkan rasa aman masyarakat di Jayawijaya.

"Kami mendesak agar kasus penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya ini diusut secara tuntas. Pelakunya harus segera ditangkap dan diadili sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku demi menjunjung tinggi supremasi hukum dan keadilan bagi para korban," tegas perwakilan KemenHAM dalam pernyataannya.

KemenHAM juga menyoroti pentingnya penanganan medis optimal serta pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga yang terdampak. Rasa trauma mendalam akibat serangan bersenjata tidak boleh dibiarkan tanpa pemulihan yang memadai dari instansi terkait.

Pentingnya Jaminan Keamanan bagi Pelayan Publik

Para aparatur sipil negara di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Papua Pegunungan memegang peranan krusial dalam memajukan kesejahteraan masyarakat lokal. Serangan terhadap petugas dinas pertanian dinilai sangat disayangkan karena mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan mendampingi para petani lokal.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, KemenHAM menekankan beberapa poin krusial yang perlu menjadi perhatian bersama:

  • Investigasi Menyeluruh: Aparat keamanan gabungan TNI-Polri perlu mengidentifikasi kelompok pelaku serta motif di balik serangan mematikan tersebut.
  • Peningkatan Proteksi Keamanan: Penguatan sistem pengamanan di area kerja ASN yang berisiko tinggi demi menjamin keselamatan mereka saat bertugas di lapangan.
  • Penegakan Hak Asasi Manusia: Memastikan seluruh warga negara, termasuk para pekerja sipil, mendapatkan hak dasar atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman kekerasan.

Menjaga Harapan Pembangunan di Tanah Papua

Kekerasan yang terus berulang dikhawatirkan dapat mengganggu roda pemerintahan daerah dan memperlambat laju pembangunan kesejahteraan sosial di Jayawijaya. Ketika pelayan publik merasa terancam, masyarakat umum lah yang pada akhirnya paling merasakan dampak kerugiannya.

Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, serta aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang dialog yang konstruktif sekaligus menjaga stabilitas keamanan. Rasa damai dan keadilan harus menjadi fondasi utama agar pelayanan publik dan pembangunan pertanian di Tanah Papua dapat terus berjalan tanpa dibayangi ketakutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User