Aug 25, 2026
entertainment

Penantian Panjang Berakhir, The Script Siap Menghangatkan Jakarta April 2027

Sore itu, Arini menyetir pulang dari kantor ketika ponselnya bergetar sekali. Di lampu merah, ia melirik layar, dan tiba-tiba dunianya seolah berhenti sejenak. Nama band yang mengiringi masa mudanya m...

Penantian Panjang Berakhir, The Script Siap Menghangatkan Jakarta April 2027

Sore itu, Arini menyetir pulang dari kantor ketika ponselnya bergetar sekali. Di lampu merah, ia melirik layar, dan tiba-tiba dunianya seolah berhenti sejenak. Nama band yang mengiringi masa mudanya muncul di layar: The Script akan tampil lagi di Jakarta. Matanya yang leleh karena lembur mendadak itu tiba-tiba berkaca-kaca.

"Aku sampai menarik napas panjang di tengah jalan," kenang perempuan 31 tahun itu dengan suara sedikit bergetar. "Lagu-lagu mereka menemaniku waktu ayah sakit dulu. Rasanya seperti akan bertemu sahabat lama yang sudah terlalu lama tak jumpa."

Kabar itu resmi datang: band asal Irlandia ini akan menggelar konser di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu, 3 April 2027. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, penyelenggara turut membuka lembaran baru bagi para penggemar lewat rincian penjualan tiket yang begitu dinantikan ribuan orang.

Kabar yang Dinantikan Bertahun-Tahun

Tidak hanya Arini. Di berbagai grup penggemar, kabar tersebut disambut seperti perayaan. Cerita-cerita lama kembali mengalir: tentang malam ketika ribuan orang bernyanyi bersama tanpa henti, tentang air mata yang jatuh saat intro lagu sedih favorit mengalun, tentang janji-janji kecil bahwa suatu hari band ini akan kembali ke panggung kota ini.

Bagi banyak orang, konser ini bukan sekadar acara hiburan. Ia adalah titik temu antara masa muda dan masa dewasa, antara mimpi yang dulu ditunda dan kenyataan yang kini bisa dikejar kembali. Karena itu, begitu jadwal penjualan diumumkan, banyak penggemar langsung menyiapkan strategi: mulai dari fase presale hingga gelombang penjualan umum, semuanya dipelajari dengan teliti agar tak ada satu pun momen terlewat. Detail kategori dan harga tiket dapat dipantau melalui kanal resmi penyelenggara.

Di Balik Layar: Luka yang Disulap Jadi Lagu

Perjalanan band ini sendiri tidak seselalu semanis melodinya. Di balik layar, mereka pernah menghadapi ujian yang mengharukan. Pada April 2023, gitaris kesayangan Mark Sheehan, sahabat dekat vokalis Danny O'Donoghue sejak masa remaja, meninggal dunia. Dunia musik berduka, dan banyak yang menduga kisah band ini akan berakhir di sana.

Namun Danny bersama drummer Glen Power memilih jalan lain: bangkit. Mereka kembali ke studio, menyimpan duka dalam nada, dan melanjutkan apa yang diyakini sebagai warisan sahabat mereka. Justru dari kerentanan itulah lagu-lagu mereka terasa begitu menyentuh, karena lahir dari orang-orang yang benar-benar pernah jatuh.

"Mereka mengajari aku bahwa boleh saja rapuh, tapi tetap harus berdiri," ujar Arini. "Itu alasan aku rela berjuang demi tiketnya. Ini bukan cuma konser, ini bentuk rasa terima kasih."

Meraih Mimpi Bersama di Indonesia Arena

Panggung yang menanti mereka pun istimewa. Indonesia Arena, gedung pertunjukan modern di kawasan Gelora Bung Karno, telah menjadi saksi berbagai momen besar musik dunia. Kapasitasnya yang luas memberi kesempatan lebih banyak bagi penggemar untuk hadir, termasuk mereka yang dulu masih pelajar dan kini telah bekerja, yang dulu hanya bisa menonton lewat video unggahan orang lain.

Dari berbagai penjuru kota, kisah-kisah sederhana mulai bermunculan. Ada yang rela lembur demi menabung, ada yang menjual sebagian koleksinya, ada pula yang memesan tiket kereta jauh-jauh hari. Semua dilakukan dengan senyum, karena bagi mereka, satu malam bersama band idola adalah hadiah yang layak diperjuangkan.

Pihak penyelenggara pun mengingatkan penggemar untuk membeli tiket hanya melalui jalur resmi, agar momen bahagia ini tidak ternodai oleh calo maupun penipuan yang kerap mengintai di sekitar penjualan tiket konser besar.

Menunggu Malam yang Menyentuh Itu

Hingga hari itu tiba, lagu-lagu mereka akan terus diputar, di kamar-kamar sempit, di perjalanan pulang kerja, di sudut-sudut kecil kehidupan tempat mimpi disembunyikan. Dan ketika malam 3 April 2027 akhirnya datang, ribuan orang akan duduk berdampingan di bawah satu atap yang sama, menyanyikan luka dan harapan dalam bahasa yang sama.

Karena itulah musik bekerja dengan caranya yang sederhana: ia menunggu, lalu datang tepat ketika kita paling membutuhkannya. Bagi Arini dan ribuan penggemar lain, April 2027 bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah jawaban atas penantian panjang, sekaligus awal kisah baru yang siap mengisahkan kembali arti rumah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User