Aug 25, 2026
entertainment

Slipknot Resmi Umumkan Sid Wilson Hengkang Setelah Hampir 30 Tahun

Sebuah notifikasi singkat tiba-tiba membanjiri linimasa para penggemar heavy metal. Di balik layar, kabar yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik akhirnya terjawab: Slipknot mengonfirmasi bahwa kibo...

Slipknot Resmi Umumkan Sid Wilson Hengkang Setelah Hampir 30 Tahun

Sebuah notifikasi singkat tiba-tiba membanjiri linimasa para penggemar heavy metal. Di balik layar, kabar yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik akhirnya terjawab: Slipknot mengonfirmasi bahwa kibordis sekaligus disjoki mereka, Sid Wilson, resmi hengkang. Setelah hampir 30 tahun berjalan bersama, ikatan panjang itu kini harus berakhir. Bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, pengumuman ini terasa seperti babak penutup dari sebuah era yang penuh kenangan dan air mata.

Kabar ini menyebar begitu cepat dan memicu gelombang reaksi emosional. Banyak yang mengaku sulit percaya, sebab Sid Wilson bukan sekadar personel pendukung di balik panggung. Ia adalah bagian dari identitas Slipknot itu sendiri, sosok bertopeng yang berdiri di balik meja putar, mengisi dentuman musik dengan lapisan suara elektronik yang khas. Kepergiannya menandai berakhirnya keterlibatan salah satu anggota terlama yang tersisa di band asal Iowa, Amerika Serikat, tersebut.

Perjalanan yang Dimulai dari Meja Putar

Kisah Sid Wilson bersama Slipknot dimulai pada akhir 1990-an, ketika ia bergabung sebagai anggota termuda di antara sembilan sosok bertopeng. Saat itu, kehadiran seorang disjoki di sebuah band heavy metal masih dianggap sesuatu yang tidak lazim. Namun Sid membuktikan bahwa meja putar bisa menjadi senjata yang sama mematikannya dengan gitar atau drum. Dengan nama panggung DJ Starscream, ia menciptakan tekstur suara yang membuat Slipknot terdengar berbeda dari band metal lain pada zamannya.

Di dalam formasi sembilan anggota yang dikenal dengan nomor masing-masing, Sid Wilson adalah sosok nomor nol. Ia menjelma menjadi salah satu penampil paling liar di atas panggung, melompat, berputar, dan menggoyangkan kepala di belakang perangkatnya seolah tidak mengenal lelah. Perjalanannya selama hampir tiga dekade itu bukan sekadar karier, melainkan persahabatan yang ditempa oleh panggung, tur panjang, dan kerasnya hidup di jalanan.

Lebih dari Sekadar Kibordis dan Disjoki

Bagi banyak penggemar, Sid Wilson adalah bukti bahwa musik tidak mengenal sekat. Ia menjembatani dunia metal dengan nuansa elektronik, menghadirkan lapisan-lapisan suara yang membuat lagu-lagu Slipknot terasa lebih dalam dan penuh kejutan. Perannya mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi di balik layar, kontribusinya ikut membentuk warna musik yang dikenal dunia.

Topeng-topeng yang dikenakan para anggota Slipknot selalu menyimpan cerita, dan topeng Sid Wilson kerap menjadi salah satu yang paling eksentrik. Dari desain yang sederhana hingga yang liar, setiap perubahannya menandai babak baru dalam perjalanan band. Di mata penggemar, ia adalah simbol keberanian untuk menjadi berbeda, bahkan di tengah dunia metal yang keras sekalipun.

Bangkit dari Duka dan Perubahan

Slipknot bukanlah band yang asing dengan kehilangan. Perjalanan mereka diwarnai duka mendalam ketika sang bassis, Paul Gray, berpulang, dan kemudian kehilangan sosok drummer legendarisnya. Setiap kali badai datang, para anggota yang tersisa selalu memilih untuk bangkit, dan Sid Wilson adalah salah satu sosok yang terus berdiri teguh di tengah semua itu. Ia menjadi saksi bagaimana sebuah band bisa tetap utuh meski diterpa berbagai cobaan.

Kini, setelah hampir 30 tahun, giliran babak baru yang harus ditulis. Slipknot memang dikenal kerap melakukan pergantian personel, tetapi kepergian Sid terasa berbeda. Ia bukan hanya anggota, melainkan bagian dari denyut nadi band yang selama ini dianggap abadi. Kepergiannya mengingatkan bahwa di balik topeng dan dentuman keras, ada manusia-manusia yang juga lelah, juga berduka, dan juga sedang mencari jalan masing-masing.

Jejak yang Tidak Mudah Dilupakan

Meski kabar ini meninggalkan kesedihan, jejak yang ditinggalkan Sid Wilson tidak akan mudah pudar. Ribuan penampilan, ratusan lagu, dan jutaan penggemar yang tersentuh oleh energinya adalah warisan yang tidak bisa dihapus oleh satu pengumuman perpisahan. Banyak penggemar kini berharap keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang dan membawa kedamaian bagi semua pihak.

Di masa depan, Slipknot akan terus melangkah, dan Sid Wilson pun akan menempuh jalannya sendiri. Namun bagi mereka yang tumbuh besar mendengarkan dentuman khas Slipknot, nama Sid Wilson akan selalu mengingatkan pada masa ketika sembilan sosok bertopeng berdiri di atas panggung, bersatu dalam mimpi yang sama. Itulah bagian paling menyentuh dari sebuah perjalanan: bukan tentang bagaimana ia berakhir, melainkan bagaimana ia pernah membuat banyak orang merasa tidak sendirian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User