Sep 19, 2026
Nasional

OKI — Karhutla Pangkalan Lampam Belum Padam Usai Enam Hari

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan gambut di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih

OKI — Karhutla Pangkalan Lampam Belum Padam Usai Enam Hari

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan gambut di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih belum sepenuhnya terkendali. Memasuki hari keenam operasi pemadaman, api dilaporkan masih terus bergerak di bawah lapisan gambut kering, memicu kepulan asap pekat yang menyelimuti area sekitar.

Karakteristik lahan gambut yang tebal dan kering akibat musim kemarau panjang menjadi tantangan terbesar bagi tim gabungan di lapangan. Meski permukaan atas terlihat padam, bara api di kedalaman 1 hingga 2 meter terus merambat perlahan mencari vegetasi kering lainnya.

Kronologi dan Perkembangan Karhutla Pangkalan Lampam

Berdasarkan pantauan tim reaksi cepat di lapangan, berikut adalah rangkaian peristiwa karhutla yang melanda Pangkalan Lampam:

  1. Hari ke-1 (Awal Terdeteksi): Titik panas (hotspot) terpantau melalui satelit dan laporan warga di area lahan tidur bervegetasi semak belukar dan gambut. Tim darat langsung diterjunkan untuk memutus jalur api.
  2. Hari ke-2 hingga ke-3 (Penyebaran Api Bawah Tanah): Angin kencang mempercepat kobaran api di permukaan, sebelum akhirnya membakar lapisan organik di bawah tanah. Api mulai sulit dipantau secara visual karena berpindah di bawah permukaan gambut.
  3. Hari ke-4 hingga ke-5 (Intervensi Udara): Helikopter water bombing milik BNPB dikerahkan untuk membantu tim darat yang mulai kewalahan menjangkau titik api di tengah hamparan gambut yang sulit dilalui kendaraan.
  4. Hari ke-6 (Fokus Pembasahan Intensif): Satgas gabungan memfokuskan strategi pada teknik mopping up atau penyuntikan air ke dalam tanah untuk memastikan bara api benar-benar mati total.
"Kondisi di lapangan cukup berat karena api berada di bawah tanah (ground fire). Kami harus menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam gambut agar bara padam seutuhnya dan tidak menyala kembali saat tertiup angin," ujar salah satu personel Manggala Agni di lokasi kejadian.

Tantangan Berat Satgas Gabungan di Lapangan

Operasi pemadaman yang melibatkan ratusan personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) menghadapi berbagai kendala teknis dan alam. Beberapa kendala utama yang dihadapi meliputi:

  • Keterbatasan Sumber Air: Kanal-kanal dan anak sungai di sekitar lokasi mulai mengering, memaksa petugas mencari pasokan air dari jarak yang cukup jauh.
  • Akses Medan yang Sulit: Kontur gambut yang labil membuat kendaraan pemadam roda empat tidak dapat masuk ke episentrum kebakaran, sehingga personel harus berjalan kaki membawa selang ratusan meter.
  • Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang: Suhu udara yang terik di siang hari disertai hembusan angin kencang berisiko memicu loncatan api baru (spot fire).

Dampak Asap dan Kewaspadaan Kualitas Udara

Kepulan asap akibat karhutla di Pangkalan Lampam kini mulai berdampak pada penurunan jarak pandang di jalur lintas pedesaan sekitar OKI. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hingga saat ini, Satgas Karhutla Sumatera Selatan terus memaksimalkan patroli darat dan udara untuk mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan perkebunan warga dan hutan lindung terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User