Sep 19, 2026
Nasional

Pakar Psikologi Beberkan Kunci Menjadi Pribadi yang Mudah Disukai

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang tampaknya sangat mudah mencairkan suasana dan langsung disukai di mana pun ia berada? Daya tarik sosial atau k

Pakar Psikologi Beberkan Kunci Menjadi Pribadi yang Mudah Disukai

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang tampaknya sangat mudah mencairkan suasana dan langsung disukai di mana pun ia berada? Daya tarik sosial atau karisma semacam ini kerap membuat orang lain merasa kagum sekaligus penasaran mengenai rahasia di baliknya. Menanggapi fenomena tersebut, sejumlah pakar psikologi komunikasi kini menggarisbawahi bahwa kemampuan disukai banyak orang bukanlah bakat bawaan semata, melainkan serangkaian keterampilan sosial yang dapat dilatih secara bertahap.

Dalam laporan psikologi terapan terkini, membangun hubungan interpersonal yang sehat dan memikat memerlukan pendekatan komunikasi yang sadar dan konsisten. Menjadi pribadi yang menyenangkan berakar pada cara seseorang memperlakukan orang lain di sekitarnya, bukan sekadar tampil menonjol atau berpura-pura ramah.

Fase Awal: Mengoptimalkan Bahasa Tubuh dan Senyuman Tulus

Langkah pertama dalam menarik simpati orang lain dimulai dari komunikasi nonverbal. Bahasa tubuh sering kali menyampaikan pesan jauh lebih cepat sebelum kata-kata pertama terucap. Kesan pertama yang hangat terbukti membuka pintu interaksi yang jauh lebih positif.

  1. Berikan Senyuman Tulus: Senyum yang natural mengaktifkan neuron cermin pada lawan bicara, menciptakan rasa nyaman secara instan.
  2. Jaga Kontak Mata yang Tepat: Mempertahankan kontak mata sekitar 60 hingga 70 persen dari durasi percakapan menunjukkan rasa percaya diri dan ketertarikan yang tulus.
  3. Buka Postur Tubuh: Hindari melipat tangan di dada atau terlalu sering menatap layar gawai saat berinteraksi.
"Orang tidak akan mengingat setiap kalimat yang Anda ucapkan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana perasaan mereka saat berada di dekat Anda," ungkap Dr. Rian Pratama, praktisi psikologi komunikasi dari Jakarta.

Fase Pendalaman: Seni Menjadi Pendengar yang Aktif

Banyak orang keliru mengira bahwa pribadi yang disukai adalah mereka yang pandai bercerita tanpa henti. Faktanya, daya pikat tertinggi justru terletak pada kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian. Orang yang disukai selalu memberikan ruang bagi lawan bicaranya untuk merasa didengar dan dihargai.

Untuk melatih keterampilan mendengar aktif, Anda dapat menerapkan beberapa langkah terukur berikut:

  • Jangan Menyela Pembicaraan: Biarkan lawan bicara menyelesaikan gagasannya sebelum memberikan tanggapan atau opini.
  • Ajukan Pertanyaan Terbuka: Gunakan pertanyaan yang menggali cerita lebih dalam, seperti bagaimana pengalaman mereka menghadapi situasi tertentu.
  • Validasi Emosi Lawan Bicara: Berikan anggukan atau ungkapan sederhana yang menegaskan bahwa Anda memahami apa yang mereka rasakan.

Fase Penguatan: Membangun Empati dan Apresiasi Tulus

Setelah komunikasi dasar terbangun, pilar penting berikutnya adalah kemampuan menunjukkan apresiasi secara berkala. Memberikan pujian yang tulus dan tidak berlebihan terhadap pencapaian atau usaha kecil orang lain mampu meninggalkan kesan mendalam.

Empati menuntut seseorang untuk melihat sudut pandang orang lain tanpa terburu-buru menghakimi. Saat seseorang merasa dihargai tanpa syarat, ikatan emosional yang positif akan terbentuk secara alami dan bertahan dalam jangka panjang.

Fase Konsistensi: Menjaga Keaslian dan Integritas Diri

Kunci terakhir yang paling menentukan adalah keaslian (authenticity). Upaya menjadi ramah tidak akan berdampak maksimal jika didasari oleh kepura-puraan atau motif manipulatif. Bersikap jujur, rendah hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat yang setara adalah fondasi utama dari karisma yang abadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User