Oct 10, 2026
entertainment

Suboi Hadirkan Lagu Baru Best Friend di COLORS

Di sebuah studio sederhana dengan dinding berwarna netral dan pencahayaan meredup, seorang perempuan berdiri di depan mikrofon. Tidak ada panggung megah, tidak ada lautan penonton, hanya ruang sunyi y...

Suboi Hadirkan Lagu Baru Best Friend di COLORS

Di sebuah studio sederhana dengan dinding berwarna netral dan pencahayaan meredup, seorang perempuan berdiri di depan mikrofon. Tidak ada panggung megah, tidak ada lautan penonton, hanya ruang sunyi yang menunggu satu suara mengisi ruangnya. Perempuan itu adalah Suboi, nama panggung dari Hà Lâm Trang Anh, rapper, sekaligus penulis lagu asal Vietnam yang kembali menarik perhatian lewat lagu terbarunya, Best Friend.

Penampilannya kali ini dilakukan di COLORS, platform musik asal Jerman yang dikenal karena menyuguhkan penampilan musisi internasional dalam format intim dan minimalis. Setiap artis yang tampil di sana biasanya hanya berdiri di depan latar polos, memperdengarkan karya terbaru mereka tanpa banyak instrumen tambahan. Bagi banyak musisi, tampil di COLORS bukan sekadar sesi rekaman. Ia adalah semacam ruang pengakuan bahwa karya mereka layak didengar dunia.

Perjalanan Seorang Rapper dari Vietnam ke Panggung Dunia

Suboi bukan pendatang baru. Namanya telah lama dikenal di industri musik Vietnam, tempat ia berjuang membangun karier di genre yang waktu itu belum sepenuhnya diterima publik. Hip-hop bukan musik yang mudah dijalani oleh perempuan, apalagi di negara dengan budaya yang cenderung konvensional. Namun dengan lirik yang tajam dan gaya bawaan yang khas, ia perlahan membuktikan bahwa suaranya punya tempat.

Di balik layar kemegahan penampilan di panggung internasional, tersimpan perjalanan panjang yang penuh keraguan dan keputusan sulit. Ia pernah menghadapi momen ketika orang-orang di sekitarnya meragukan pilihan hidupnya. Menjadi musisi rap di Vietnam berarti harus siap dengan pendapat yang beragam, termasuk kritik bahwa musiknya terlalu barat atau terlalu keras bagi telinga penonton lokal. Namun justru tantangan itulah yang membentuk dirinya menjadi artis yang tangguh.

"Musik adalah cara saya berbicara ketika kata-kata biasa tidak cukup," ujarnya dalam berbagai kesempatan ketika berbicara tentang karya-karyanya.

Kutipan semacam itu mencerminkan sisi manusiawi dari seorang musisi yang sering kali hanya dilihat dari sisi gemerlapnya. Bagi Suboi, menulis lagu bukan sekadar mengejar popularitas. Ia melakukannya sebagai cara untuk merawat ingatan, menyalurkan kekecewaan, dan merayakan hal-hal kecil yang sering terlupakan.

Best Friend, Sebuah Lagu tentang Kedekatan yang Sederhana

Lagu Best Friend sendiri mengusuk tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: persahabatan. Judulnya memang terdengar sederhana, namun di situlah kekuatannya. Dalam industri yang sering kali penuh dengan lagu-lagu bertema cinta yang itu-itu saja, Suboi memilih membicarakan tentang seseorang yang selalu ada tanpa perlu banyak janji.

Secara musikal, lagu ini memadukan alur rap yang mengalir dengan melodi yang terasa hangat. Ia tidak terburu-buru membangun ketegangan, melainkan membiarkan ceritanya tumbuh perlahan. Pendengar diajak masuk ke dalam suasana akrab, seolah sedang duduk berdampingan dengan seseorang yang sudah lama dikenal.

Di media sosial, penampilan tersebut menuai beragam tanggapan. Banyak penggemar Vietnam yang merasa bangga karena musisi negaranya kembali menunjukkan diri di kancah global. Sementara pendengar baru dari berbagai negara mencoba mengenal karya Suboi lebih jauh setelah melihat videonya.

Momen Mengharukan di Balik Layar COLORS

Bagi publik, tampil di COLORS mungkin terlihat mudah: datang, menyanyikan lagu, lalu pergi. Namun siapa sangka di balik layar ada begitu banyak persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari pemilihan lagu, latihan vokal, hingga menyesuaikan aransemen agar terdengar maksimal dalam format akustik yang minim.

Ada momen mengharukan ketika sesi rekaman hampir selesai. Tim produksi memberi jeda singkat, dan Suboi sempat berdiri memejamkan mata sejenak. Bukan karena kelelahan semata, melainkan karena lagu itu membawanya pada ingatan tentang orang-orang yang pernah menemaninya di perjalanan sulit. Sahabat, bagi seorang musisi yang menghabiskan banyak waktu jauh dari rumah, sering kali menjadi jangkar yang menjaga mereka tetap berdiri.

Seorang anggota kru mengisahkan bahwa suasana studio sempat hening sebelum akhirnya semua orang bertepuk. Momen sederhana semacam inilah yang jarang terlihat oleh penonton, namun justru menjadi bagian paling manusiawi dari seluruh proses.

Inspirasi untuk Musisi Muda Vietnam

Kisah Suboi tidak hanya tentang satu lagu. Ia adalah inspirasi bagi banyak musisi muda di Vietnam yang bermimpi membawa suara mereka keluar batas negara. Ia menunjukkan bahwa tidak perlu berasal dari industri besar atau memiliki koneksi internasional untuk bisa tampil di panggung dunia. Yang dibutuhkan adalah kerja keras, keberanian, dan keyakinan pada karya sendiri.

Banyak dari mereka mengikuti jejaknya dengan tekun, berlatih di studio-studio kecil, mengunggah karya secara mandiri, dan perlahan membangun audiens. Perjalanan mereka mungkin masih panjang, namun keberhasilan Suboi membuktikan bahwa pintu dunia selalu terbuka bagi mereka yang tidak menyerah.

Di ujung penampilannya, ketika nada terakhir Best Friend perlahan memudar, suasana studio kembali sunyi. Namun sunyi itu terasa berbeda. Ia bukan kekosongan, melainkan ruang yang baru saja diisi cerita tentang persahabatan, perjuangan, dan mimpi yang terus dikejar. Dan bagi seorang rapper dari Vietnam, momen sederhana itu adalah bukti bahwa musik, pada akhirnya, selalu menemukan jalannya untuk didengar dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User