Sep 18, 2026
Hukum

Pemerintah Didesak Beri Sanksi Tegas pada Travel Umrah Murah Nakal

Bermimpi bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah adalah impian jutaan umat Muslim di Indonesia. Namun, impian mulia tersebut tid

Pemerintah Didesak Beri Sanksi Tegas pada Travel Umrah Murah Nakal

Bermimpi bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah adalah impian jutaan umat Muslim di Indonesia. Namun, impian mulia tersebut tidak jarang berubah menjadi mimpi buruk yang menyayat hati. Bayangan beribadah khusyuk di depan Ka'bah seketika sirnah saat calon jemaah mendapati diri mereka telantar di bandara, gagal berangkat akibat ulah agen perjalanan yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena kegagalan pemberangkatan jemaah umrah ini seolah menjadi lagu lama yang terus berulang setiap tahunnya. Tingginya antusiasme masyarakat untuk berangkat ibadah sering kali dimanfaatkan oleh oknum *travel* nakal dengan menebar iming-iming paket umrah berharga sangat murah yang melompati batasan rasionalitas biaya perjalanan udara internasional.

Jebakan Harga Murah dan Mismanajemen Keuangan

Kasus kegagalan keberangkatan berulang ini nyatanya tak lepas dari buruknya manajemen finansial pengelola *travel*. Dalam industri penerbangan dan pariwisata internasional, pemesanan tiket penerbangan serta akomodasi hotel di Makkah dan Madinah mewajibkan adanya pelunasan deposit awal secara ketat jauh sebelum jadwal keberangkatan resmi tiba. Ketika pengelola menetapkan tarif di bawah standar pasar, margin keuntungan yang tipis tidak mampu menutup lonjakan biaya operasional yang dinamis.

Ketua DPP Asosiasi Travel Haji dan Umrah Indonesia Bersatu, Farid Aljawi, mengungkapkan bahwa akar masalah utama terletak pada perilaku konsumen yang mudah tergiur tarif murah serta travel yang nekat beroperasi tanpa kecukupan modal pendukung.

"Masyarakat senangnya dengan harga murah sehingga travel harga murah dikejar, begitu dicek problemnya ternyata keuangan tidak mencukupi," tegas Farid Aljawi saat memberikan keterangannya dalam siaran daring.

Untuk memberikan gambaran mengenai ketidakrasionalan tawaran paket umrah murah, berikut adalah perbandingan kalkulasi biaya operasional umrah standar dengan paket murah yang berisiko:

Komponen Biaya Paket Umrah Rasional (Aman) Paket Umrah Murah Berisiko
Tiket Pesawat PP Rp13.000.000 - Rp16.000.000 Di bawah Rp10.000.000 (Sering belum di-issued)
Visa & Asuransi Rp4.000.000 - Rp5.000.000 Dipotong margin demi menekan harga
Hotel & Konsumsi Rp8.000.000 - Rp12.000.000 Menggunakan sistem utang/spekulasi
Total Est. Biaya Rp26.000.000 - Rp32.000.000 Di bawah Rp20.000.000 (Sangat Berisiko)

Mendorong Efek Jera dan Regulasi yang Lebih Memaksa

Situasi pelik ini menegaskan pentingnya edukasi publik secara masif mengenai patokan biaya minimum perjalanan umrah yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak lagi menjadikan tolok ukur murah sebagai pertimbangan utama dalam memilih biro perjalanan ibadah.

Namun, sekadar edukasi kepada calon jemaah dinilai belum cukup untuk menghentikan kejahatan ini. Pemerintah bersama aparat penegak hukum didorong untuk menerapkan sanksi hukum pidana yang memberikan efek jera secara nyata. Selama ini, hukuman administratif berupa penutupan atau pencabutan izin satu nama perusahaan *travel* dianggap kurang efektif, sebab oknum pelaku penipuan dengan mudah bisa membuat entitas bisnis atau PT baru untuk melancarkan aksi serupa di kemudian hari.

Penindakan tegas berupa penyitaan aset, pembekuan rekening pemilik, hingga sanksi kurungan penjara harus dioptimalkan. Hanya melalui penegakan hukum yang tanpa pandang bulu, keselamatan dan hak-hak calon jemaah ibadah ke Tanah Suci dapat benar-benar terlindungi dari cengkeraman bisnis nakal yang merugikan rakyat kecil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User