Langkah kaki pengunjung seolah terhenti sejenak ketika melintasi area pameran di JIExpo Kemayoran. Di antara deretan stan yang menampilkan aneka inovasi kuliner, satu sudut tampak selalu dipenuhi kerumunan. Dari sana, semerbak harum masakan menguar, memancing rasa penasaran siapa pun yang lewat. Itulah stan Flora Food Group, yang pada gelaran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 menghadirkan sebuah kejutan: BlueBand Santan Kelapa, produk anyar yang menawarkan definisi baru tentang kemudahan memasak.
Bukan sekadar peluncuran produk biasa, kehadiran krim santan kelapa ini terasa seperti jawaban atas keluhan yang seringkali tak terucap dari para juru masak rumahan. Selama ini, memasak dengan santan segar identik dengan proses yang merepotkan: memarut, memeras, dan tak jarang harus berhadapan dengan sisa ampas yang terbuang. Di stan seluas beberapa meter persegi itu, para pengunjung diajak menyaksikan sendiri bagaimana produk ini mengubah ritual dapur yang rumit menjadi sesuatu yang praktis, tanpa mengorbankan rasa autentik yang dirindukan.
Lebih dari Sekadar Krimer
Di balik meja demonstrasi yang tertata rapi, seorang chef dengan cekatan menumis bumbu kuning. Aroma rempah yang ditumis dengan api kecil itu bercampur dengan wewangian khas kelapa ketika ia mulai menuangkan BlueBand Santan Kelapa ke dalam wajan. Cairan kental berwarna putih susu itu mengalir perlahan, langsung menyatu dengan bumbu dan menghasilkan kuah yang menggoda. Beberapa pengunjung yang menyaksikan proses itu tampak mengangguk-angguk, seolah membayangkan bagaimana produk ini akan mempermudah hidup mereka di dapur.
"Ini bukan sekadar pengganti santan. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar memudahkan, tapi tetap menjaga rasa asli masakan Nusantara," ujar seorang perwakilan Flora Food Group yang menemani jalannya demonstrasi. BlueBand Santan Kelapa, menurutnya, dirancang sebagai krim serbaguna berbahan dasar kelapa asli yang telah melalui proses khusus. Produk ini diklaim stabil di suhu tinggi, tidak mudah pecah saat dimasak, dan yang paling penting: bebas dari pengawet buatan serta pewarna tambahan.
Yang membuat para pengunjung semakin tertarik adalah kemampuannya untuk digunakan langsung dari kemasan. Tidak perlu lagi menyimpan stok kelapa parut di dalam kulkas, tidak perlu khawatir santan akan basi dalam hitungan jam. Dalam kemasan praktisnya, BlueBand Santan Kelapa hadir sebagai solusi bagi keluarga modern yang tetap ingin menyajikan hidangan bercita rasa warisan. Mulai dari opor, rendang, hingga kolak dan bubur sumsum, semua bisa terwujud tanpa langkah-langkah yang melelahkan.
Dapur Rumah yang Berubah
Di tengah keriuhan stan, seorang ibu muda bernama Sari terlihat serius memperhatikan sesi demo masak. Tangannya sesekali meraih ponsel untuk merekam video singkat. Saat ditanya, ia mengaku seringkali melewatkan rencana memasak gulai atau kari hanya karena malas berurusan dengan parutan kelapa. "Setiap kali pengin masak opor ayam, ujung-ujungnya batal karena harus beli kelapa dulu, parut, peres. Kalau ada yang begini, rasanya kayak dapat jalan pintas yang halal," katanya sambil tersenyum.
Cerita Sari bukanlah satu-satunya. Banyak pengunjung lain yang berbagi pengalaman serupa: keinginan kuat untuk menyajikan masakan rumahan yang lengkap, namun terbentur waktu dan tenaga yang terbatas. BlueBand Santan Kelapa seolah membaca kegelisahan itu. Dengan satu kemasan, ritual menyiapkan santan yang biasanya memakan waktu puluhan menit kini bisa dipersingkat menjadi hitungan detik. Cukup buka, tuang, dan masak.
Namun, bukan hanya soal kepraktisan yang menjadi daya tarik. Dalam sesi uji rasa yang diadakan di stan, para pengunjung diajak membandingkan langsung hasil masakan yang menggunakan BlueBand Santan Kelapa dengan santan perasan biasa. Banyak yang mengaku sulit membedakan keduanya. "Gurihnya tetap terasa, teksturnya juga mirip. Bedanya ya ini lebih praktis aja," ujar seorang bapak paruh baya yang mengaku hobi memasak di akhir pekan. Ekspresi takjub seperti itu menjadi pemandangan yang berulang sepanjang hari pameran.
Warisan Rasa yang Berlanjut
Di sudut lain stan, terdapat panel informasi yang menceritakan perjalanan panjang BlueBand sebagai merek yang telah menemani dapur Indonesia selama puluhan tahun. Dari generasi ke generasi, produk-produknya selalu hadir dalam momen-momen memasak yang berkesan: saat membuat kue untuk ulang tahun anak, atau menumis bumbu untuk hidangan Lebaran. Kini, dengan hadirnya varian Santan Kelapa, merek ini seolah menegaskan kembali komitmennya untuk terus relevan di tengah perubahan gaya hidup.
FHI 2026 sendiri menjadi panggung yang tepat untuk memperkenalkan inovasi ini. Ajang yang mempertemukan para pelaku industri makanan, perhotelan, hingga katering itu menyuguhkan gambaran tentang ke mana arah kuliner Tanah Air akan bergerak. Di tengah maraknya tren makanan cepat saji dan produk impor, kehadiran BlueBand Santan Kelapa justru mengusung semangat lokal yang dikemas secara modern. Ini adalah perpaduan antara kearifan tradisional dan tuntutan zaman yang serba cepat.
Menjelang sore, saat lampu-lampu pameran mulai meredup dan pengunjung berangsur pulang, stan Flora Food Group masih menyisakan sisa kehangatan. Beberapa orang terlihat membawa pulang sampel produk, sementara yang lain sibuk berfoto di depan dinding bertuliskan #SantanPraktisMasaKini. Dari sebuah sudut di JIExpo, sebuah cerita baru tentang kemudahan memasak baru saja dimulai. Dan bagi mereka yang menyaksikannya, pulang bukan hanya membawa oleh-oleh produk, melainkan juga secercah inspirasi bahwa dapur rumah tetap bisa menjadi tempat lahirnya hidangan penuh cinta—kini tanpa perlu lelah berlebih.
Comments (0)