Pernahkah Anda terbangun dari tidur malam dengan kondisi tubuh yang justru terasa pegal-pegal, atau malah mengalami sakit tenggorokan akibat mengorok semalaman? Banyak dari kita menganggap bahwa tidur sekadar memejamkan mata dan berbaring di atas kasur. Padahal, posisi tubuh saat terlelap memegang peranan yang sangat vital bagi kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pakar kesehatan ternama, Dr. Jorge Tartaglione, membeberkan rahasia mengenai biomekanika tubuh saat beristirahat. Dalam keterangannya di media LN+, ia menegaskan bahwa menjaga kualitas istirahat harian adalah faktor yang tidak bisa ditawar. Setiap orang dewasa sangat disarankan untuk mencukupi kebutuhan waktu tidur ideal yaitu selama 7 hingga 8 jam per hari.
"Kita tidak bisa hidup tanpa tidur. Tidur dengan cara yang benar dan sesuai durasi, yaitu antara 7 sampai 8 jam per hari, merupakan hal yang sangat, sangat penting bagi tubuh," ujar Dr. Jorge Tartaglione.
Bahaya Tidur Tengkurap dan Telentang yang Jarang Disadari
Banyak orang memiliki kebiasaan tidur dalam posisi tengkurap karena merasa lebih nyaman atau hangat. Namun, dari sudut pandang medis, posisi ini justru menjadi penyebab utama timbulnya gangguan kesehatan pada struktur tulang. Menurut Dr. Tartaglione, tidur tengkurap secara terus-menerus akan menciptakan ketegangan ekstrem dan tekanan hebat pada area lumbar (punggung bawah), yang berujung pada rasa nyeri kronis saat bangun di pagi hari.
Di sisi lain, posisi tidur telentang juga menyimpan potensi masalah, terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan mengorok. Saat seseorang berbaring telentang, gaya gravitasi membuat pangkal lidah tertarik ke belakang dan menyumbat jalan napas.
"Jika Anda seorang pengorok, jangan pernah tidur telentang. Saat Anda berbaring telentang, lidah akan jatuh ke bawah, tertekan, dan menghalangi sirkulasi udara yang masuk," jelas Dr. Jorge Tartaglione.
Mengapa Harus Miring ke Sisi Kiri?
Untuk mengatasi berbagai masalah anatomis tersebut, Dr. Tartaglione meresepkan posisi tidur terbaik secara biomekanik: tidur miring, khususnya berbaring pada sisi sebelah kiri. Posisi ini memberikan setidaknya tiga dampak positif langsung bagi kesehatan organ dalam:
- Mencegah Dengkur: Posisi miring menjaga saluran pernapasan tetap terbuka lebar sehingga aliran udara lancar.
- Menekan Risiko Asam Lambung: Secara anatomi, letak lambung berada di bawah kerongkongan ketika tubuh miring ke kiri, sehingga mencegah cairan asam naik ke tenggorokan (refluks).
- Menjaga Postur Tulang Belakang: Beban pada area pinggul dan punggung bawah berkurang secara signifikan.
Berikut adalah perbandingan singkat pengaruh berbagai posisi tidur terhadap kondisi tubuh manusia:
| Posisi Tidur | Dampak Utama Pada Tubuh | Tingkat Rekomendasi Medis |
|---|---|---|
| Miring ke Kiri | Melancarkan saluran napas dan mencegah refluks asam lambung. | Sangat Direkomendasikan |
| Telentang | Memicu dengkur karena lidah menyumbat jalan napas. | Kurang Disarankan (Bagi Pengorok) |
| Tengkurap | Menyebabkan nyeri hebat pada tulang belakang bawah (lumbar). | Tidak Diriwayat/Dilarang |
Menciptakan Suasana Kamar yang Restoratif
Selain memperbaiki posisi tubuh, menciptakan iklim kamar tidur yang nyaman juga memegang peranan penting dalam mencapai fase deep sleep atau tidur nyenyak. Dr. Tartaglione mengingatkan agar masyarakat mulai memperhatikan pencahayaan ruangan, kerapian tempat tidur, serta suhu udara agar tubuh dapat melakukan pemulihan sel secara optimal sepanjang malam.
Dengan menerapkan durasi istirahat yang cukup serta menjaga posisi tidur miring ke kiri, Anda dapat terhindar dari rasa pegal di pagi hari dan menjaga organ dalam tetap berfungsi secara maksimal.
Tidur tengkurap dan telentang ternyata punya dampak buruk bagi kesehatan punggung dan sirkulasi pernapasan. Simak analisis medis lengkapnya di Beritaseputar.com!
Comments (0)