Momen bersejarah terjadi di Istana Zarzuela, Madrid, saat Raja Felipe VI bersama Ratu Letizia dan kedua putri mereka, Putri Leonor dan Infanta Sofía, merayakan kemenangan dramatis Timnas Spanyol yang berhasil melangkah ke babak final Piala Dunia 2026. Dalam unggahan resmi akun Instagram @casareal.es yang dirilis Senin (13/7) dini hari waktu setempat, keluarga kerajaan tampak penuh semangat dan emosional menyaksikan pertandingan semifinal yang berlangsung menegangkan tersebut.
Foto-foto yang dibagikan memperlihatkan Raja Felipe VI yang mengenakan kaus merah khas La Roja—julukan Timnas Spanyol—melambaikan tangan penuh antusiasme. Sementara itu, Ratu Letizia dan Putri Leonor yang dikenal sebagai pencinta sepak bola sejati, tertangkap kamera sedang berpelukan haru saat wasit meniup peluit akhir pertandingan. Infanta Sofía, sang putri bungsu, terlihat melompat kegirangan, sebuah pemandangan langka yang jarang tersorot publik.
Drama di Lapangan: La Roja ke Final
Pertandingan semifinal yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, mempertemukan Spanyol melawan Brasil dalam laga yang disebut banyak pihak sebagai "final kepagian." Kedua tim menunjukkan permainan kelas dunia selama 120 menit penuh—skor 2-2 bertahan hingga perpanjangan waktu, memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti. Spanyol akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor adu penalti 5-4, berkat penyelamatan gemilang kiper muda Unai Simón yang sukses menahan tendangan penentu dari pemain Brasil.
Gol-gol Spanyol dicetak oleh wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-34 melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti, serta Nico Williams yang menyamakan kedudukan pada menit ke-78 setelah Brasil sempat berbalik unggul. Pertandingan ini mencatatkan diri sebagai salah satu semifinal paling mendebarkan dalam sejarah Piala Dunia, dengan total 38 tembakan tercipta sepanjang laga.
Kedekatan Kerajaan dengan Dunia Sepak Bola
Kehadiran keluarga kerajaan dalam momen ini bukan sekadar seremoni protokoler. Raja Felipe VI dikenal sebagai pendukung fanatik sepak bola Spanyol dan kerap hadir langsung di stadion saat tim nasional bertanding. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Spanyol, El País, seorang pengamat kerajaan mengungkapkan:
"Raja Felipe memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan La Roja. Beliau tumbuh menyaksikan era keemasan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010, dan kini bersama putri-putrinya, ia ingin meneruskan tradisi kecintaan itu. Ini bukan sekadar dukungan institusional, melainkan hasrat personal yang tulus."
Putri Leonor, pewaris takhta yang kini berusia 20 tahun, juga telah menunjukkan minat besarnya pada olahraga ini. Selama masa pendidikannya di Akademi Militer Umum Zaragoza, ia kerap bermain sepak bola dengan sesama kadet dan dikenal sebagai gelandang yang gigih. "Kecintaan Putri Leonor pada sepak bola bukan sekadar ikut-ikutan; ia benar-benar memahami taktik permainan dan sering berdiskusi serius tentang formasi tim," ujar seorang sumber dekat istana.
Gelombang Dukungan Nasional
Perayaan keluarga kerajaan ini memicu gelombang kebanggaan nasional yang luar biasa di seluruh Spanyol. Di jalan-jalan utama Madrid, Barcelona, Sevilla, dan Valencia, ribuan warga tumpah ruah merayakan kemenangan bersejarah ini. Layar-layar besar didirikan di Plaza de Cibeles dan Puerta del Sol, memungkinkan warga yang tidak memiliki akses ke stadion untuk menyaksikan pertandingan bersama-sama.
Media sosial pun dibanjiri unggahan dukungan. Tagar #VamosEspaña dan #ReyesConLaRoja menjadi trending topic global hanya dalam hitungan menit setelah pertandingan usai. Foto Raja Felipe yang melambaikan tangan kini telah disukai lebih dari 4,2 juta pengguna Instagram dan menjadi simbol persatuan antara kerajaan dan rakyat.
Final yang Dinanti
Dengan kemenangan ini, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Argentina dan Prancis di babak puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026. Ini menjadi final Piala Dunia pertama Spanyol sejak terakhir kali mereka tampil dan menang di final 2010 silam. Pelatih Luis de la Fuente, dalam konferensi pers pasca-pertandingan, mengungkapkan keyakinannya:
"Kami sudah menempuh perjalanan panjang. Para pemain muda kami menunjukkan kematangan luar biasa. Saya sangat bangga. Sekarang, kami punya satu pertandingan lagi untuk menulis sejarah."
Jika berhasil juara, Spanyol akan menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu meraih gelar Piala Dunia lebih dari satu kali, bergabung bersama Brasil, Jerman, Italia, Argentina, dan Prancis. Beban sejarah memang berat, namun semangat dan dukungan dari seluruh negeri—termasuk dari atas takhta kerajaan—memberikan suntikan moral bagi tim asuhan De la Fuente.
Harapan dari Istana
Kehadiran keluarga kerajaan dalam momen-momen seperti ini memiliki dampak psikologis yang signifikan. Menurut Dr. María José López, sosiolog dari Universitas Complutense Madrid, "Dukungan monarki terhadap olahraga nasional menciptakan jembatan emosional antara institusi tradisional dan generasi muda. Di era di mana relevansi monarki terus dipertanyakan, momen-momen seperti ini menjadi katalis yang memperkuat ikatan antara takhta dan rakyat."
Saat ini, seluruh Spanyol bersiap menyambut partai final. Presiden Pemerintahan Pedro Sánchez telah mengonfirmasi kehadirannya di final, dan dipastikan Raja Felipe VI beserta keluarga kerajaan juga akan terbang ke New Jersey untuk memberikan dukungan langsung dari tribun stadion. Masyarakat Spanyol berharap, kehadiran sang raja bisa membawa tuah yang sama seperti saat Piala Dunia 2010, ketika Raja Juan Carlos I hadir dan menyaksikan langsung bintang Andrés Iniesta mencetak gol kemenangan legendaris melawan Belanda.
Kini, mata dunia tertuju pada 19 Juli. Akankah Spanyol kembali menggenggam trofi emas paling didambakan di muka bumi? Yang pasti, di Istana Zarzuela, para bangsawan dan seluruh rakyat Spanyol telah menyatukan hati: ¡Vamos, España! ¡A por la gloria!