Aug 25, 2026
entertainment

Rahasia Awet Muda di Balik Ritual Malam Sebotol Serum

Di sebuah kamar sederhana berukuran tiga kali empat meter di pinggiran Yogyakarta, seorang perempuan duduk bersila di depan cermin tua yang bingkainya mulai mengelupas. Dengan gerakan pelan dan penuh ...

Rahasia Awet Muda di Balik Ritual Malam Sebotol Serum

Di sebuah kamar sederhana berukuran tiga kali empat meter di pinggiran Yogyakarta, seorang perempuan duduk bersila di depan cermin tua yang bingkainya mulai mengelupas. Dengan gerakan pelan dan penuh ketenangan, ia meneteskan cairan bening dari botol kecil ke telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke wajah dengan lembut, seolah sedang membelai kenangan. Lampu kamar yang temaram memantulkan garis wajahnya: teduh, bersih, dan nyaris tanpa kerutan berarti. Siapa sangka, perempuan bernama Sri Wahyuni itu telah menginjak usia 58 tahun.

"Orang sering tidak percaya ketika saya bilang cucu saya sudah dua. Mereka kira saya baru empat puluhan," ucapnya sambil tersenyum malu, matanya berbinar ketika ditemui di warung kecil miliknya, Selasa pagi.

Wajah yang Menyimpan Perjalanan Hidup

Di balik wajah awet mudanya, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Sri, begitu ia akrab disapa, menghabiskan hampir separuh hidupnya berjualan sayur keliling kampung. Ketika sang suami jatuh sakit pada 2010, ia menjadi tulang punggung keluarga seorang diri. Subuh ia sudah berangkat ke pasar, malam hari ia masih menyetrika pakaian anak-anaknya.

"Waktu itu tidak ada waktu untuk bercermin. Bangun tidur langsung memikirkan dagangan, anak sekolah, obat suami. Wajah sendiri saja tidak pernah saya perhatikan," kenangnya.

Namun kehidupan berbalik arah ketika suaminya berpulang pada 2016. Suatu malam, sepulang dari pemakaman seorang kerabat, ia berdiri di depan cermin dan terpaku. Yang ia lihat bukan lagi wajah yang ia kenal, melainkan sosok asing yang lelah dan menua sebelum waktunya.

"Saya menangis sendirian di kamar. Bukan karena takut tua, tapi karena merasa selama ini saya tidak pernah menyayangi diri sendiri," tuturnya dengan suara bergetar.

Setetes Serum dari Tangan Sang Putri

Momen mengharukan itu menjadi titik balik. Beberapa bulan kemudian, putri sulungnya yang bekerja di kota pulang membawa oleh-oleh sederhana: sebotol kecil serum wajah. Awalnya Sri menolak. Bagi perempuan yang besar di lingkungan sederhana, merawat wajah dengan produk seperti itu terasa asing, bahkan berlebihan.

"Saya bilang ke anak saya, buat apa ibu pakai beginian, ibu sudah tua. Tapi dia menjawab sesuatu yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan," kata Sri. Ia berhenti sejenak, menarik napas panjang. "Dia bilang, 'Ibu sudah merawat kami seumur hidup. Sekarang giliran Ibu merawat diri sendiri.'"

Sejak malam itu, setetes serum menjadi ritual kecilnya sebelum tidur. Tidak ada meja rias mewah, tidak ada rangkaian perawatan berlapis-lapis. Hanya cuci muka dengan air bersih, setetes serum, dan beberapa menit keheningan yang sepenuhnya milik dirinya sendiri.

Ritual Kecil yang Mengubah Segalanya

Bertahun-tahun kemudian, kebiasaan sederhana itu berbuah. Kulitnya tampak sehat dan terawat, tetapi Sri percaya rahasianya bukan semata-mata pada botol kecil itu. Menurutnya, yang membuat seseorang awet muda adalah perasaan berharga terhadap diri sendiri.

"Serum itu cuma alat. Yang penting, setiap malam saya punya waktu untuk berkata kepada diri sendiri: kamu sudah berjuang, kamu layak bahagia," ujarnya.

Ia juga perlahan mengubah pola hidupnya. Tidur lebih teratur, minum air putih yang cukup, dan berjalan kaki keliling kampung setiap pagi sambil menyapa tetangga. Warung kecilnya kini menjadi tempat ia berbagi cerita dengan pelanggan, sesekali dengan bangga memamerkan foto kedua cucunya di telepon genggam bututnya.

Cantik yang Bersemi dari Dalam

Kini, di usia yang hampir menginjak enam dekade, Sri justru merasa lebih muda dibanding dua puluh tahun lalu. Bukan karena kerutan yang tersamarkan, melainkan karena beban di hatinya telah berubah menjadi penerimaan yang lapang.

"Awet muda itu bukan soal tidak punya keriput. Tapi soal hati yang tidak ikut keriput," katanya sambil tertawa renyah.

Kisah Sri mengingatkan bahwa merawat diri bukanlah kemewahan, melainkan bentuk cinta yang paling mendasar. Di tengah kesibukan memperjuangkan hidup untuk orang lain, sering kali kita lupa bahwa diri sendiri juga layak diperjuangkan. Dan terkadang, semua itu bisa dimulai dari hal yang amat sederhana: sebotol kecil serum, sebuah cermin tua, dan keberanian untuk kembali menyayangi diri sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User