Sep 19, 2026
Nasional

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Bermula dari Dalam Negeri

Suasana ruang konferensi di New Delhi, India, mendadak hening ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, naik ke mimbar utama dalam gelaran Konf

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Bermula dari Dalam Negeri

Suasana ruang konferensi di New Delhi, India, mendadak hening ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, naik ke mimbar utama dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Di hadapan para pemimpin negara-negara kekuatan ekonomi baru dunia, Prabowo menyampaikan sebuah pesan mendalam yang menyentuh akar filosofi bernegara: kekuatan sebuah bangsa tidak pernah datang dari luar, melainkan tumbuh kokoh dari dalam negeri bersama rakyatnya sendiri.

Kehadiran Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi sorotan internasional. Dalam dunia yang kian bergejolak akibat krisis geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, gagasan Prabowo membawa angin segar tentang pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi utama diplomasi internasional. Diplomasi luar negeri yang kuat, menurutnya, hanyalah cerminan dari seberapa tangguh sebuah negara mengurus rumah tangganya sendiri.

Kemandirian Nasional Sebagai Benteng Utama

Dalam pidatonya yang lugas dan berapi-api, Prabowo menekankan bahwa ketergantungan yang terlalu besar pada pihak luar hanya akan membuat sebuah bangsa rentan terhadap tekanan global. Kemandirian di sektor vital seperti pangan, energi, dan ekonomi dasar menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi bagi Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya.

"Sebuah negara tidak akan pernah benar-benar merdeka jika perut rakyatnya masih bergantung pada impor bangsa lain. Kekuatan sejati selalu bermula dari sawah-sawah kita, pabrik-pabrik kita, dan yang terpenting, semangat persatuan rakyat kita sendiri," tegas Presiden Prabowo di hadapan delegasi KTT BRICS.

Pesan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan energi nasional. Bagi Prabowo, rakyat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan motor penggerak utama yang menentukan arah masa depan bangsa.

Strategi Tiga Pilar Ketahanan Indonesia

Untuk mewujudkan visi kemandirian tersebut, Indonesia mengusung strategi komprehensif yang memadukan kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Strategi ini mencakup tiga pilar utama yang menjadi perhatian serius pemerintah saat ini:

Pilar Ketahanan Fokus Utama Kebijakan Target Capaian Global
Kedaulatan Pangan Swasembada beras dan penguatan petani lokal Mengurangi ketergantungan impor pangan nasional
Kemandirian Energi Transisi energi hijau dan pemanfaatan bioenergi Menjadi pemain kunci rantai pasok energi terbarukan
Hilirisasi Industri Pengolahan mineral mentah di dalam negeri Meningkatkan nilai tambah ekonomi secara signifikan

Pendekatan analitis ini menunjukkan bahwa langkah Indonesia di forum BRICS bukan sekadar wacana politik. Langkah ini didukung oleh cetak biru pembangunan dalam negeri yang nyata dan terukur. Ketika negara-negara lain fokus pada aliansi militer atau blok perdagangan tertutup, Indonesia justru menawarkan narasi solidaritas berdasarkan ketahanan internal masing-masing negara anggota.

Posisi Indonesia di Panggung BRICS dan Global South

Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 di New Delhi mempertegas prinsip politik luar negeri bebas aktif yang konsisten dijalankan. Indonesia memperlihatkan posisinya sebagai jembatan antara negara-negara berkembang (Global South) dan kekuatan ekonomi utama dunia.

Para pengamat internasional menilai bahwa gaya diplomasi Prabowo di India mencerminkan rasa percaya diri yang tinggi dari bangsa besar. "Prabowo berhasil mengartikulasikan kebutuhan mendasar negara berkembang tanpa harus terkesan konfrontatif terhadap blok mana pun," ungkap seorang analis geopolitik kawasan.

Melalui forum ini, Indonesia mendorong BRICS untuk menjadi wadah kerja sama yang inklusif, adil, dan saling menguntungkan. Fokus utamanya tetap pada pemberdayaan ekonomi domestik, reformasi arsitektur keuangan global, serta penyelesaian konflik secara damai demi terciptanya stabilitas yang berkelanjutan.

Menatap Masa Depan Bersama Rakyat

Mengakhiri pidatonya di New Delhi, Prabowo kembali mengingatkan bahwa seluruh perwakilan diplomasi di luar negeri tidak ada artinya jika pemerintah melupakan kesejahteraan rakyat di pelosok desa. Manunggalnya pemerintah dengan rakyat adalah kunci keberhasilan yang telah terbukti dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Langkah tegas dan pesan bermakna dari KTT BRICS ini menjadi sinyal kuat bagi publik di tanah air: Indonesia siap berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kekuatan dunia lainnya, dengan berpijak pada kekuatan kaki sendiri dan dukungan penuh seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User