Aug 26, 2026
entertainment

Sule Rasakan Getar Bahagia Anak Dekat Suami Baru Nathalie

Sore itu, di sela-sela padatnya jadwal syuting, Sule membuka ponselnya dan menemukan sebuah foto yang membuat ia berhenti sejenak. Dalam gambar, putra kecilnya, Adzam, tampak duduk di pangkuan seorang...

Sule Rasakan Getar Bahagia Anak Dekat Suami Baru Nathalie

Sore itu, di sela-sela padatnya jadwal syuting, Sule membuka ponselnya dan menemukan sebuah foto yang membuat ia berhenti sejenak. Dalam gambar, putra kecilnya, Adzam, tampak duduk di pangkuan seorang pria yang kini telah menjadi bagian dari keluarga mantan istrinya. Tangannya melingkar santai di leher pria itu, sementara wajahnya berseri-seri penuh tawa. Bagi banyak orang, mungkin pemandangan itu sederhana. Namun bagi Sule, itu adalah puncak dari perjalanan panjang seorang ayah yang belajar melepas dan menerima.

Air mukanya tak berubah datar, tetapi di sudut matanya, tergenang sesuatu yang hangat. Bukan luka, bukan cemburu, melainkan kelegaan yang selama ini ia dambakan. Lelaki kelahiran Bandung itu menghela napas panjang, lalu berbisik pada dirinya sendiri, "Inilah yang terbaik untuk dia."

Gelombang Emosi yang Menyentuh

Sule tidak menyangka bahwa waktu akan membawanya pada titik ini. Setelah perceraiannya dengan Nathalie Holscher, ada banyak malam yang ia lewati dengan perenungan: apakah ia bisa tetap menjadi ayah yang baik ketika sang mantan istri memulai hidup baru? Ketika Arif Fadli—atau yang akrab disapa Aripat—masuk ke dalam kehidupan Nathalie dan kemudian resmi menjadi suaminya, kekhawatiran itu sempat muncul. Namun, yang ia saksikan justru sebaliknya. Adzam kecil, yang kala itu masih sangat belia, terlihat begitu cepat akrab dengan Aripat. Bukan sekadar basa-basi, melainkan kelekatan yang tulus, seperti anak dengan sosok orang tua keduanya.

Seorang sahabat dekat Sule menuturkan, sang komedian pernah berkata, "Saat pertama kali lihat video Adzam main bola sama Aripat, saya nangis sendiri di mobil. Bukan karena sedih, tapi karena bersyukur. Dia dapat kasih sayang yang lengkap." Momen-momen seperti itulah yang menjadi bahan bakar bagi Sule untuk terus melangkah.

Perjalanan Seorang Ayah

Menerima kenyataan bahwa mantan istri menikah lagi memang bukan hal mudah bagi siapa pun. Sule mengakui, pada awalnya ada ego yang harus ia taklukkan. Ia harus memisahkan antara perasaannya sebagai mantan suami dan tanggung jawabnya sebagai ayah. Proses itu tidak instan. Ada fase di mana ia merasa gamang, mempertanyakan bagaimana kelak Adzam akan memandangnya. Namun, setiap kali ia menatap mata bulat Adzam, segala ragu itu meleleh.

"Yang paling penting adalah Adzam bahagia dan tahu bahwa ayahnya tetap ada untuk dia," ujar Sule dalam sebuah perbincangan ringan. Ia sadar, kehadiran Aripat bukanlah kompetisi, melainkan penambahan cinta dalam hidup anaknya. Perlahan, ia mulai membangun komunikasi yang sehat dengan Nathalie dan suaminya, demi menciptakan lingkungan yang hangat bagi Adzam.

Harmoni di Tengah Perbedaan

Tak mudah menyatukan dua hati yang pernah terluka, tetapi Sule memilih jalur kedewasaan. Ia sering mengajak Adzam bertemu, bermain, dan menginap di rumahnya. Namun, ia juga tak pernah menghalangi Adzam untuk dekat dengan Aripat. Justru, ia mendukung sepenuhnya. "Saya ingin dia punya banyak panutan yang baik. Aripat orang yang positif, jadi saya tidak khawatir," tuturnya.

Kisah Sule ini menjadi cermin bagi banyak keluarga yang berpisah. Bahwa perceraian tak harus menjadi medan perang abadi. Bahwa anak bisa tumbuh dengan mengenal cinta dari berbagai arah, tanpa harus memilih salah satu. Adzam, dengan kepolosannya, telah menjadi jembatan yang menyatukan dua keluarga dalam semangat kebersamaan.

Pesan untuk Masa Depan

Sule kini lebih sering berbicara tentang harapan daripada penyesalan. Ia membayangkan Adzam tumbuh menjadi anak yang percaya diri, dikelilingi oleh kasih sayang yang melimpah dari ayah kandung, ibu, dan ayah sambungnya. "Setiap kali melihat Adzam tersenyum, saya tahu bahwa semua keputusan sulit di masa lalu tidak sia-sia. Itu adalah hadiah terindah bagi seorang ayah," pungkasnya dengan mata berbinar.

Momen sederhana—seperti foto atau video pendek yang ia lihat di sela-sela kerja—telah menjelma menjadi peneguhan bahwa cinta sejati bagi orang tua adalah ketika ia mampu meletakkan kebahagiaan anak di atas segala ego pribadi. Dan di titik itulah Sule menemukan kedamaian yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User