Oct 12, 2026
entertainment

Syahrini dan Cerita Gong yang Menghidupkan Panggung Pestapora

Di balik gemerlap lampu panggung Pestapora 2026, ada momen kecil yang jarang terungkap ke publik. Syahrini, penyanyi yang lama menepi dari sorotan, berdiri di balik tirai sembari menggenggam sebuah go...

Syahrini dan Cerita Gong yang Menghidupkan Panggung Pestapora

Di balik gemerlap lampu panggung Pestapora 2026, ada momen kecil yang jarang terungkap ke publik. Syahrini, penyanyi yang lama menepi dari sorotan, berdiri di balik tirai sembari menggenggam sebuah gong berukuran sedang. Bukan gong pusaka, bukan pula properti mewah. Hanya sebuah gong sederhana yang ia bawa dari rumah, benda yang menurutnya punya cerita panjang tentang keberanian untuk kembali.

"Gong ini bukan sekadar alat musik, tapi pengingat kalau saya pernah berhenti dan sekarang memilih untuk bangkit lagi," ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui usai penampilan, seperti dikutip dari liputan media hiburan Tanah Air.

Gong dan Simbol Perjalanan Panjang

Syahrini mengisahkan bahwa gong tersebut sudah lama tersimpan di sudut ruangan rumahnya. Setiap kali ia melihat benda itu, ada dorongan hati untuk kembali ke panggung yang sempat ia tinggalkan. Momen itulah yang kemudian ia bawa ke Pestapora, sebuah festival musik yang mempertemukan berbagai generasi penyanyi dalam satu panggung besar.

"Setiap kali lihat gong itu, saya seperti ditanya, kapan kamu balik? Akhirnya saya jawab dengan berdiri di sini," tuturnya. Baginya, gong bukan hanya gimik komedi, tetapi simbol dari perjalanan yang penuh liku, dari puncak popularitas hingga masa-masa sunyi yang jarang ia ceritakan ke publik.

Partai Baru dan Gimik yang Menghibur

Selain cerita gong, Syahrini juga menyelipkan sejumlah gimik komedi yang membuat penonton tertawa lepas. Salah satunya adalah guyonan soal "partai baru" yang ia sampaikan dengan gaya khasnya, penuh ekspresi dan logat yang mengundang senyum. Ia mengaku sengaja mengemas penampilannya ringan, agar penonton tidak hanya melihat penyanyi yang comeback, tetapi juga sosok yang bisa diajak bercanda.

"Saya ingin orang ketawa dulu, baru nanti mereka dengar lagu saya. Kalau langsung serius, nanti tegang," katanya sambil tersenyum. Gimik itu ia rancang bersama tim kecil di belakang panggung, hasil diskusi singkat yang justru menjadi salah satu momen paling diingat penonton malam itu.

Momen Mengharukan di Balik Layar

Di balik layar, ada satu momen yang membuat Syahrini hampir meneteskan air mata. Seorang penonton muda mendekatinya dan mengaku tumbuh besar dengan lagu-lagunya. "Dia bilang, lagu saya menemani masa SMP-nya. Saya terdiam, karena sadar waktu berjalan cepat," kisahnya. Momen sederhana itu, menurut Syahrini, jauh lebih berharga daripada tepuk tangan panjang yang ia terima.

Ia mengaku sempat ragu menerima tawaran tampil di Pestapora. Rasa takut tidak lagi relevan sempat menghantui. Namun dukungan orang-orang terdekat, termasuk tim dan keluarnya, membuatnya berani melangkah. "Saya berjuang melawan rasa takut itu. Ternyata penonton masih menerima saya dengan hangat," ujarnya dengan suara bergetar.

Bagi Syahrini, comeback bukan soal membuktikan diri kepada siapa pun, melainkan tentang kembali ke tempat yang ia cintai. Gong yang ia bawa malam itu kini akan ia simpan kembali di rumah, namun dengan makna berbeda. "Sekarang gong ini bukan lagi pengingat untuk kembali, tapi kenangan bahwa saya sudah kembali," pungkasnya.

Kisah Syahrini di Pestapora menjadi pengingat bahwa di balik panggung megah, selalu ada perjalanan personal yang menyentuh. Sebuah gong sederhana, guyonan ringan, dan air mata bahagia yang jarang terlihat kamera, semuanya menyatu dalam satu malam yang mengharukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User