Sep 19, 2026
Nasional

Pakar ITS Analisis Jejak KM Virgo yang Hilang di Laut Jawa

Kabar duka kembali menyelimuti dunia transportasi laut Indonesia setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran rute S

Pakar ITS Analisis Jejak KM Virgo yang Hilang di Laut Jawa

Kabar duka kembali menyelimuti dunia transportasi laut Indonesia setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran rute Surabaya menuju Banjarmasin. Tragedi maritim di kawasan Laut Jawa ini menyisakan duka mendalam setelah tim penyelamat mengonfirmasi 6 orang meninggal dunia dan sedikitnya 140 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari tim SAR gabungan serta para pakar perkapalan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya turut menurunkan tim ahli untuk membaca anomali data navigasi dan jejak lintasan kapal sesaat sebelum komunikasi terputus total.

Kronologi Perjalanan KM Virgo Transport 8

  1. Keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak: Kapal bertolak dari Surabaya membawa ratusan penumpang dan muatan logistik menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dalam kondisi awal yang dinyatakan laik laut.
  2. Memasuki Perairan Terbuka Laut Jawa: Beberapa jam setelah berlayar, kapal melintasi perairan dengan dinamika gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang mulai memburuk secara mendadak.
  3. Hilang Kontak Radar dan AIS: Sinyal Automatic Identification System (AIS) dan komunikasi radio kapal mendadak lenyap dari pantauan stasiun navigasi darat.
  4. Operasi SAR Diluncurkan: Tim SAR gabungan menemukan serpihan kapal dan mengevakuasi korban pertama, sementara operasi pencarian skala besar terus diperluas di sekitar koordinat terakhir.

Analisis Pakar ITS Terhadap Jejak Navigasi Kapal

Pakar teknik kelautan dan transportasi laut dari ITS mengidentifikasi sejumlah kemungkinan teknis yang memicu kecelakaan tragis ini. Berdasarkan rekaman pergerakan terakhir, terdapat indikasi kapal menghadapi kombinasi hempasan gelombang samping (beam sea) serta pergeseran muatan di dalam lambung kapal.

"Karakteristik Laut Jawa saat musim peralihan angin bisa sangat menipu. Jika kapal mengalami penurunan stabilitas akibat pergeseran muatan di tengah hantaman gelombang tinggi, waktu yang dimiliki awak kapal untuk mengirimkan sinyal bahaya (Mayday) menjadi sangat sempit," terang pakar maritim ITS dalam keterangannya.

Analisis hidro-oseanografi menunjukkan bahwa arus bawah laut yang kuat di sekitar lintasan Surabaya-Banjarmasin berpotensi menyeret badan kapal dan para korban menjauh dari titik koordinat awal hilang kontak. Hal ini menjadi tantangan terberat bagi tim evakuasi di lapangan.

Fokus Operasi Pencarian Ratusan Korban Hilang

Hingga kini, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan armada kapal penyelamat, helikopter intai, serta kapal nelayan lokal untuk menyisir radius pencarian. Fokus utama operasi meliputi:

  • Penyisiran Udara dan Permukaan: Memantau persebaran puing kapal serta jaket keselamatan (life jacket) yang terbawa arus ke arah timur Laut Jawa.
  • Pemeriksaan Stabilitas Jalur Pelayaran: Memberikan peringatan keselamatan navigasi (Notice to Mariners) bagi armada kapal komersial lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
  • Posko Krisis dan Identifikasi: Membuka posko informasi terpadu di Surabaya dan Banjarmasin untuk mendampingi keluarga korban yang menanti kabar ratusan penumpang hilang.

Pemerintah dan otoritas perhubungan berkomitmen untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini, sekaligus mengevaluasi standar operasional kelaikan kapal penumpang jarak menengah demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Kapal rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak. Data terkini: 6 orang tewas, 140 orang masih hilang. Tim SAR terus menyisir area perairan sementara pakar ITS menganalisis data navigasi terakhir. Simak ulasan kronologis lengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User