Aug 25, 2026
entertainment

Park Eun-bin Rilis Album Shooting My Love Rayakan 30 Tahun Karier

Ada semacam keheningan yang berbeda di ruang rekaman itu. Di balik kaca studio, Park Eun-bin duduk dengan mata setengah terpejam, jari-jarinya menari pelan di atas papan ketik piano. Ia baru saja meny...

Park Eun-bin Rilis Album Shooting My Love Rayakan 30 Tahun Karier

Ada semacam keheningan yang berbeda di ruang rekaman itu. Di balik kaca studio, Park Eun-bin duduk dengan mata setengah terpejam, jari-jarinya menari pelan di atas papan ketik piano. Ia baru saja menyelesaikan satu take terakhir untuk album perdananya, Shooting My Love, yang akan resmi dirilis pada 4 September 2026. Bagi banyak orang, ini sekadar jadwal perilisan. Namun bagi Eun-bin, ini adalah babak paling personal dalam tiga dekade hidupnya di dunia hiburan.

Perjalanan Tiga Dekade yang Dimulai dari Mimpi Kecil

Kisah Eun-bin tidak dimulai dari panggung megah, melainkan dari lorong-lorong kecil agensi hiburan di Seoul ketika usianya masih belasan tahun. Ia tumbuh di depan kamera, belajar membaca naskah sebelum hafal pelajaran sekolah, dan terbiasa dengan sorot lampu yang menyilaukan jauh sebelum ia memahami arti kata panggilan. Tiga puluh tahun bukan angka yang sederhana. Di dalamnya tersimpan ribuan jam latihan, puluhan karakter yang ia hidupkan, serta air mata yang tak pernah ia ceritakan kepada publik.

“Album ini bukan tentang membuktikan sesuatu. Ini tentang berterima kasih kepada diriku yang dulu tidak pernah menyerah,” ujar Eun-bin dalam sesi wawancara yang penuh haru.

Baginya, Shooting My Love adalah jembatan antara dua dunia yang selama ini ia jalani: dunia akting yang membuat namanya dikenal, dan dunia musik yang sejak kecil menjadi pelariannya saat lelah. Judulnya sendiri, menurut Eun-bin, lahir dari kebiasaannya menyebut setiap proyek baru sebagai shooting — baik itu drama, film, maupun kini album.

Di Balik Layar: Proses Kreatif yang Menyentuh

Proses pembuatan album ini berlangsung selama lebih dari satu tahun. Di balik layar, Eun-bin menulis sendiri sebagian besar lirik, menggali memori-memori pribadi yang selama ini ia simpan rapat. Ada satu lagu yang ia tulis dalam satu malam, setelah pulang dari pemakaman salah satu sahabat lamanya di industri. Ia tidak pernah menyebut nama, tetapi setiap orang di ruang rekaman tahu lagu itu lahir dari kesedihan yang nyata.

Produser yang mendampinginya mengisahkan bahwa Eun-bin kerap menolak versi yang terlalu sempurna. Ia justru memilih take yang terdengar lebih jujur — dengan suara bergetar, napas yang terdengar, dan jeda yang tidak rapi. Baginya, ketidaksempurnaan itulah yang membuat sebuah lagu terasa hidup. Pendekatan ini membuat proses rekaman berlangsung lebih lambat dari biasanya, tetapi hasilnya, menurut tim produksi, melampaui ekspektasi siapa pun.

Album sebagai Surat Cinta untuk Penggemar

Bagi para penggemar yang telah setia menemani perjalanannya, album ini adalah bentuk balasan cinta yang paling nyata. Eun-bin mengaku sempat ragu apakah suaranya layak direkam dalam sebuah album utuh. Keraguan itu hilang setelah ia membaca surat-surat dari penggemar yang menceritakan bagaimana karyanya menemani mereka melewati masa-masa sulit.

“Ketika aku membaca surat mereka, aku sadar bahwa musik bukan soal sempurna. Musik adalah soal hadir — hadir di saat seseorang sedang butuh pegangan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kata-kata itu menjadi fondasi dari seluruh album. Setiap lagu di dalamnya, dari yang ceria hingga yang melankolis, ditata seperti bab-bab dalam sebuah kisah perjalanan hidup. Eun-bin ingin pendengarnya merasakan apa yang ia rasakan: bahwa setiap luka bisa menjadi lagu, dan setiap mimpi layak diperjuangkan meski butuh waktu tiga puluh tahun untuk sampai ke titik ini.

Momen Mengharukan yang Menanti di Hari Perilisan

Pada 4 September nanti, Eun-bin akan merayakan perilisan album ini bersamaan dengan perayaan tiga dekade kariernya. Ia berencana menggelar sesi mendengarkan bersama penggemar secara langsung, sesuatu yang jarang ia lakukan. Dalam sesi itu, ia ingin menyampaikan satu hal sederhana: bahwa tanpa mereka, perjalanan panjang ini mungkin sudah berhenti di tengah jalan.

Album Shooting My Love bukan sekadar debut bermusik. Ia adalah monumen kecil dari sebuah perjalanan yang panjang, penuh liku, namun selalu diiringi mimpi. Bagi Eun-bin, ini baru permulaan. Di usianya yang semakin matang, ia ingin terus berkarya dengan cara yang paling jujur — satu lagu, satu cerita, dan satu hati yang terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User