Sep 19, 2026
Nasional

Semeru Erupsi Puluhan Kali, PVMBG Larang Warga Dekati Zona Bahaya

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung

Semeru Erupsi Puluhan Kali, PVMBG Larang Warga Dekati Zona Bahaya

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami puluhan kali letusan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Mengingat tingginya potensi bahaya lontaran material pijar dan awan panas guguran, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga serta wisatawan untuk benar-benar mematuhi batas radius aman yang telah ditetapkan.

Dari pos pengamatan visual di Desa Ranupani dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, kepulan asap kawah putih kelabu tebal teramati membubung tinggi ke angkasa. Warga di sekitar lereng pegunungan diimbau untuk tidak lengah dan terus memantau arahan resmi dari pihak berwenang guna mengantisipasi eskalasi aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu bisa meningkat tajam.

Kronologi Peningkatan Aktivitas dan Gempa Letusan

Berdasarkan data seismik yang dihimpun oleh petugas PVMBG sepanjang periode pengamatan terbaru, tercatat dinamika kegempaan yang cukup intensif di tubuh Gunung Semeru:

  1. Periode Dini Hari hingga Pagi: Terjadi puluhan kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo bervariasi, disertai gempa embusan dan gempa guguran material dari arah puncak kawah Jonggring Saloko.
  2. Periode Siang Hari: Asap kawah berwarna putih hingga kelabu tebal terlihat jelas menjulang setinggi 300 hingga 700 meter di atas puncak, mengarah ke sisi tenggara dan selatan.
  3. Periode Sore hingga Malam: Gempa harmonik dan tremor non-harmonik terekam secara berkala, menandakan suplai magma dan pergerakan fluida di bawah kawah masih terus berlangsung secara aktif.
"Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar," tegas petugas PVMBG dalam laporan resminya.

Rekomendasi Zona Bahaya dan Potensi Lahar Dingin

PVMBG merinci beberapa batasan penting yang wajib dipatuhi masyarakat maupun wisatawan demi menghindari risiko korban jiwa saat erupsi berlangsung:

  • Radius Bebas Aktivitas: Tidak boleh ada aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
  • Kewaspadaan Sepanjang Aliran Sungai: Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat.
  • Antisipasi Cuaca Buruk: Hujan deras di area puncak dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin yang membawa material vulkanik padat ke area permukiman di wilayah hilir.

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini terus menyiagakan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini (early warning system). Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diimbau untuk segera mengungsi mandiri apabila mendengar suara gemuruh atau melihat tanda-tanda debit air sungai bercampur material vulkanik meningkat secara mendadak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User