Sep 18, 2026
Nasional

RSUP Dr Sardjito Beralih ke Gas Bumi, Raih Efisiensi 75 Persen

Langkah progresif dalam transisi energi bersih kembali ditunjukkan oleh fasilitas layanan kesehatan rujukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah Sakit Umum

RSUP Dr Sardjito Beralih ke Gas Bumi, Raih Efisiensi 75 Persen

Langkah progresif dalam transisi energi bersih kembali ditunjukkan oleh fasilitas layanan kesehatan rujukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito yang berlokasi di Sleman secara resmi beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mendukung seluruh operasional hariannya. Peralihan dari bahan bakar biosolar ini terbukti memangkas biaya energi rumah sakit secara signifikan sekaligus menciptakan lingkungan operasional yang jauh lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan gas bumi pada sektor kesehatan kini dinilai sebagai opsi strategis di tengah tuntutan pelayanan publik yang harus beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh. Transformasi ini membuktikan bahwa efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan tanpa menurunkan kualitas layanan medis.

Kronologi Langkah Transisi Energi di RSUP Dr. Sardjito

Proses peralihan sumber energi di RSUP Dr. Sardjito melalui serangkaian tahapan terencana demi memastikan pasokan energi untuk fasilitas vital pasien tetap aman:

  1. Evaluasi Beban Operasional: Manajemen rumah sakit mengkaji kebutuhan bahan bakar boiler untuk sterilisasi, binatu (laundry), serta dapur gizi yang sebelumnya mengandalkan pasokan biosolar dengan biaya fluktuatif.
  2. Kerja Sama Strategis dengan PGN: Menjalin kemitraan bersama PGN Subholding Gas Pertamina guna menyusun infrastruktur distribusi gas bumi yang stabil, aman, dan sesuai standar fasilitas kesehatan.
  3. Konversi Peralatan dan Uji Coba: Pemasangan instalasi pipa gas serta modifikasi burner boiler secara bertahap dilakukan tanpa mengganggu jalannya pelayanan medis harian.
  4. Operasional Penuh Gas Bumi: Seluruh sistem pemanas dan utilitas resmi memanfaatkan pasokan gas bumi secara kontinu dengan jaminan pasokan bertekanan stabil.
"Peralihan menuju energi bersih bukan sekadar langkah penghematan anggaran, melainkan wujud nyata komitmen fasilitas kesehatan dalam menekan jejak karbon demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang lebih sehat dan higienis," ungkap perwakilan manajemen rumah sakit.

Pangkas Biaya Operasional dan Tekan Emisi Karbon

Dampak paling nyata dari konversi energi ini terlihat langsung pada efisiensi anggaran. Berdasarkan data evaluasi operasional, RSUP Dr. Sardjito sukses mencatatkan penghematan biaya energi hingga 75 persen dibandingkan saat masih mengandalkan biosolar. Penurunan beban pengeluaran ini tentu memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi manajemen untuk mengalokasikan anggaran pada peningkatan fasilitas medis dan layanan pasien.

Selain faktor ekonomi, aspek keselamatan dan kebersihan menjadi nilai tambah yang krusial bagi lingkungan rumah sakit. Karakteristik gas bumi yang bersih menghasilkan sejumlah keunggulan teknis:

  • Emisi Gas Buang Rendah: Pembakaran gas bumi jauh lebih bersih sehingga meminimalisasi polusi udara di sekitar area perawatan pasien.
  • Bebas Residu dan Jelaga: Peralatan boiler dan dapur menjadi lebih awet serta memerlukan perawatan berkala yang lebih minim.
  • Pasokan Kontinu Tanpa Ruang Penyimpanan: Pihak rumah sakit tidak lagi memerlukan tangki penyimpanan bahan bakar cair berukuran besar yang rawan risiko tumpahan atau kebakaran.

Mendorong Fasilitas Publik Lain Adopsi Energi Bersih

Keberhasilan RSUP Dr. Sardjito diharapkan menjadi proyek percontohan bagi rumah sakit umum maupun fasilitas publik lainnya di wilayah Jawa Bagian Tengah. Ketersediaan infrastruktur gas bumi yang andal dari PGN terbukti menjadi solusi tepat guna bagi industri yang membutuhkan jaminan suplai energi tinggi dan stabil setiap saat.

Transformasi ini menegaskan bahwa penggunaan gas bumi merupakan jembatan transisi energi yang paling realistis saat ini, menghadirkan efisiensi finansial sekaligus mendukung target nasional dalam mencapai nol emisi karbon di masa depan.

Rumah sakit rujukan di Sleman, DIY ini mencatat efisiensi operasional signifikan setelah beralih dari biosolar ke gas bumi PGN. Selain memangkas biaya energi secara drastis, langkah ini memastikan operasional boiler dan dapur medis lebih bersih dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User