Sep 20, 2026
Nasional

PB ESI Peringatkan Risiko Cedera Fisik Nyata Bagi Atlet Esports

Banyak orang masih memandang sebelah mata aktivitas esports dan menganggapnya sekadar duduk santai di depan layar monitor. Faktanya, dunia kompetitif game

PB ESI Peringatkan Risiko Cedera Fisik Nyata Bagi Atlet Esports

Banyak orang masih memandang sebelah mata aktivitas esports dan menganggapnya sekadar duduk santai di depan layar monitor. Faktanya, dunia kompetitif game digital menuntut ketahanan tubuh yang luar biasa tinggi. Menjawab kekeliruan tersebut, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) membeberkan fakta penting mengenai potensi cedera fisik serius yang mengintai para atlet profesional tanah air.

Dalam agenda pembinaan terpadu PB ESI, tim pelatih fisik Timnas Esports Indonesia, Maleaky Patty dan Yudhi Esa Saputra, membagikan wawasan mendalam mengenai biomekanika atlet saat bertanding maupun menjalani sesi latihan intensif yang bisa berlangsung hingga belasan jam per hari.

Menguak Realitas Beban Fisik di Balik Layar

Duduk dalam posisi statis selama berjam-jam dengan gerakan tangan yang repetitif dan sangat cepat memicu tekanan besar pada organ gerak tubuh. Pelatih fisik tim nasional menegaskan bahwa tanpa intervensi fisik yang tepat, performa atlet dapat merosot tajam akibat gangguan muskuloskeletal.

"Cedera pada atlet esports itu nyata dan bukan hal sepele. Mulai dari sindrom lorong karpal (carpal tunnel syndrome), peradangan sendi jari, hingga ketegangan leher dan saraf kejepit di punggung bawah bisa mengancam karier mereka jika tidak ditangani sejak dini," tegas tim kepelatihan fisik PB ESI.

Kronologi Penerapan Protokol Fisik Timnas Esports Indonesia

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan tersebut, PB ESI telah merancang dan menerapkan tahapan program pembinaan fisik secara bertahap bagi para penggawa tim nasional:

  1. Asesmen Postur dan Riwayat Medis: Tim pelatih melakukan pemindaian menyeluruh terhadap postur tubuh atlet, kelenturan sendi, serta mendeteksi keluhan awal pada pergelangan tangan dan tulang belakang.
  2. Perancangan Sesi Penguatan Otot Inti: Atlet menjalani latihan fisik harian yang fokus memperkuat otot core, pundak, dan punggung guna menopang postur duduk ergonomis selama berjam-jam.
  3. Aktivasi dan Pendinginan Motorik Halus: Sebelum dan sesudah memegang perangkat gim (ponsel pintar atau keyboard dan mouse), atlet diwajibkan melakukan peregangan dinamis khusus pergelangan tangan dan jari.
  4. Evaluasi dan Pemulihan Berkala: Sesi pemulihan terstruktur mencakup terapi es, masase olahraga, serta penataan pola istirahat malam yang berkualitas demi menjaga regenerasi otot.

Langkah Kunci Pencegahan Cedera bagi Gamers

Bukan cuma untuk atlet pelatnas, edukasi ini ditujukan bagi seluruh komunitas pencinta gim di Indonesia. Maleaky Patty dan Yudhi Esa Saputra membagikan beberapa poin kunci pencegahan yang wajib diterapkan sehari-hari:

  • Menjaga Ergonomi Tempat Duduk: Pastikan sudut siku berada di posisi 90 derajat dan posisi monitor sejajar lurus dengan pandangan mata untuk menghindari ketegangan servikal.
  • Penerapan Aturan Jeda Mikro: Ambil jeda singkat selama 2 hingga 5 menit setiap kali menyelesaikan satu sesi pertandingan atau 60 menit durasi bermain game.
  • Hidrasi dan Latihan Kardio: Menjaga asupan cairan serta menyisipkan latihan aerobik ringan minimal 30 menit sehari untuk menjaga kelancaran sirkulasi darah ke otak dan ekstremitas.

Langkah preventif yang konsisten dari PB ESI ini membuktikan bahwa ekosistem esports modern telah bertransformasi menjadi cabang olahraga profesional yang menempatkan kebugaran jasmani dan kesejahteraan atlet di prioritas utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User