Aug 25, 2026
entertainment

Taiwan Resmi Kirim 'A Foggy Tale' Jadi Wakilnya di Oscar 2027

Kabar itu tiba seperti kabut pagi yang perlahan menyingkap bukit: pelan, sunyi, tapi mengubah segalanya. Taiwan resmi menetapkan A Foggy Tale sebagai film yang akan mewakili negaranya di ajang Academy...

Taiwan Resmi Kirim 'A Foggy Tale' Jadi Wakilnya di Oscar 2027

Kabar itu tiba seperti kabut pagi yang perlahan menyingkap bukit: pelan, sunyi, tapi mengubah segalanya. Taiwan resmi menetapkan A Foggy Tale sebagai film yang akan mewakili negaranya di ajang Academy Awards 2027, tepatnya dalam kategori Best International Feature Film. Nama itu kini tercatat dalam sejarah perfilman Taiwan, membawa serta harapan jutaan penonton yang menanti momen keemasan negeri Formosa di panggung paling bergengsi di dunia perfilman internasional.

Keputusan ini bukanlah sesuatu yang lahir dalam semalam. Di balik layar, proses pemilihan film perwakilan negara selalu berlangsung alot, penuh pertimbangan, bahkan kerap disertai perdebatan sengit di antara para sineas, kritikus, dan akademisi film. Setiap negara hanya boleh mengirimkan satu judul, dan pilihan itu harus mampu mewakili identitas, bahasa, serta denyut nadi sinema sebuah bangsa. A Foggy Tale dinilai berhasil membungkus semua itu dalam satu tayangan yang menyentuh, sebuah kisah yang dipercaya mampu berbicara kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Perjalanan Panjang Menuju Panggung Oscar

Kategori Best International Feature Film adalah salah satu ajang paling dinantikan dalam gelaran Oscar. Tidak seperti kategori lainnya, kategori ini mengumpulkan film-film terbaik dari berbagai penjuru dunia — dari Eropa, Asia, hingga Amerika Latin — dan hanya satu yang boleh keluar sebagai pemenang. Sebelum sampai ke malam puncak, seluruh film yang masuk harus melewati tahap seleksi yang berlapis: kurasi awal, penayangan untuk para anggota akademi, lalu penyusunan daftar pendek (shortlist) yang hanya berisi sekitar lima belas judul.

Bagi Taiwan, menembus tahapan-tahapan itu bukan pekerjaan mudah. Sejak kemenangan fenomenal Crouching Tiger, Hidden Dragon garapan Ang Lee yang merebut Oscar pada awal 2000-an, dunia sempat menaruh perhatian besar pada sinema Taiwan. Namun perjalanan berikutnya tidak selalu mulus. Beberapa tahun terakhir, Taiwan terus mengirimkan karya-karya terbaiknya, dan beberapa di antaranya berhasil menembus shortlist, meski belum kembali meraih kemenangan. Kini, dengan A Foggy Tale, harapan itu kembali menyala.

Kisah yang Menggambarkan Jati Diri Sinema Taiwan

Judul A Foggy Tale sendiri menyimpan daya pikat tersendiri. Kabut, dalam tradisi visual Asia Timur, kerap menjadi simbol misteri, kerinduan, dan ingatan yang samar. Ia hadir di antara yang nyata dan yang tak terkatakan — persis seperti film-film Taiwan yang dikenal piawai meramu emosi dalam kesunyian. Bagi para sineas muda Taiwan, terpilihnya film ini menjadi bukti bahwa kisah-kisah sederhana yang berangkat dari kehidupan sehari-hari tetap punya tempat di panggung dunia.

Pilihan Taiwan ini juga mengirim pesan penting: sinema tidak selalu harus gemerlap untuk diakui. Lewat A Foggy Tale, Taiwan seolah berkata bahwa film terbaik bukan yang paling megah, melainkan yang paling jujur terhadap perasaan manusia. Pendekatan semacam inilah yang selama ini membuat film-film Asia berbahasa Mandarin dan berbahasa lokal lain berhasil menembus hati para juri internasional yang menuntut keaslian cerita di atas segalanya.

Harapan yang Membuncah di Rumah Sendiri

Di Taiwan, kabar ini disambut dengan antusiasme yang sulit disembunyikan. Komunitas pecinta film, para kritikus, hingga generasi muda yang bercita-cita menjadi sineas, sama-sama menaruh harapan pada perjalanan A Foggy Tale di kancah internasional. Bagi mereka, keikutsertaan di Oscar bukan sekadar soal piala, melainkan soal pengakuan bahwa suara dan cerita mereka layak didengar dunia.

Pemilihan film ini pun menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan forum-forum pecinta film. Banyak yang berharap A Foggy Tale mampu mengulang pencapaian film-film Asia yang pernah mengguncang panggung Oscar dengan cerita yang tenang namun menghunjam. Sebagian lainnya memilih bersikap bijak, mengingatkan agar film ini tidak dibebani ekspektasi berlebih — sebab bagi mereka, kehadiran Taiwan di panggung internasional sudah menjadi kemenangan tersendiri.

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap film yang dikirim ke Oscar, ada perjuangan panjang yang jarang terlihat: riset berbulan-bulan, negosiasi yang melelahkan, dana yang dikumpulkan setetes demi setetes, serta kerja tanpa henti para kru yang namanya tak pernah disebut di layar lebar. Semua itu kini bermuara pada satu nama: A Foggy Tale.

Kini mata dunia akan tertuju pada perjalanan film ini. Apakah ia akan menembus shortlist, masuk jajaran nominasi, atau bahkan pulang membawa piala? Semua masih menjadi tanda tanya yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Namun satu hal yang pasti: Taiwan telah berani bermimpi, dan lewat A Foggy Tale, mimpi itu mulai melangkah menuju panggung dunia.

Bagi para pecinta film di Indonesia, kabar ini layak dinantikan. Sebab setiap kali sebuah negara mengirimkan film terbaiknya ke Oscar, kita tidak hanya menyaksikan kompetisi — kita menyaksikan keberanian sebuah bangsa untuk berbagi cerita kepada seluruh dunia. Dan cerita Taiwan kali ini, hadir dalam balutan kabut yang menyimpan sejuta makna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User