Sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan mengguncang wilayah Mirpur, Azad Jammu dan Kashmir (AJK), Pakistan. Seorang ayah tega mengakhiri hidup tiga anak kandungnya dengan cara melempar mereka ke dalam saluran air yang deras. Peristiwa mengerikan ini terungkap setelah tim penyelamat berhasil menemukan dua jenazah korban, sementara operasi pencarian terhadap anak ketiga terpaksa dihentikan tanpa hasil.
Kisah kelam ini berawal dari masalah keretakan rumah tangga yang diperparah oleh kecanduan zat terlarang. Kasus ini mendadak menjadi perhatian publik luas di Pakistan karena tindakan tak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh seorang kepala keluarga terhadap darah dagingnya sendiri.
Tragedi Pencarian di Saluran Air Khari Sharif
Tim dari lembaga penyelamat Rescue-1122 dikerahkan secara intensif untuk menyisir aliran Saluran Air Khari Sharif. Saluran air ini bersumber langsung dari Sungai Jhelum dan membentang di wilayah perbatasan antara Mirpur (AJK) dan saluran Bendungan Mangla di distrik Jhelum, Punjab. Pejabat Darurat Distrik (DEO) Mirpur, Sardar Najam Sadozai, memimpin langsung operasi penyelamatan tersebut.
Penyelam diterjunkan ke dalam arus air yang kuat demi mengarungi setiap sudut sungai. Harapan untuk menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat tentu sudah pupus, namun upaya evakuasi jenazah tetap dilakukan secara maksimal. Setelah berjam-jam melakukan penyisiran, petugas berhasil mengevakuasi dua jenazah anak perempuan.
Sayangnya, pencarian tidak berakhir sepenuhnya sesuai harapan. Tim penyelamat akhirnya mengambil keputusan berat untuk menyudahi operasi penyisiran meskipun anak ketiga belum ditemukan. "Petugas penyelamat telah menghentikan operasi tanpa berhasil menemukan jenazah anak ketiga," ungkap Sadozai dalam perbaruan informasi resminya kepada media.
Modus "Jalan-jalan" Berujung Maut dan Pengakuan Pelaku
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, aksi kejam ini telah direncanakan dengan rapi oleh pelaku. Kepala Kepolisian Distrik (DPO) Jhelum, Shafiq Chaudhry, menjelaskan bahwa pelaku awalnya mendatangi anak-anaknya dan berdalih ingin mengajak mereka pergi jalan-jalan. Namun, kecurigaan mulai timbul ketika pelaku tak kunjung membawa anak-anak tersebut kembali.
Diketahui bahwa ibu dari anak-anak tersebut sedang tinggal terpisah di rumah orang tuanya akibat konflik rumah tangga yang berkepanjangan dengan pelaku. Melihat suaminya yang memiliki riwayat kecanduan narkoba membawa pergi ketiga anaknya tanpa ada kabar berita, sang ibu langsung merasa sangat cemas dan melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.
Polisi dari Kantor Polisi Mangla bergerak cepat menangkap pelaku. Saat diinterogasi secara mendalam oleh penyidik, pria tersebut akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatan fatalnya.
"Polisi di Jhelum sedang menyelidiki tersangka dari segala sudut yang memungkinkan untuk memastikan keadaan di balik hilangnya anak-anak tersebut," tegas DPO Shafiq Chaudhry.
Pelaku mengaku secara terus terang bahwa ia telah melempar ketiga anak kandungnya—terdiri dari dua anak perempuan dan satu anak laki-laki—ke dalam derasnya arus saluran air Sungai Jhelum.
Ringkasan Hasil Operasi Evakuasi Korban
Untuk memberikan gambaran jelas mengenai dampak tragedi ini, berikut adalah rincian data hasil operasi evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan penyelamat dan kepolisian setempat:
| Identitas Korban | Status Evakuasi | Lokasi Penemuan |
|---|---|---|
| Anak Pertama (Perempuan) | Meninggal Dunia (Ditemukan) | Saluran Air Khari Sharif |
| Anak Kedua (Perempuan) | Meninggal Dunia (Ditemukan) | Saluran Air Khari Sharif |
| Anak Ketiga (Laki-laki) | Hilang (Pencarian Dihentikan) | Sungai Jhelum / Khari Sharif |
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat setempat. Kombinasi antara ketergantungan narkoba dan keretakan hubungan rumah tangga terbukti berujung pada konsekuensi yang sangat fatal. Pihak Kepolisian Jhelum menegaskan akan memproses hukum pelaku dengan ancaman hukuman terberat sesuai dengan pasal pembunuhan yang berlaku di Pakistan.
Comments (0)