Oct 10, 2026
entertainment

Seni Menaklukkan Bau Amis Ikan Kembung

Di sudut dapur berukuran tak lebih dari tiga kali empat meter itu, seorang ibu berdiri di depan meja kayu yang sudah puluhan tahun setia menemaninya. Tangannya cekatan membersihkan ikan kembung segar ...

Seni Menaklukkan Bau Amis Ikan Kembung

Di sudut dapur berukuran tak lebih dari tiga kali empat meter itu, seorang ibu berdiri di depan meja kayu yang sudah puluhan tahun setia menemaninya. Tangannya cekatan membersihkan ikan kembung segar yang baru saja dibeli dari pasar pagi. Namun ada satu hal yang selalu membuatnya tersenyum getir: bau amis yang menempel keras di sela jari, bahkan setelah berkali-kali dicuci dengan sabun.

"Dulu saya hampir menyerah memasak ikan kembung," kenangnya sambil tertawa kecil. "Suami saya bilang, baunya sampai ke kamar. Tapi sekarang, justru anak-anak yang minta dimasakkan ikan ini hampir setiap hari."

Kisah sederhana seperti itu ternyata dialami banyak orang. Ikan kembung, yang dikenal kaya protein dan harganya ramah kantong, sering kali dijauhi karena aroma khas yang dianggap mengganggu. Padahal, dengan beberapa trik dapur yang diwariskan turun-temurun, bau amis itu bisa ditaklukkan tanpa menghilangkan citarasa gurihnya.

Rahasia Pertama Ada di Air dan Jeruk Nipis

Langkah paling awal yang kerap diabaikan adalah proses pencucian. Setelah ikan dibersihkan dari sisik dan isi perutnya, alangkah baiknya tidak langsung dimasak. Cukup rendam ikan dalam air dingin yang dicampur perasan jeruk nipis atau jeruk lemon selama sepuluh hingga lima belas menit. Asam alami dari jeruk dipercaya mampu menetralkan senyawa penyebab bau amis.

"Jeruk nipis itu penyelamat," ujar seorang pedagang ikan di pasar tradisional yang sudah tiga puluh tahun berjualan. "Banyak pelanggan saya yang awalnya cuma beli sedikit, sekarang borong banyak karena tahu cara mengolahnya."

Setelah direndam, bilas ikan dengan air mengalir sampai benar-benar bersih. Jangan lupa meniriskan hingga kering sebelum diolah, karena sisa air bisa memicu bau tak sedap saat dimasak.

Bumbu Dapur yang Jadi Penyelamat

Memasuki tahap pengolahan, ada sederet bumbu dapur yang bisa diandalkan. Jahe, kunyit, lengkuas, dan daun jeruk bukan sekadar pengharum, tetapi juga berfungsi menghilangkan aroma laut yang menyengat. Irisan jahe yang ditumis bersama bawang putih dan bawang merah akan mengeluarkan aroma harum yang menutupi bau amis sejak awal.

Seorang koki rumahan yang membuka warung makan kecil mengisahkan pengalamannya. "Dulu saya pikir bau amis itu takdir. Ternyata setelah saya belajar menumis bumbu sampai benar-benar matang dan wangi, ikan kembung saya jadi favorit pelanggan. Mereka bahkan tidak sadar yang mereka makan itu ikan kembung."

Selain itu, menambahkan sedikit asam seperti air asam jawa atau tomat juga membantu menyeimbangkan rasa. Kunci utamanya adalah memasak bumbu hingga matang sempurna sebelum ikan dimasukkan, agar aroma langu tidak mendominasi.

Teknik Memasak yang Menentukan Hasil Akhir

Cara mengolah juga berpengaruh besar. Menggoreng ikan dalam minyak panas dengan api sedang akan membuat permukaan ikan cepat tertutup, sehingga bau amis tidak menyebar. Sebaliknya, merebus atau mengukus ikan memerlukan bumbu yang lebih banyak agar aroma tetap terkendali.

Seorang ibu rumah tangga berbagi cerita mengharukan. "Buah hati saya dulu paling anti makan ikan. Setiap kali saya masak, dia menutup hidung. Tapi setelah saya coba resep warisan nenek, ikan kembung goreng dengan bumbu kunyit dan jeruk nipis, sekarang dia yang minta dimasakkan setiap sore. Rasanya seperti menang sesuatu yang besar," tuturnya dengan mata berbinar.

Tak hanya itu, menyajikan ikan selagi hangat juga ampuh membuat aroma lebih sedap. Menambahkan sambal atau lalapan segar di atasnya akan mengalihkan perhatian dari bau yang tersisa.

Pada akhirnya, ikan kembung bukan sekadar bahan makanan murah. Ia menyimpan cerita tentang perjuangan dapur, kehangatan keluarga, dan kebahagiaan sederhana yang hadir lewat hidangan yang berhasil disantap bersama-sama. Dengan sedikit kesabaran dan pengetahuan, bau amis yang dulu dihindari bisa berubah menjadi aroma yang membangkitkan selera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User