Panggung politik Australia kembali membara setelah pernyataan kontroversial dari pemimpin partai One Nation, Pauline Hanson, mencuat kembali ke publik. Hanson menarik gelombang kecaman keras dari berbagai kalangan parlemen setelah ia menyebut warga asli Australia—suku Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres—sebagai "ras paling primitif di Bumi". Ucapan tersebut dinilai tidak hanya melukai perasaan masyarakat adat, tetapi juga merusak tatanan kebangsaan yang sedang berjuang membangun rekonsiliasi.
Gelombang penolakan ini menyatukan berbagai faksi politik di Canberra, mulai dari jajaran pemerintah hingga oposisi. Pernyataan yang dianggap sangat rasis dan diskriminatif ini meluncur di tengah sensitivitas isu hak-hak masyarakat adat yang terus menjadi perdebatan hangat di Negeri Kanguru tersebut.
Kecaman Keras dari Lintas Spektrum Politik
Menteri Urusan Penduduk Asli Australia, Malarndirri McCarthy, yang merupakan wanita keturunan suku Yanyuwa dan Garrwa, menyatakan rasa kemarahannya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa retorika semacam itu sama sekali tidak memiliki tempat di dalam masyarakat Australia modern.
"Pernyataan tersebut benar-benar sangat keterlaluan dan tidak dapat diterima. Komentar seperti ini sengaja dilemparkan untuk memecah belah bangsa," ujar McCarthy dengan nada penuh penekanan.
Tak hanya dari pihak pemerintah, nada serupa juga disampaikan oleh juru bicara oposisi, Jacinta Nampijinpa Price. Senator dari partai Koalisi berdarah Warlpiri tersebut menilai sikap Hanson mencerminkan kepicikan yang disengaja demi meraih popularitas politik murah.
"Komentar Pauline Hanson menunjukkan ketidaktahuan yang disengaja. Ia telah menyeret diskusi publik nasional ke dalam wilayah yang sangat mengerikan dan merendahkan martabat manusia," tegas Price.
Berikut adalah ringkasan sikap para tokoh utama parlemen Australia terkait pernyataan kontroversial tersebut:
| Tokoh Politik | Afiliasi / Latar Belakang | Sikap & Tanggapan Utama |
|---|---|---|
| Malarndirri McCarthy | Menteri Urusan Penduduk Asli (Partai Buruh) | Menilai komentar Hanson sangat keterlaluan (totally outrageous) dan memecah belah. |
| Jacinta Nampijinpa Price | Juru Bicara Oposisi (Partai Koalisi) | Menyebut ucapan tersebut sebagai bentuk ketidaktahuan yang disengaja (wilful ignorance). |
| Pauline Hanson | Pemimpin Partai One Nation | Pencetus komentar rasis yang merendahkan martabat warga asli Australia. |
Rekam Jejak Kontroversi dan Dampak Sosial
Ini bukan kali pertama Pauline Hanson memicu polemik nasional. Sejak memimpin partai kanan populis One Nation pada dekade 1990-an, Hanson kerap melemparkan pandangan yang memantik kontroversi mengenai isu imigrasi, multikulturalisme, dan hak-hak warga pribumi. Namun, menyebut salah satu peradaban tertua di dunia—yang diperkirakan telah mendiami benua Australia selama lebih dari 60.000 tahun—sebagai kelompok "primitif" dianggap telah melewati batas toleransi politik.
Para pengamat politik menilai bahwa ucapan Hanson berisiko memperlebar jurang pemisah di tengah masyarakat Australia. Di saat pemerintah tengah berupaya keras mengatasi ketimpangan sosial, kesehatan, dan ekonomi yang dialami warga Aborigin, retorika kebencian semacam ini hanya memicu perpecahan yang destruktif.
Kecaman masif dari anggota parlemen lintas partai menjadi sinyal kuat bahwa narasi rasial tidak lagi mendapat tempat di panggung politik utama Australia. Publik kini mendesak adanya langkah tegas agar retorika serupa tidak terus diulang demi kepentingan politik praktis.
Comments (0)