Sep 19, 2026
Nasional

NASA Siapkan Pesawat Supersonik X-59, Terbang Lebih Cepat Tanpa Ledakan

Dunia penerbangan komersial berpotensi memasuki era baru yang jauh lebih cepat dan efisien. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama

NASA Siapkan Pesawat Supersonik X-59, Terbang Lebih Cepat Tanpa Ledakan

Dunia penerbangan komersial berpotensi memasuki era baru yang jauh lebih cepat dan efisien. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama Lockheed Martin resmi mengembangkan X-59 QueSST (Quiet SuperSonic Technology), sebuah pesawat eksperimental yang dirancang khusus untuk mematahkan batas kecepatan suara tanpa menghasilkan ledakan suara (sonic boom) yang menggelegar ke daratan.

Inovasi ini digadang-gadang menjadi kunci utama pembuka jalan bagi kembalinya pesawat penumpang supersonik komersial yang sempat mati suri sejak pensiunnya Concorde pada tahun 2003 silam.

Mengapa Penerbangan Supersonik Dilarang Selama Puluhan Tahun?

Sebagai kilas balik, sejak tahun 1973, Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat dan berbagai otoritas penerbangan internasional melarang pesawat komersial terbang melebihi kecepatan suara di atas daratan. Larangan ketat ini diberlakukan akibat dentuman sonik yang memekakkan telinga, menggetarkan kaca rumah, serta berpotensi merusak infrastruktur warga di bawah jalur terbang.

"Kami tidak sekadar merancang pesawat cepat, kami berupaya mengubah regulasi penerbangan dunia yang telah mengunci industri ini selama setengah abad," ungkap perwakilan tim peneliti NASA.

Desain Aerodinamis: Rahasia Suara Senyap X-59

Untuk meredam gelombang kejut yang biasanya menyatu menjadi dentuman dahsyat, NASA dan Lockheed Martin menerapkan sejumlah rekayasa teknik canggih pada struktur X-59:

  • Hidung Pesawat Ekstra Panjang: Moncong pesawat membentang hingga sepertiga dari total panjang bodi (sekitar 30 meter) untuk memecah gelombang kejut agar tidak saling bertubrukan.
  • Kokpit Tanpa Kaca Depan: Akibat hidungnya yang sangat panjang dan ramping, pilot tidak memiliki jendela depan konvensional, melainkan mengandalkan eXternal Vision System (XVS) berupa kamera 4K real-time.
  • Mesin di Bagian Punggung: Penempatan mesin jet di atas bodi pesawat membantu mengarahkan kebisingan akustik ke arah atas, bukan ke daratan.

Kronologi dan Target Pengujian di Wilayah Permukiman

Proyek ambisius ini dijalankan melalui serangkaian tahapan terukur sebelum izin terbang komersial diterbitkan oleh regulator internasional:

  1. Fase 1: Fabrikasi dan Uji Darat — Penyelesaian integrasi sistem struktural, kelistrikan, serta uji coba mesin jet di fasilitas Lockheed Martin Skunk Works.
  2. Fase 2: Uji Terbang Perdana — Pengujian performa aerodinamis dan pengukuran akustik awal di area uji tertutup NASA Armstrong Flight Research Center.
  3. Fase 3: Uji Komunitas Nyata — Pesawat akan diterbangkan melintasi beberapa kota di Amerika Serikat untuk mengumpulkan data respons langsung dari masyarakat terkait tingkat kebisingan.

Hasil rekaman data sensor dan survei persepsi masyarakat dari uji coba tersebut nantinya akan diserahkan kepada International Civil Aviation Organization (ICAO) dan FAA. Jika suara yang dihasilkan terbukti setara dengan suara debuman pintu mobil yang ditutup dari kejauhan (sekitar 75 PLdB), maka regulasi larangan penerbangan supersonik darat berpeluang besar dicabut, memangkas waktu tempuh perjalanan udara global hingga separuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User