Sep 19, 2026
Nasional

Pangdam V Brawijaya Lantik 999 Prajurit Muda Tamtama TNI AD

Suasana haru bercampur bangga menyelimuti lapangan kawah candradimuka Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam V/Brawijaya. Sebanyak 999 prajurit muda resmi m

Pangdam V Brawijaya Lantik 999 Prajurit Muda Tamtama TNI AD

Suasana haru bercampur bangga menyelimuti lapangan kawah candradimuka Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam V/Brawijaya. Sebanyak 999 prajurit muda resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah berhasil menyelesaikan pendidikan pertama yang penuh dengan tempaan fisik dan mental. Namun, upacara penutupan pendidikan ini ditegaskan bukanlah garis finis dari perjuangan mereka.

Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, yang memimpin langsung upacara pelantikan tersebut mengingatkan para prajurit baru bahwa momen wisuda militer ini justru merupakan awal dari babak pengabdian yang sesungguhnya kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Awal Gerbang Pengabdian Tanpa Batas

Di hadapan ratusan prajurit dan para keluarga yang hadir dengan penuh rasa haru, Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa transformasi dari warga sipil menjadi prajurit militer membutuhkan komitmen moral yang sangat tinggi. Perjalanan latihan berbulan-bulan yang berat hanyalah pondasi awal untuk membentuk karakter prajurit sejati.

"Pelantikan ini bukan akhir dari perjuangan kalian, melainkan pintu gerbang awal menuju pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara. Segala ilmu, disiplin, dan ketangguhan yang telah dipelajari di lembaga pendidikan harus diwujudkan dalam tugas nyata di satuan masing-masing," tegas Mayjen TNI Rudy Saladin.

Pangdam menambahkan, tantangan tugas TNI AD ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, para tamtama remaja dituntut untuk terus mengasah kemampuan olah keprajuritan, menjaga kebugaran fisik, serta tidak cepat berpuas diri dengan status yang baru saja diraih.

Fondasi Disiplin dan Nilai Luhur Sapta Marga

Prajurit TNI AD tidak hanya dituntut mahir dalam taktik tempur, tetapi juga harus memegang teguh pedoman moral keprajuritan. Mayjen Rudy Saladin menggarisbawahi beberapa poin penting yang wajib dipegang teguh oleh seluruh prajurit muda selama berdinas:

  • Loyalitas Tegak Lurus: Kepatuhan mutlak terhadap rantai komando, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
  • Disiplin dan Integritas: Menghindari segala bentuk pelanggaran hukum maupun norma masyarakat yang dapat mencoreng nama baik korps militer.
  • Kesiapsiagaan Operasional: Selalu siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun wilayah NKRI membutuhkan panggilan tugas.
  • Kemanunggalan dengan Rakyat: Menjaga sikap santun, ramah, dan hadir menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat sekitar tempat bertugas.

Tangis Haru dan Kebanggaan Keluarga

Momen pelantikan ditutup dengan aksi demonstrasi ketangkasan militer oleh para prajurit muda, mulai dari bela diri taktis, bongkar pasang senjata dengan mata tertutup, hingga simulasi tempur regu. Selepas upacara resmi dibubarkan, suasana penuh emosional seketika tumpah ketika para orang tua berlari memeluk anak-anak mereka yang kini telah berdiri gagah dengan seragam loreng kebanggaan.

Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua yang telah merelakan serta mempercayakan putra-putra terbaiknya untuk dididik menjadi benteng pertahanan kedaulatan tanah air. "Kalian adalah kebanggaan keluarga sekaligus tumpuan harapan bangsa," pungkasnya penuh rasa bangga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User