Di sebuah kafe kecil di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, malam itu terasa berbeda. Ardi, 27 tahun, menatap layar ponselnya dengan mata berkaca-kaca. Tangannya gemetar saat membaca notification di grup fans serial Korea. " finally jadi nyata," bisiknya pelan, seolah tidak percaya bahwa sesuatu yang selama ini hanya ia tonton di layar kaca, akan hadir di kotanya sendiri.
Bagi Ardi dan ribuan fans lainnya di Indonesia, kabar kehadiran Squid Game: The Experience di Jakarta bukan sekadar informasi biasa. Ini adalah sebuah momen yang mengubah segalanya.
Dari Layar kaca ke Kehidupan Nyata
Serial yang pertama kali dirilis pada September 2021 itu langsung menggemparkan dunia. Dengan premis yang brutal namun penuh makna sosial, Squid Game berhasil menarik perhatian lebih dari 142 juta rumah tangga di seluruh dunia dalam 28 hari pertama penayangannya. Angka itu menjadikannya serial paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix.
Kini, setelah menunggu hampir lima tahun, fans Indonesia finally bisa merasakan sendiri ketegangan dan emosi yang selama ini hanya mereka saksikan di balik layar. PT Expworld Leisure, perusahaan hiburan asal Korea Selatan, secara resmi mengumumkan bahwa Squid Game: The Experience akan membuka pintunya di Jakarta mulai Oktober 2026.
Yang membuat kabar ini semakin spesial, Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang dipilih untuk menjadi tuan rumah pengalaman imersif ini. Sebuah kehormatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata bagi komunitas fans tanah air yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling passionate di kawasan.
Lebih dari Sekadar Atraksi
Namun di balik euforia dan kegembiraan, ada cerita yang jauh lebih dalam. Cerita tentang bagaimana sebuah karya seni bisa menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang, usia, dan profesi.
"Saya pertama kali menonton Squid Game sendirian di kamar kos pada 2021," kenang Rina, 32 tahun, seorang guru SD di Bekasi. Matanya menerawang saat mengingat masa-masa sulit itu. "Saat itu saya sedang menghadapi masa-masa yang berat, di-PHK dari pekerjaan sebelumnya. Serial itu jadi pelarian, tapi juga pengingat bahwa hidup memang penuh permainan. Yang penting, kita tidak boleh menyerah."
Bagi Rina, kehadiran Squid Game: The Experience di Jakarta bukan sekadar kesempatan untuk berfoto atau merasakan sensasi adrenalin. Ini adalah sebuah perjalanan emosional, sebuah cara untuk mengucapkan terima kasih kepada serial yang pernah menemaninya di saat terpuruk.
"Kalau dulu saya nonton sendirian, kali ini saya mau ajak anak-anak saya. Saya mau mereka lihat bahwa ada cerita tentang orang-orang yang berjuang bertahan hidup, yang tidak mau menyerah meskipun peluangnya sangat kecil," cerita Rina dengan suara bergetar.
Sentimen serupa juga diungkap oleh Dimas, 24 tahun, mahasiswa magister manajemen di Universitas Indonesia. Baginya, Squid Game adalah cerminan tajam dari realitas sosial yang sering kali diabaikan masyarakat.
"Serial ini memaksa kita untuk melihat ketimpangan, melihat bagaimana sistem bisa begitu kejam terhadap orang-orang yang sudah marginal," tegas Dimos. "Ketika saya mendengar pengalaman ini akan datang ke Jakarta, saya langsung berpikir ini akan jadi momen penting. Bukan cuma untuk fans, tapi untuk memulai percakapan yang lebih besar tentang keadilan sosial."
Jakarta sebagai Gerbang Asia Tenggara
Keputusan untuk memilih Jakarta sebagai edisi pertama di Asia Tenggara bukanlah pilihan yang diambil sembarangan. Menurut pernyataan resmi dari pihak penyelenggara, Indonesia dipilih karena beberapa alasan strategis.
Pertama, populasi muda Indonesia yang sangat besar dan dinamis. Dengan lebih dari 270 juta penduduk, di mana mayoritas berada di kelompok usia produktif, Indonesia menawarkan pasar yang sangat potensial untuk pengalaman hiburan berbasis imersif.
Kedua, antusiasme fans Indonesia yang sudah terbukti tinggi terhadap budaya pop Korea. Dari BTS hingga Blackpink, dari drama Korea hingga Squid Game, Indonesia selalu menjadi salah satu pasar terbesar dan paling responsif di kawasan.
Ketiga, dan mungkin yang paling penting, adalah kedalaman koneksi emosional masyarakat Indonesia dengan tema-tema yang diangkat dalam Squid Game. Perjuangan bertahan hidup, ketimpangan sosial, solidaritas di tengah keputusasaan, semua itu adalah realitas yang tidak asing bagi banyak orang di tanah air.
"Kami percaya bahwa Squid Game: The Experience akan resonate secara khusus dengan masyarakat Indonesia," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan resmi mereka. "Jakarta bukan sekadar lokasi, tapi sebuah pernyataan bahwa kami menghargai dan menghormati passion fans di sini."
Bagi Ardi di kafe Blok M itu, kabar ini adalah pembuktian bahwa mimpi tidak pernah salah. Bahwa kesabaran dan ketekunan selalu membuahkan hasil. Malam itu, ia memesan satu cangkir kopi lagi, kali ini dengan senyum yang tidak bisa dihilangkan dari wajahnya.
Oktober 2026 mungkin masih dua tahun lagi. Tapi bagi ribuan fans seperti Ardi, Rina, dan Dimas, perjalanan menuju momen itu sudah dimulai. Dan setiap langkahnya dipenuhi harapan.
Comments (0)