Sep 20, 2026
Hukum

NEW YORK — Penthouse Hampshire House Terjual Murah Setelah Diskon 83 Persen

Kabar mengejutkan datang dari pasar properti mewah di kawasan elite Manhattan, New York. Sebuah unit griya tawang (penthouse) legendaris yang belum rampung

NEW YORK — Penthouse Hampshire House Terjual Murah Setelah Diskon 83 Persen

Kabar mengejutkan datang dari pasar properti mewah di kawasan elite Manhattan, New York. Sebuah unit griya tawang (penthouse) legendaris yang belum rampung di gedung bersejarah Hampshire House akhirnya resmi berpindah tangan melalui mekanisme lelang daring. Menariknya, hunian bertingkat ini terjual dengan harga USD 6,765 juta (sekitar Rp107 miliar)—angka yang anjlok drastis hingga 83 persen dari banderol awalnya yang pernah mencapai USD 40 juta.

Transaksi ini menjadi sorotan tajam para pelaku industri properti global. Penjualan tersebut mencerminkan dinamika rumit di pasar hunian mewah New York City, di mana biaya konstruksi yang membengkak dan preferensi pembeli modern kerap menekan nilai properti dengan kondisi mentah (raw space).

Kronologi Perjalanan Penjualan Penthouse Hampshire House

Perjalanan penjualan griya tawang ini memakan waktu bertahun-tahun dengan berbagai tantangan arsitektural dan finansial. Berikut adalah lini masa perjalanannya hingga akhirnya terjual:

  1. Penawaran Awal Senilai USD 40 Juta: Unit loteng (attic) megah di puncak Hampshire House awalnya dipasarkan ke publik dengan ekspektasi tinggi seharga USD 40 juta, membidik miliarder yang ingin merancang istana pribadi di Central Park South.
  2. Kelesuan Pasar dan Tantangan Renovasi: Kondisi interior yang masih berupa ruang kosong mentah membutuhkan investasi jutaan dolar tambahan serta izin birokrasi yang rumit agar layak huni, membuat banyak calon pembeli mundur teratur.
  3. Pemotongan Harga Bertahap: Mengingat minat pembeli konvensional terus meredup, pihak penjual beberapa kali merevisi harga ke bawah demi menarik minat pasar.
  4. Eksekusi Lelang Daring: Sebagai langkah strategis pamungkas, kepemilikan unit akhirnya dilepas melalui lelang terbuka secara daring, yang berakhir dengan penawaran tertinggi sebesar USD 6,765 juta.
"Menjual ruang mentah di lantai teratas gedung klasik Manhattan memiliki tantangan ganda. Pembeli hari ini menginginkan hunian yang siap ditempati tanpa harus memusingkan rantai pasok dan ongkos renovasi yang tak menentu," ungkap seorang pengamat properti mewah New York.

Faktor Pemicu Anjloknya Harga Properti Mewah

Kondisi pasar real estat premium saat ini menghadapi sejumlah tantangan struktural. Berdasarkan analisis transaksi Hampshire House, ada beberapa faktor kunci yang memengaruhi penurunan valuasi secara signifikan:

  • Status 'Raw Space' yang Berat: Ruang loteng Hampshire House membutuhkan renovasi total mulai dari instalasi pipa, kelistrikan, hingga tata ruang struktural.
  • Lonjakan Biaya Material dan Tenaga Kerja: Biaya kontraktor di Manhattan melonjak tinggi, membuat pembeli memperhitungkan total anggaran secara lebih konservatif.
  • Tingginya Biaya Perawatan Rutin: Biaya pemeliharaan bulanan (maintenance fee) dan pajak properti di gedung bersejarah Central Park tergolong sangat tinggi meski unit belum ditempati.

Meski dijual jauh di bawah harga ekspektasi awal, transaksi ini membuktikan bahwa strategi lelang daring mampu memberikan kepastian likuiditas di tengah pasar properti kelas atas yang sedang mengalami penyesuaian harga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User