Oct 10, 2026
entertainment

Seni Memadupadankan Rok Bunga agar Gaya Tetap Elegan

Di sebuah sudut kafe kecil di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rani Puspita (28) menyesuaikan lipatan rok panjangnya yang bermotif bunga kecil. Tangannya cekatan merapikan sisa kain, lalu ia tersenyum...

Seni Memadupadankan Rok Bunga agar Gaya Tetap Elegan

Di sebuah sudut kafe kecil di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rani Puspita (28) menyesuaikan lipatan rok panjangnya yang bermotif bunga kecil. Tangannya cekatan merapikan sisa kain, lalu ia tersenyum ke arah cermin kecil di meja makannya. Pagi itu, ia sengaja memilih atasan putih polos untuk menemani rok kesayangannya itu. “Dulu aku takut terlihat seperti ibu-ibu pengajian. Sekarang justru ini rok paling sering kupakai,” ujarnya sembari tertawa pelan.

Bagi banyak perempuan, rok bermotif bunga adalah pilihan yang sekaligus menantang. Di satu sisi, motifnya memancarkan keceriaan dan kesan feminin yang kuat. Di sisi lain, salah memadukan warna dan potongan bisa membuat penampilan terlihat ramai, bahkan membingungkan mata. Rani mengaku butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukan formula yang pas. Ia pernah mengalami masa keliru memadukan rok bunga dengan atasan bermotif garis, yang membuat penampilannya seperti kanvas lukisan tak selesai. “Aku sampai ditegur teman kantor. Katanya, ‘Rani, kamu mau ke pesta atau ke pasar?’” kenangnya.

Menemukan Keseimbangan Warna

Perjalanan Rani berubah setelah ia belajar tentang prinsip keseimbangan warna. Ia mulai memilih atasan netral seperti putih, krem, atau hitam ketika mengenakan rok bermotif bunga yang ramai. Sebaliknya, saat rok bunganya berwarna lembut dengan motif besar dan jarang, ia berani bereksperimen dengan atasan berwarna senada. “Yang paling penting itu satu fokus. Kalau roknya sudah jadi bintang, atasannya jangan ikut bersinar,” jelasnya.

Prinsip serupa juga diterapkan oleh Dita Amanda (34), seorang perancang busana asal Bandung. Menurutnya, rok bunga adalah salah satu item paling fleksibel di lemari, tetapi juga paling mudah salah kostum. Ia sering melihat kliennya merasa tidak percaya diri karena motif bunga dianggap terlalu manis untuk acara formal. “Padahal, kuncinya ada pada potongan dan bahan. Rok bunga berbahan satin dengan potongan A-line bisa dipakai ke acara semi-formal kalau dipadukan dengan blazer rapi,” tutur Dita saat ditemui di studionya yang penuh tumpukan kain.

Dita mengisahkan salah satu momen mengharukan ketika seorang kliennya yang berusia 50 tahun datang dengan air mata. Perempuan itu merasa sudah terlalu tua untuk mengenakan rok bunga yang dibelinya di pasar. “Ia bilang, ‘Mbak, saya takut diledek anak saya.’ Saya bilang, coba dulu. Kami padukan dengan atasan linen putih dan blazer abu-abu. Begitu bercermin, ia menangis lagi. Tapi kali ini karena bahagia,” ujar Dita.

Percaya Diri di Atas Segalanya

Di balik persoalan teknik memadupadankan, ada kisah tentang penerimaan diri. Rani mengaku bahwa rok bunga pertamanya adalah pemberian almarhum ibunya. Dahulu, ia menyimpannya rapi di dalam lemari karena takut merusak kenangan. Baru setelah tiga tahun, ia memberanikan diri memakainya. “Aku ingat pesan ibu, ‘Pakai yang bikin kamu bahagia, bukan yang bikin orang lain nyaman,’” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak saat itu, Rani tak lagi ragu. Ia mulai mengunggah foto-foto padu padannya di media sosial. Ternyata, banyak perempuan yang mengirim pesan pribadi, mengaku terinspirasi untuk kembali memakai rok bunga milik mereka yang lama tersimpan. “Ada yang bilang, ‘Kak, aku juga punya rok bunga warisan mama. Besok mau kupakai ke kantor.’ Itu momen yang bikin hati hangat,” ujarnya.

Dita menambahkan, tren mode sebenarnya berputar, tetapi gaya personal selalu berasal dari keberanian. Menurutnya, memadupadankan rok bunga bukan sekadar soal estetika, melainkan soal bagaimana seseorang memaknai tubuh dan ceritanya. “Fesyen yang baik itu yang membuat pemakainya berdiri lebih tegak. Bukan yang membuatnya sibuk membandingkan diri,” tegasnya.

Langkah Sederhana untuk Memulai

Bagi yang ingin mulai memadupadankan rok motif bunga, Rani membagikan beberapa langkah sederhana. Pertama, pilih satu warna dari motif rok, lalu jadikan warna itu sebagai dasar atasan. Kedua, perhatikan proporsi: rok panjang bermotif besar sebaiknya dipadukan dengan atasan yang tidak terlalu longgar. Ketiga, jangan lupa sepatu dan tas yang senada agar tampilan tetap rapi. “Dan yang terakhir, senyum. Itu aksesori paling murah dan paling berpengaruh,” katanya sambil tersenyum.

Di kafe yang mulai ramai itu, Rani bersiap berangkat kerja. Rok bunga biru dengan motif daisy kecil itu ia padukan dengan kemeja putih lengan panjang dan sepatu loafers cokelat. Sebelum melangkah keluar, ia sempat menoleh ke cermin sekali lagi. Bukan untuk memeriksa kerutan atau memastikan tak ada yang salah, melainkan untuk mengingat pesan ibunya. “Setiap kali pakai rok ini, aku merasa ditemani,” ucapnya pelan. Langkahnya ringan menyusuri trotoar, membawa cerita yang mekar di setiap kelopak motif kainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User