Sep 22, 2026
Nasional

SELAT SUNDA — PFI Minta SAR Sisir Dua Pulau Cari Jurnalis

Kabar mengejutkan datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar perair

SELAT SUNDA — PFI Minta SAR Sisir Dua Pulau Cari Jurnalis

Kabar mengejutkan datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Keberadaan mereka yang belum diketahui hingga kini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya insan pers nasional. Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) bergerak cepat dengan meminta Tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk memperluas jangkauan operasional penyisiran hingga ke pulau-pulau kecil di sekitar kawasan gunung berapi aktif tersebut.

Pencarian kini difokuskan pada titik-titik krusial yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berlindung para jurnalis jika perahu yang mereka tumpangi mengalami kendala teknis atau dihantam ombak besar. Perairan di sekitar Anak Krakatau dikenal memiliki arus yang relatif kuat dan kondisi cuaca yang bisa berubah sangat drastis dalam hitungan menit. Oleh karena itu, langkah pemetaan ulang jalur pencarian menjadi sangat krusial agar keberadaan kelima insan pers tersebut bisa segera terdeteksi.

Dua Pulau Jadi Titik Fokus Pencarian Basarnas

Ketua PFI menegaskan bahwa fokus penyisiran setidaknya harus menyentuh dua pulau utama di gugusan Krakatau, yakni Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Kedua daratan ini kerap menjadi area darurat bagi nelayan maupun pelayar yang terjebak cuaca buruk. Menurut perkiraan awal, perahu yang membawa rombongan jurnalis kemungkinan besar berusaha mencari perlindungan saat ombak mulai tidak bersahabat.

Hingga saat ini, tim gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Polairud telah memetakan radius pencarian hingga puluhan mil laut dari titik terakhir sinyal komunikasi tercatat. Helikopter penyelamat serta kapal patroli berkecepatan tinggi diturunkan guna memaksimalkan pencarian dari udara dan permukaan air.

"Kami sangat berharap tim SAR bisa memprioritaskan penyisiran darat di Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Ada kemungkinan besar rekan-rekan kami terdampar di sana dan kesulitan mengirimkan sinyal komunikasi karena keterbatasan jaringan," ujar perwakilan PFI dalam keterangan resminya.

Analisis Operasi Pencarian dan Tantangan Lapangan

Operasi penyelamatan di wilayah Selat Sunda tidak pernah menjadi tugas yang mudah. Selain karena ombak tinggi yang sering kali mencapai 2 hingga 3 meter, aktivitas vulkanik minor dari Gunung Anak Krakatau juga menjadi pertimbangan keselamatan tersendiri bagi para personel penyelamat. Berikut adalah rincian armada dan pemetaan area operasional pencarian yang dihimpun oleh tim redaksi:

Sektor Pencarian Armada yang Dikerahkan Fokus Operasi
Sektor A (Pulau Sertung) Kapal Patroli TNI AL & Rigid Inflatable Boat (RIB) Penyisiran garis pantai dan daratan pulau
Sektor B (Pulau Panjang) Tim SAR Gabungan & Perahu Karet Basarnas Pencarian darat dan pengamatan visual
Sektor C (Perairan Terbuka) Helikopter Dauphin & KRI TNI AL Patroli udara dan pemantauan arus laut

Berdasarkan estimasi lalu lintas perairan, waktu kritis penyelamatan berada pada 24 hingga 48 jam pertama setelah kontak terputus. Kekuatan arus yang bergerak ke arah selatan Selat Sunda menjadi variabel penting yang terus dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memprediksi arah pergerakan perahu yang dicari.

PFI juga menyampaikan beberapa rekomendasi penanganan mendesak kepada tim pencari di lapangan:

  • Penguatan Sinyal Darurat: Menyiapkan pemancar sinyal pelacak portabel di sekitar titik koordinat pencarian.
  • Penyisiran Malam Hari: Menggunakan perlengkapan thermal imaging atau pemindai suhu tubuh untuk memaksimalkan pencarian malam.
  • Koordinasi Nelayan Lokal: Melibatkan nelayan pesisir yang paham betul lekuk dan celah karang di sekitar Anak Krakatau.

Solidaritas Insan Pers dan Doa Bersama

Hilangnya lima jurnalis ini memantik gelombang empati yang luas di media sosial. Tagar dukungan dan doa mengalir deras dari sesama pekerja media, korporasi pers, hingga masyarakat umum. Insan pers menggarisbawahi betapa tingginya risiko yang harus dihadapi para wartawan di lapangan demi menyampaikan berita akurat kepada publik.

"Keselamatan jiwa adalah yang utama dalam setiap peliputan. Kami semua berdoa dan berharap ada keajaiban agar kelima rekan kami bisa ditemukan dalam kondisi selamat," tutur salah seorang jurnalis senior yang turut memantau proses pencarian di posko utama.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus menyisir lokasi secara intensif. Pihak otoritas berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring berjalannya operasi pencarian di perairan Selat Sunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User