Sep 18, 2026
Nasional

SEJARAH — Aksi Berani Nikita Khrushchev Guncang Sidang PBB 1960

Pada musim gugur tahun 1960, sorotan mata dunia tertuju penuh ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Kehadiran Pemi

SEJARAH — Aksi Berani Nikita Khrushchev Guncang Sidang PBB 1960

Pada musim gugur tahun 1960, sorotan mata dunia tertuju penuh ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Kehadiran Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, pada akhir September 1960 mencatatkan salah satu babak paling dramatis sekaligus menegangkan dalam sejarah diplomasi modern era Perang Dingin.

Kunjungan Khrushchev ke markas besar badan dunia tersebut berlangsung di tengah eskalasi konflik global yang sangat panas. Mulai dari krisis pesawat mata-mata U-2 milik Amerika Serikat, revolusi Kuba, hingga kekacauan politik di Kongo, Khrushchev memanfaatkan panggung Sidang Umum PBB ke-15 untuk menantang dominasi blok Barat secara terbuka dan tanpa kompromi.

Latar Belakang: Puncak Ketegangan Blok Barat dan Blok Timur

Tahun 1960 merupakan periode krusial dalam geopolitik internasional. Gelombang dekolonisasi melahirkan belasan negara baru di Afrika yang langsung menjadi rebutan pengaruh antara Washington dan Moskow. Uni Soviet melihat momentum ini sebagai peluang emas untuk merangkul negara-negara berkembang dan mendesak penghapusan total kolonialisme.

Khrushchev datang ke New York bukan sekadar untuk menghadiri seremoni formal, melainkan untuk melancarkan serangan diplomatik berskala penuh terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan sekutunya.

"Dunia sedang berubah dengan cepat, dan imperialisme harus diakhiri di setiap sudut bumi tanpa syarat apa pun," tegas Khrushchev dalam salah satu pidatonya yang mengguncang aula sidang PBB.

Kronologi: Detik-Detik Momen Dramatis Khrushchev di New York

Berikut adalah urutan peristiwa penting sepanjang kehadiran Nikita Khrushchev di New York pada musim gugur 1960:

  1. 19 September 1960: Khrushchev tiba di Manhattan menumpangi kapal laut Baltika dan langsung disambut atmosfer ketat aparat keamanan serta demonstrasi anti-komunis.
  2. 23 September 1960: Pemimpin Soviet menyampaikan pidato maraton selama lebih dari dua jam di hadapan Majelis Umum PBB, menyerang kepemimpinan Sekretaris Jenderal Dag Hammarskjöld terkait krisis Kongo.
  3. 28 September 1960: Khrushchev secara intensif memantau perdebatan di ruang sidang utama, berulang kali melontarkan interupsi vokal terhadap delegasi negara-negara Barat yang berbicara di podium.
  4. 12 Oktober 1960: Puncak insiden legendaris terjadi ketika Khrushchev memukulkan sepatunya ke atas meja delegasi sebagai bentuk protes keras terhadap pidato perwakilan Filipina.

Dampak Diplomatik dan Warisan Sejarah

Kehadiran Khrushchev di Markas Besar PBB pada akhir September 1960 meninggalkan warisan diplomasi yang unik dan tak terlupakan. Sikap teatrikal dan gaya bicaranya yang meledak-ledak sempat membuat para diplomat dunia terperangah. Namun di balik gayanya yang kontroversial, ia berhasil menempatkan isu anti-kolonialisme di garis depan agenda global PBB.

Beberapa dampak penting dari manuver diplomatik tersebut antara lain:

  • Deklarasi Pemberian Kemerdekaan: Mendorong disahkannya Resolusi Majelis Umum PBB 1514 tentang kemerdekaan bagi negara-negara terjajah.
  • Aliansi Non-Blok Menguat: Mempercepat konsolidasi para pemimpin dunia ketiga seperti Sukarno, Josip Broz Tito, dan Gamal Abdel Nasser.
  • Reformasi Struktur PBB: Membuka wacana panjang mengenai perlunya keterwakilan negara-negara berkembang di tubuh kepengurusan PBB.

Hingga kini, potret kehadiran Khrushchev di New York pada September 1960 tetap menjadi simbol betapa panggung PBB pernah menjadi medan pertempuran retorika paling sengit sepanjang sejarah Perang Dingin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User