ITHACA — Puluhan ribu mahasiswa memenuhi pusat kampus Universitas Cornell di Ithaca, New York, pada Senin (5/10) sore, dalam aksi unjuk rasa terbesar yang pernah terjadi di kampus Ivy League tersebut. Massa menuntut keadilan bagi korban dugaan pemerkosaan yang diduga melibatkan seorang oknum mahasiswa, serta menyerukan reformasi menyeluruh dalam penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Aksi Dimulai dari Sudut Kuadran, Berakhir di Hall of Fame
Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat ketika mahasiswa berkumpul di sudut kuadran kampus sambil membawa papan bertuliskan pesan-pesan protes. Dari sana, massa berjalan long march menuju gedung administrasi utama kampus, sebelum mengakhiri aksi di depan bangunan bersejarah Hall of Fame.
- Pukul 14.00 — Mahasiswa berkumpul di sudut kuadran kampus dan mulai membentangkan spanduk protes.
- Pukul 15.00 — Long march dimulai menuju gedung administrasi kampus dengan orasi bergilir.
- Pukul 16.30 — Perwakilan mahasiswa menyerukan surat tuntutan kepada pihak rektorat Cornell.
- Pukul 17.45 — Aksi ditutup di depan Hall of Fame dengan doa bersama untuk korban.
Tuntutan Mahasiswa terhadap Pihak Kampus
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menyoroti dugaan lambannya proses penanganan kasus oleh kantor penanganan kekerasan seksual kampus. Mereka menilai sistem pelaporan yang berbelit membuat banyak korban enggan maju ke depan. Setidaknya empat tuntutan utama disampaikan secara kompak oleh koalisi mahasiswa:
- Suspensi sementara terhadap terduga pelaku selama proses penyelidikan berlangsung.
- Transparansi penuh mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual di Cornell.
- Penambahan konselor serta pendamping hukum gratis bagi korban.
- Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan disiplin kampus terkait kekerasan seksual.
"Kami tidak hanya berteriak untuk satu kasus. Kami berteriak agar sistem yang selama ini diam berubah total," ujar salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan mahasiswa.
Pihak Kampus Merespons
Menanggapi gelombang protes ini, juru bicara Universitas Cornell mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut pihaknya tengah menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Pihak kampus menegaskan komitmennya menjaga keselamatan selalu menjadi prioritas, sekaligus membuka ruang dialog terbuka dengan perwakilan mahasiswa dalam waktu dekat.
Rektorat juga menegaskan bahwa setiap laporan dugaan kekerasan seksual ditangani oleh tim khusus yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum setempat bila diperlukan. Namun, pernyataan itu dinilai belum cukup oleh mahasiswa yang menuntut hasil nyata, bukan sekadar janji administratif.
Dukungan Meluas di Luar Kampus
Aksi di Cornell ini mendapat simpati dari sejumlah kampus tetangga di wilayah New York. Organisasi mahasiswa lintas universitas bahkan menyiarkan dukungan mereka lewat media sosial dengan tagar protes. Banyak alumni Cornell juga angkat bicara, menyerukan agar kampus tempat mereka menempuh pendidikan berani mengambil langkah tegas.
Secara keseluruhan, unjuk rasa berjalan damai tanpa insiden yang berarti. Aparat keamanan kampus hanya berjaga di perimeter tanpa melakukan penindakan. Meski demikian, para mahasiswa menegaskan bahwa aksi serupa akan kembali digelar apabila tuntutan mereka tidak direspons dalam dua pekan ke depan.
Comments (0)