Sep 18, 2026
Nasional

Polda Metro Jaya Luncurkan Program Bapak Asuh Cegah Kenakalan Pelajar

Masalah kenakalan remaja, mulai dari aksi tawuran antarsekolah hingga perundungan atau bullying, masih menjadi pekerjaan rumah besar di kawasan metropolita

Polda Metro Jaya Luncurkan Program Bapak Asuh Cegah Kenakalan Pelajar

Masalah kenakalan remaja, mulai dari aksi tawuran antarsekolah hingga perundungan atau bullying, masih menjadi pekerjaan rumah besar di kawasan metropolitan. Menyikapi fenomena yang meresahkan para orang tua dan tenaga pendidik ini, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengambil langkah preventif dengan meluncurkan Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar di berbagai lingkungan sekolah.

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar penegakan hukum yang kaku, melainkan pendekatan emosional dan pembinaan karakter secara berkesinambungan. Lewat program ini, personel kepolisian diterjunkan langsung untuk merangkul para pelajar sebagai figur pembimbing sekaligus teman diskusi di luar ruang kelas formal.

Sentuhan Humanis Mendekati Generasi Muda

Langkah Polda Metro Jaya ini menjadi wujud transformasi pendekatan kepolisian yang lebih humanis dan bersahabat. Polisi tidak lagi hanya datang ketika keributan atau aksi kriminal jalanan sudah terjadi, melainkan hadir sejak dini untuk mendengarkan keluh kesah para pelajar.

"Kami ingin hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai orang tua kedua dan sahabat bagi adik-adik pelajar. Lewat bimbingan yang tulus, kita bisa memetakan potensi masalah sebelum berkembang menjadi aksi kenakalan," ujar perwakilan Polda Metro Jaya saat meresmikan inisiatif tersebut.

Pendekatan persuasif ini diyakini mampu membangun jembatan komunikasi yang sehat antara aparat keamanan dan generasi muda, sehingga para siswa merasa terlindungi dan memiliki ruang aman untuk berekspresi secara positif.

Fokus Aksi dan Pembinaan di Lingkungan Sekolah

Dalam penerapannya, personel kepolisian yang ditunjuk sebagai bapak atau ibu asuh memiliki agenda rutin untuk mendampingi kegiatan sekolah. Mereka membaur dalam aktivitas harian, mulai dari upacara bendera, sesi bimbingan konseling bersama guru BK, hingga diskusi interaktif bertema literasi hukum dan etika bermedia sosial.

Berikut sejumlah pilar utama dari pelaksanaan Program Bapak Asuh dan Sahabat Pelajar:

  • Edukasi Bahaya Kriminalitas: Sosialisasi mendalam mengenai sanksi hukum tawuran, narkoba, balap liar, dan kejahatan siber.
  • Konseling dan Ruang Curhat: Membuka kanal diskusi terbuka bagi siswa yang mengalami masalah perundungan, tekanan kelompok sebaya, maupun persoalan keluarga.
  • Dukungan Minat dan Bakat: Mendorong pelajar untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, seni, serta kegiatan komunitas yang produktif.
  • Deteksi Dini Gesekan Antarsekolah: Memantau dinamika kelompok pemuda di sekitar kawasan sekolah guna meredam potensi konflik sedini mungkin.

Kolaborasi Erat Polisi, Guru, dan Orang Tua

Keberhasilan program pembinaan ini tentu membutuhkan sinergi yang solid. Pihak sekolah dan orang tua menyambut hangat kehadiran polisi sebagai figur pendamping. Kolaborasi segitiga ini menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih komprehensif tanpa membuat para siswa merasa tertekan atau dihakimi.

Dengan mengedepankan pembinaan moral, rasa empati, dan komunikasi terbuka, program ini diharapkan mampu menekan angka kenakalan remaja di wilayah hukum Polda Metro Jaya serta mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter kuat, dan taat hukum.

Upaya baru menekan kenakalan remaja di ibu kota! Polda Metro Jaya menugaskan anggotanya menjadi Bapak/Ibu Asuh dan Sahabat Pelajar untuk memberikan pendampingan humanis, sosialisasi hukum, serta mencegah potensi tawuran sedini mungkin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User