Kabar membanggakan kembali datang dari dunia industri energi nasional. PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang hilir serta infrastruktur gas bumi, sukses memborong apresiasi bergengsi tingkat nasional. Pertagas dipastikan meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 Bintang Lima dengan predikat Sangat Ekselen. Pencapaian tertinggi ini menjadi bukti konkret atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang bersih, transparan, dan terintegrasi secara berkelanjutan.
Ajang TOP GRC Awards sendiri merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tahunan terbesar serta paling bergengsi di Indonesia untuk bidang Governance (Tata Kelola), Risk Management (Manajemen Risiko), dan Compliance (Kepatuhan). Keberhasilan Pertagas merengkuh predikat Bintang Lima menandakan bahwa sistem GRC di lingkungan perusahaan tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi, melainkan telah menyatu dalam setiap pengambilan keputusan strategis maupun operasional harian di lapangan.
Komitmen Tata Kelola Berkelanjutan di Sektor Energi
Dalam lanskap bisnis energi yang dinamis dan penuh tantangan, penerapan sistem tata kelola yang kokoh menjadi fondasi utama. Pertagas membuktikan kemampuan adaptasi dan resiliensinya melalui pengelolaan lini bisnis jaringan pipa gas, pemrosesan gas, hingga niaga energi yang aman serta efisien. Dewan juri TOP GRC Awards memberikan penilaian tertinggi setelah mengevaluasi serangkaian kriteria ketat yang mencakup kelengkapan infrastruktur GRC, keandalan mitigasi risiko, hingga terbangunnya budaya kepatuhan di seluruh tingkatan organisasi.
Berikut adalah ringkasan aspek penilaian yang mengantarkan Pertagas meraih predikat tertinggi dalam ajang apresiasi tahun ini:
| Aspek Penilaian | Predikat Evaluasi | Poin Unggulan |
|---|---|---|
| Good Corporate Governance (GCG) | Sangat Ekselen | Transparansi sistemik dan akuntabilitas penuh jajaran manajemen |
| Enterprise Risk Management (ERM) | Bintang 5 | Mitigasi risiko operasional jaringan pipa secara proaktif dan terdigitalisasi |
| Compliance & Regulatory Alignment | Sangat Baik | Kepatuhan 100% terhadap regulasi keselamatan kerja dan lingkungan hidup |
Kunci sukses keberhasilan ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dalam memantau potensi risiko operasional secara real-time. Melalui penguatan sistem proteksi dan keselamatan kerja, Pertagas berhasil meminimalkan potensi gangguan penyaluran gas bumi yang menyokong kebutuhan industri maupun pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Implementasi GRC Terintegrasi dan Dampaknya bagi Perusahaan
Penerapan GRC yang solid berkorelasi langsung dengan pencapaian kinerja finansial dan operasional yang sehat. Pertagas terus mendorong seluruh perwira perusahaan untuk memegang teguh nilai kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Manajemen menegaskan bahwa integrasi GRC telah membentuk budaya kerja yang mengutamakan aspek keselamatan (safety culture) dan integritas dalam setiap pelaksanaan proyek strategis.
"Penghargaan Bintang Lima ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan bisnis Pertagas tidak hanya diukur dari kinerja finansial semata, tetapi juga dari landasan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada keberlanjutan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kepatuhan dan manajemen risiko demi memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan masyarakat Indonesia," ungkap manajemen Pertagas.
Dampak positif dari sistem GRC terintegrasi ini dapat dirasakan dari beberapa indikator utama operasional perusahaan, di antaranya:
- Nir-Kecelakaan Kerja (Zero Accident): Pengawasan risiko keselamatan secara ketat pada seluruh aset pipa penyaluran gas nasional.
- Transparansi Pengadaan: Penggunaan sistem digitalisasi pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses secara terbuka dan akuntabel.
- Kepatuhan Regulasi Lingkungan: Penerapan standar operasional hijau yang ramah lingkungan sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Menjaga Keandalan Pasokan Gas Bumi Nasional
Sebagai tulang punggung infrastruktur gas di Indonesia, langkah Pertagas dalam mempertahankan predikat GRC Bintang Lima diyakini akan memperkuat kepercayaan publik dan investor. Keandalan penyaluran gas bumi sangat krusial dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE). Gas bumi diakui sebagai energi transisi yang ramah lingkungan, sehingga pengelolaan infrastrukturnya membutuhkan standar manajemen risiko tanpa cela.
Dengan raihan TOP GRC Awards 2026 ini, Pertagas tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai pengelola infrastruktur gas bumi terdepan, tetapi juga menetapkan standar baru bagi BUMN dan anak perusahaannya di Indonesia. Komitmen berkelanjutan dalam menerapkan prinsip-prinsip GRC diyakini bakal membawa Pertagas terus tumbuh secara responsif, tangguh, dan terpercaya di masa depan.
Comments (0)